EVALUASI POTENSI TERNAK KAMBING DI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA PROVINSI SUMATERA UTARA

(1) * Arman Efendi Siregar Mail (Institut Teknologi dan Sains Padang Lawas Utara, Indonesia)
(2) Ricca Sari Mail (Institut Teknologi dan Sains Padang Lawas Utara, Indonesia)
(3) Ulina Hutasuhut Mail (Institut Teknologi dan Sains Padang Lawas Utara, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara terkait ketersediaan pakan di lahan padang penggembalaan dan menganalisis kelayakan wilayah untuk pengembangan usaha peternakan kambing kacang. Analisis kepadatan ternak menunjukkan variasi yang menarik antar kecamatan dan antar jenis kepadatan. Kepadatan ekonomi ternak kambing tergolong jarang (<50 ekor/1000 penduduk) di seluruh kecamatan, dengan nilai tertinggi di Kecamatan Hulu Sihapas (23,71) dan terendah di Kecamatan Halongonan Timur (5,47). Kepadatan usaha tani ternak kambing juga bervariasi, dengan beberapa kecamatan memiliki kepadatan sangat padat hingga jarang. Kecamatan Ujung Batu dan Halongonan Timur memiliki kepadatan usaha tani yang sangat tinggi (> 2 ekor/ha), menunjukkan pemanfaatan lahan yang intensif untuk ternak kambing. Analisis Indeks Daya Dukung (IDD) hijauan menunjukkan bahwa kecamatan dengan LQ rendah memerlukan insentif dan dukungan lebih besar untuk meningkatkan populasi ternak kambing, sementara kecamatan dengan LQ tinggi dapat difokuskan pada peningkatan produktivitas dan nilai tambah. Hasil analisis KPPTR menunjukkan bahwa Portibi dan Padang Bolak memiliki kapasitas peningkatan populasi tertinggi. Berdasarkan perbandingan nilai KPPTR (KK) dan KPPTR (SL), dapat disimpulkan bahwa KPPTR Efektif dalam kasus ini adalah KPPTR (KK). Hal ini berarti bahwa populasi ternak harus dibatasi berdasarkan jumlah tenaga kerja yang tersedia untuk mengelolanya dengan baik. Integrasi sistem pertanian-peternakan direkomendasikan untuk mengidentifikasi wilayah potensial untuk pengembangan komoditas ternak tertentu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai referensi ilmiah bagi penelitian serupa di masa mendatang dan memberikan masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengembangan peternakan yang lebih tepat sasaran.

 

Kata Kunci: PotensI, Peternakan Kambing, LQ, IDD, KPPTR


Keywords


Potensi; Peternakan Kambing; LQ; IDD; KPPTR

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jas.v8i2.16955
      

Article metrics

10.31604/jas.v8i2.16955 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Amin, A., et al. (2021). Strategi Pengembangan Peternakan Kambing di Sumatera Utara. Jurnal Peternakan, 12(3), 123-130.

Badan Pusat Statistik Padang Lawas Utara. (2024). Statistik Peternakan Kabupaten Padang Lawas Utara. Badan Pusat Statistik.

Diwyanto, K., Priyanti, A., & Inounu, I. (2004). Prospek dan Arah Pengembangan Komoditas Peternakan: Unggas, Sapi dan Kambing-Kambing. Jurnal Litbang Pertanian, 23(4), 115-122.

Harahap, R. R. Z., Harahap, M. F., & Sipahutar, L. W. (2021). Status Reproduksi dan Estimasi Kelahiran pada Peternakan Kambing di Kota Padangsidimpuan. Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science), 5(2), 107-112.

Infitria, I., & Khalil, K. (2014). Studi Produksi dan Kualitas Hijauan di Lahan Padang Rumput UPT Peternakan Universitas Andalas. Buletin Makanan Ternak, 101(1), 25-33.

Juarini, E., et al. (2011). Analisis Daya Dukung Hijauan. Jurnal Agrikultur, 8(1), 45-53.

Murdandi, M., et al. (2020). Pengembangan Usaha Peternakan di Indonesia. Jurnal Agribisnis, 10(4), 205-214.

Nugraha, B. D., Handayanta, E., & Rahayu, E. T. (2016). Analisis Daya Dukung Lahan terhadap Kebutuhan Pakan Ternak Ruminansia di Kabupaten Gunungkidul. Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan, 11(2), 77-86.

Nell, A.J dan D.H.I. Rollinson. (1974), The Requirement and Availability of Livestock Feed in Indonesia. UNDP Project INS/72.009.

Rizal, R., et al. (2022). Keunggulan Kambing sebagai Komoditas Ternak. Jurnal Peternakan Tropis, 15(2), 78-85.

Rusdiana, S., & Praharani, L. (2018). Pengembangan Peternakan Rakyat Sapi Potong: Kebijakan Swasembada Daging Sapi dan Kelayakan Usaha Ternak. Forum penelitian Agro Ekonomi, 36(2), 97-116.

Rusdiana, S., & Praharani, L. (2018). Pengembangan Peternakan Rakyat Sapi Potong: Kebijakan Swasembada Daging Sapi dan Kelayakan Usaha Ternak. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 36(2), 97-116.

Smith, J., & Jones, R. (2021). Thermal stress and its influence on the health and productivity of goats. Journal of Animal Science, 99(5), 2301-2310. https://doi.org/10.1093/jas/skab077

Sodiq, A., Yuwono, P., & Santosa, S. A. (2017). Pengembangan Usaha Kambing Peranakan Etawah di Perdesaan untuk Mendukung Ketahanan Pangan. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 27(1), 1-8.

Sudrajat, S. (2017). Location Quotient: Analisis Potensi Wilayah. Jurnal Ekonomi, 11(2), 159-167.

Sutanto, A., & Hendraningsih, L. (2011). Analisis Kebijakan Pengembangan Peternakan Sapi Potong di Kabupaten Malang. Gamma, 7(1), 1-11.

Syadsali, S., et al. (2021). Peran Subsektor Peternakan dalam Peningkatan Kesejahteraan. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 14(3), 233-241.

Syamsu, J. A., Sofyan, L. A., Mudikdjo, K., & Sa'id, E. G. (2013). Daya Dukung Limbah Pertanian sebagai Sumber Pakan Ternak Ruminansia di Indonesia. Wartazoa, 13(1), 30-37.

Thompson, L., & Rivera, A. (2019). Effects of environmental stressors on dairy goat production and management strategies. Journal of Agricultural and Environmental Sciences, 8(3), 145-158. https://doi.org/10.15640/jaes.v8n3a18

Winarso, B. (2017). Peran Angkutan Laut dalam Meningkatkan Distribusi Ternak Potong dari Daerah Produsen ke Wilayah Konsumen. Jurnal Penelitian Transportasi Laut, 19(1), 76-86.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl. Raja Inal Siregar, Tanggal, Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Tel / fax : (0634) 21696 email : jurnal.peternakan@um-tapsel.ac.id
issn  Cetak  : 2548-3129    issn  Online : 2599-1736

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.