Potensi Limbah Ternak Sapi Sebagai Pupuk Organik Untuk Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia

Firdaus Husein

Abstract


Usaha pertanian yang dijalani kadang mengalami kendala karena pupuk yang digunakan terbilang langka dan mahal di Desa Sumber Mulya sehingga perlu penyuluhan dan pelatihan tentang pemanfaatan limbah ternak sapi terutama feses sapi untuk dijadikan pupuk organik padat yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman perkebunan para petani di Desa Sumber Mulya. Kegiatan ini diawali dengan proses identifikasi area sasaran yakni Desa Sumber Mulya kemudian dilanjutkan dengan observasi dan wawancara langsung dengan warga. Hasil kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik untuk mewujudkan pertanian ramah lingkungan di Desa Sumber Mulya didasarkan pada respons peserta sebagai pelaku pertanian sangat tertarik terhadap materi pelatihan sesuai dengan sasaran dan metode pelatihan. Keberadaan kelompok tani yang menggunakan pupuk organik yang mampu memberikan stimulus kepada masyakat setempat untuk melakukan pembuatan pupuk organik dari limbah ternak. Adanya kelompok tersebut menambah tingkat pendapatan masyarakat meskipun bukan menjadi pekerjaan tetap melainkan pekerjaan sampingan tetapi memiliki asas manfaat yang sangat besar yaitu peningkatan pengetahuan masyarakat yang ada di Desa Sumber Mulya Kecamatan Bulik. Program pengabdian kepada masyarakat dimulai dari survei lokasi, penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik dari bahan dasar feses sapi. Peserta pelatihan juga memiliki antusiasme yang tinggi untuk memperoleh pengetahuan tentang teknologi pengolahan feses sapi menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan.

 

 


Keywords


pupuk organik; feses sapi; pendapatan; masyarakat

References


Affandi. (2008). Pemanfaatan Urine Sapi yang Difermentasi sebagai Nutrisi Tanaman. Yogyakarta : Kanisius.

BPS. (2019). Kecamatan Bulik dalam Angka 2019. Bulik : Badan Pusat Statistika Kabupaten Lamandau.

Huda, S., dan Wikanta, W. (2017). Pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik sebagai upaya mendukung usaha peternakan sapi potong di Kelompok Tani Ternak Mandiri Jaya Desa Moropelang Kec. Babat Kab. Lamongan. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1, 26–35.

Kurniawan, E., Ginting, Z., dan Nurjannah, P. (2017). Pemanfaatan urinee kambing pada pembuatan pupuk organik cair terhadap kualitas unsur hara makro (NPK). Seminar Nasional Sains dan Teknologi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta, 1-2 November 2017. 1- 10.

Nenobesi, D., Mella, W., dan Soetedjo, P. (2017). Pemanfaatan limbah padat kompos kotoran ternak dalam meningkatkan daya dukung lingkungan dan biomassa tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Pangan, 26, 43–55.

Nugraha, P. dan Amini, N. (2013). Pemanfaatan kotoran sapi menjadi pupuk organik. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan, 2, 193–197.

Prihandini, P.W., dan Purwanto, T. (2007). Petunjuk Teknis Pembuatan Kompos Berbahan Kotoran Sapi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Jakarta : Depertemen Pertanian.

Rismunandar. (1992). Hormon Tanaman dan Ternak. Penebar Swadaya. Jakarta.

Subekti, K. (2015). Pembuatan Kompos Ddari Kotoran Sapi (Komposting). Yogyakarta : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada.

Sundari, E. (2012). Pembuatan Pupuk Organik Cair Menggunakan Bioaktivator Biosca dan EM-4. Yogyakarta : Kanisius.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jac.v8i1.11247

Article Metrics

Abstract view : 330 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl. Raja Inal Siregar, Tanggal, Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Tel / fax : (0634) 21696 email : jurnal.peternakan@um-tapsel.ac.id
issn  Cetak  : 2548-3129    issn  Online : 2599-1736

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.