DERIVASI DAN INFLEKSI DALAM BAHASA MADURA DIALEK PAMEKASAN: ANALISIS BENTUK DAN MAKNANYA

(1) * Hamlatus Sa’adah Mail (Universitas Negeri Semarang, Indonesia)
(2) Imam Baehaqi Mail (Universitas Negeri Semarang, Indonesia)
(3) Rustono Rustono Mail (Universitas Negeri Semarang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis proses morfologis berupa derivasi dan infleksi dalam Bahasa Madura Dialek Pamekasan. Bahasa Madura, khususnya dialek Pamekasan, memiliki sistem afiksasi yang kaya dan produktif, menggunakan prefiks (ter-ater), sufiks (panotèng), dan konfiks (ter-ater bân panotèng). Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan metode simak catat dan wawancara dengan penutur asli, serta dianalisis menggunakan metode distribusional dan padan referensial. Hasilnya menunjukkan bahwa proses derivasi berfungsi fundamental untuk mengubah kategori leksikal (kelas kata) dan makna dasar. Proses derivasi yang paling umum adalah konversi Nomina atau Adjektiva menjadi Verba melalui afiks seperti N- (satè menjadi nyatè) dan èpa- (petteng menjadi èpapetteng), atau konversi Verba/Adjektiva menjadi Nomina melalui paN- (tolès menjadi panolès) dan ka-an (sala menjadi kasalaan). Sebaliknya, proses infleksi berfungsi menambahkan informasi gramatikal tanpa mengubah kelas kata, terutama melekat pada Verba (misalnya tolès menjadi nolès dan kèbâ menjadi kèbâaghi) untuk menandai aspek gramatikal seperti keaktifan, kepasifan, atau tujuan. Kesimpulannya, afiksasi di Dialek Pamekasan memiliki peran ganda yang terpisah jelas: derivasi mengubah fungsi struktural, sedangkan infleksi memodifikasi fungsi gramatikal.  

Keywords


Derivasi; Infleksi; Madura; Pamekasan.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/ptk.v8i4.1431-1443
      

Article metrics

10.31604/ptk.v8i4.1431-1443 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Chaer, A. (2008). Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses (Ed.1). PT Rineka Cipta.

Effendy, M. H. (2025, September 10). Kondisi bahasa Madura sebagai warisan budaya tak benda. Berita Artikel dan Opini UIN Madura. https://iainmadura.ac.id/berita/2025/09/kondisi-bahasa-madura-sebagai-warisan-budaya-tak-benda .

Ekowardono, B. K. (2019). Morfologi Bahasa Indonesia. Cipta Prima Nusantara.

Hasanah, H. (2022). Afiksasi Verba Bahasa Dialek Pamekasan berdasarkan Perspektif Derivasi dan Infleksi. Diglosia, 5(3), 571-588. https://doi.org/10.30872/diglosia.v5i3.472

Mahsun. (2017). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan, Strategi, Metode, dan Tekniknya. Rajagrafindo Persada.

Parera, J. D. (2007). Morfologi. PT Gramedia Pustaka Utama

Prayitno,A. A. H (2014). Buku Guru Basa Madura DAMAR KAMBANG-SD/MI Kls.: Insan Pustabada Sumenep. 2P Publisher.

Ramlan, M. (2009). Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Karyono.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
UM-Tapsel Press : Institusional Publisher | Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/ptk
email : peteka@um-tapsel.ac.id

Creative Commons Licence
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.