NILAI ORGANOLEPTIK WARNA DAN AROMA BAKSO DAGING AYAM DENGAN PENGENYAL TEPUNG GETAH PELEPAH SALAK (TGPS)

(1) * Mei Ardina Harahap Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(2) Muharram Fajrin Harahap Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(3) Masayu Nurhalimah Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(4) Aisyah Nurmi Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(5) Ari Ashari Harahap Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai organoleptik bakso daging ayam dengan pengenyal tepung getah pelepah salak pada kekenyalan bakso. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Digunakan 4 (empat) perlakuan dan 5 (lima) ulangan untuk memperoleh data penelitian. Konsentrasi TGPS disesuaikan dengan urutan perlakuan (T0;0%, T1;2,5%, T2;5%, T3;7,5%). Variabel yang diamati meliputi nilai organoleptik bakso (warna dan aroma). Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis sidik ragam ANOVA (Analisisof Variance). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap nilai organoleptik bakso daging ayam dengan pengenyal tepung getah pelepah salak (TGPS) maka dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang nyata pada organoleptik warna dan aroma (P>0,05). Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung getah pelepah salak pada proses pembuatan bakso dapat memberikan pengaruh yang positif, dimana pencampuran ini dapat mempertahankan kualiatas fisik bakso dengan baik dan produk yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen. 


Keywords


organoleptik; bakso ayam; TGPS (tepung getah pelepah salak)

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jas.v10i1.23589
      

Article metrics

10.31604/jas.v10i1.23589 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Abustam, E. dan H. M. Ali. 2004. Bahan Ajar Ilmu dan Teknologi Pengolahan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar

Antara, N, dan M. Wartini. 2014. Aroma and Flavor Compounds. Tropical Plant Curriculum Project. Udayana University

Badan Standarisasi Nasional. 2014. Bakso ikan. SNI 7266-2014. Dewan Standarisasi Nasional. Jakarta

Daroini, A., & Jayandri, W. E. (2016). Kualitas organoleptik bakso daging ayam kampung pada perlakuan dosis tepung tapioka yang berbeda. Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia. deMan, M John. 1997. Kimia Makanan. Bandung : ITB

Goldshall, M.A. & J. Solms. 1992. Flavor and Sweetener Interaction 45 With Starch. J. Food. Tech. 46: 140-145. Haq, A. N., Dian. S., dan Purnama. E. S. 2015

H. dan Y. Huzaini. Muchammad Lutffhi, Hapsari Hafid, H. dan Syam, A. 2007. Pengaruh aging dan lokasi otot terhadap kualitas organoleptik daging sapi.Buletin Peternakan. 31(4) :209-216.

Harimurti, S. 1992. Manajemen Karkas II. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Hasmiati. 2018. Kualitas Fisik, Organoleptik dan Kimia Bakso Ayam Afkir yang Diberi Tauge. Skripsi. UniversitasHalu Oleo, Kendari

Hermanianto, J., R. Y. dan Andayani. 2002. Studi Perilaku Konsumen dan

Identifikasi Parameter Bakso Sapi berdasarkan Preferensi Konsumen di Wilayah DKI

Jakarta. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. Vol XIII

Irmawaty. 2017. Uji organoleptik bakso daging ayam dengan filler tepung sagu (Metroxylon sago rottb) pada konsentrasi berbeda. Jurnal Ilmu dan Industri Perternakan, 3(3): 182-193

Kartikasari, L.R. 2013. Omega-3 long chain polyunsaturated fatty acid (n-3 lcpufa) levels in chicken products following consumption of alpha-linolenic acid enriched diets. Ph. D. Thesis. University of Adelaide. Adelaide, Australia

M. F. Harahap, R. A. Lubis, A. Nurmi, and D.E. Harahap, “Metal Content Of Midrib Sap Flour Salak Tree ( Tgps ) As A Thickening Agent,” pp. 1288– 1293, 2022

M. F. Harahap, R. A. Lubis, Syawaluddin, Y. W. Silitonga, and I. S. Harahap, “The Quality of Salacca Tree Midrib Latex Flour as a Thickening Agent,” in Journal of Physics: Conference Series, 2020, Vol. 1477, No. 7.

Montolalu, S., Lontaan, N., Sakul, S., & Mirah, A. D. (2013). Sifat fisiko-kimia dan mutu organoleptik bakso broiler dengan menggunakan tepung ubi jalar (Ipomoea batatas L). ZOOTEC.

Nurmi, A. (1995). Sifat fisik dan palatabilitas bakso daging sapi dan domba bagian paha dan lemusir

Pearson, A. M. & F. M Tauber. (1984). Processed Meat. Westport. The AVI Publishing Co Inc. Connecticut.

Purnomo, H. & Rahardiyan, D. (2008). Bakso (Traditional Indonesian Meatball) Properties with Postmortem Condition and Frozen Storage. International Food Research Journal. 15(2):101108.

Priyanto, R., J. Fisher and P.R. Kale. 1995. Some aspect of meat research. Materi Workshop. Universitas Nusa Cendana. Kupang.

Rasyaf,M.. 2006. Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya Jakarta.

Rosniar, M., Purwani, E., & Rusdin Rauf, S. T. P. (2016). Perbedaan tingkat kekerasan dan daya terima biskuit dari tepung sorgum yang disosoh dan tidak disosoh (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Steel, R.G.D. and J. H. Torrie. 2003. Principles and Procedures of Statistics. 2ed. Mc. Graw-Hill Book Co. Inc.

Sudarwati. 2007. Pembuatan baksodaging sapi dengan penambahankitosan. Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian .Universitas Sumatera Utara

Sudrajat, G. 2007. Sifat fisik dan organoleptik bakso daging sapi dan daging kerbau dengan penambahan karagenan dan khitosan. Fakultas Peternakan :Institut Pertanian Bogor

Sujana W. 2001. Pengawetan baksodaging sapi dengan bahan aditif kimia pada penyimpanan suhu kamar. Fakultas Peternakan IPB. Bogor

Suprijatna et al., 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sutaryo, S., Mulyani, S., & SPt, M. P. (2004). Pengetahuan Bahan Olahan Hasil Ternak dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Makalah disajikan dalam Rangka Pelatihan Penerapan Jaminan Mutu di Balai Pengembangan Sumber Daya Masyarakat Peternakan. Komplek-Taru Budaya Ungaran.

Soeparno, 2009. Ilmu dan Teknologi Daging. Cetakan ke-5. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Soeparno. 2005. Ilmu dan Teknologi Daging, Cetakan III. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Untoro, N.S., Kusrahayu & Setiani, B.E. (2012). Kadar Air, Kekenyalan, Kadar Lemak, dan Citarasa Bakso Daging Sapi dengan Penambahan Ikan Bandeng

Presto (Channoschannosforsk). Animal Agriculture Journal. 1 (1): 567583.

Widyastuti, Y.E. 1996. Mengenal Buah Unggul Indonesia. Penebar Swadaya.

Jakarta. 258h. Cahyono. 1995. Cara Meningkatkan Budidaya Ayam Ras Pedaging (broiler). Penerbit Pustaka Nusatama: Yogyakarta.

Winarno. 2002. Flavor Bagi Industri Pangan. Biotekindo. Bogor.

Winarno, F.G. (1997) . Keamanan Pangan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Yuyun, A. 2008. Panduan Wirausaha Membuat Aneka Bakso. PT. Agro Media Pustaka. Jakarta.

Zuprizal. 2006. Nutrisi Unggas. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak. Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Zakaria, F.R., Faridah, N.D. & S. M. Pramudya. (1996). Hubungan Antara Status Imunologi dan Pola Konsumsi Makanan Jajanan populasi Remaja Di Bogor, Jawa Barat. J. Ilmu & Tek. Pangan, Vol. 1 No 2, hal 50 – 59.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl. Raja Inal Siregar, Tanggal, Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Tel / fax : (0634) 21696 email : jurnal.peternakan@um-tapsel.ac.id
issn  Cetak  : 2548-3129    issn  Online : 2599-1736

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.