KONDISI TERNAK KERBAU DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA

Boby Arya Putra

Abstract


Salah satu jenis yang terdapat di sub kawasan peternakan adalah kerbau. Kerbau (Bubalus bubalis) merupakan hewan ruminansia besar yang memiliki potensi tinggi dalam menghasilkan daging. Kerbau belum banyak mendapat perhatian dalam hal pemeliharaan, akan tetapi kerbau adalah salah satu hewan yang memiliki berbagai manfaat dan memberikan banyak keuntungan, terutama bagi peternak dan petani (Erdiansyah, 2009). Kerbau telah mendominasi di Lampung hingga tahun 1970-an. Beberapa daerah di Lampung tentunya layak dijadikan sebagai tempat hidup kerbau, jumlah populasi kerbau di Lampung secara umum berkurang dari 23.489 di tahun 2018 menjadi 18.814 pada tahun 2020.Kajian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan menggunakan informasi data dari Dirjen PKH, BPS, Lampung Utara dalam Angka Tahun 2019, dan informasi dari Dinas Pertanian Lampung Utara 2020. Ternak Kerbau di Kabupaten Lampung Utara pada dasarnya belum berkembang di masyarakat, hal ini dibuktikan dengan populasi yang umumnya berkurang dari tahun ke tahun. Terlepas dari peningkatan populasi kerbau  yang tidak relevan di Kabupaten Lampung Utara, ada beberapa masalah yang menyebabkan kemajuan populasi kerbau di Kabupaten Lampung Utara tidak ideal: (1) Bentuk Pemeliharaan Ekstensif; (2) Sulit mengatur pola perkawinan; (3) Rendahnya Pemanfaatan Inovasi; (4) Ketiadaan Aksesibilitas Permodalan; (5) Dukungan Pemerintah. Untuk kemajuan kerbau di Lampung Utara, harus ada dorongan untuk memulai program peningkatan ternak kerbau yang dikelola. Peningkatan ini harus mencakup dukungan, semua pihak (pemerintah, perguruan tinggi, industri, asosiasi ahli, masyarakat, dan media)

Keywords


Kondisi; Kerbau; Lampung Utara

Full Text:

PDF

References


Bamualim, A. dan M. Zulbardi. 2007. Situasi dan keberadaan kerbau di Indonesia. Pros. Semiloka Usaha Ternak Kerbau. Jambi, 22 – 23 Juni 2007. Puslitbang Peternakan, Bogor. hlm. 32 – 39.

BPS. 2020. Statistik Kabupaten Lampung Utara 2020. Badan Pusat Statistik, Kotabumi.

Ditjen PKH. 2020. Statistik Peternakan Hewan 2020. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jakarta.

Erdiansyah E. 2009. Keragaman Fenotif dan Pendugaan jarak Genetik Antara Subpopulasi Kerbau Rawa Lokal di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Prosiding Seminar dan Lokarkarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Peningkatan Peran dalam Mendukung Kebutuhan Daging Nasional. Tana Toraja, 24-26 Oktober 2008. Puslitbang 30 peternakan bekerja sama dengan Direktorat Perbibitan Ditjen Peternakan Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemda Kabupaten Tana Toraja. Bogor Hlm : 55-67.

Lemcke, B. 2010. Production Parameters from Different Breeds. of Water Buffalo in Australia. 9th World Buffalo Congress, Brazil. pp. 1052 – 1057.

Reggeti, J. and R. Rodriguez. 2004. Recent developments of buffalo system in South and North America. Proc. 7th World Buffalo Conggress. 20 – 23 October, 2004.: Makati City, Philippines. pp. 55 – 58.

Rukmana, R. 2003. Beternak Kerbau Potensi dan Analisis Usaha. Aneka Ilmu, Semarang.

Susilorini, E. T. 2010. Budi Daya 22 Ternak Potensial. Penebar Swadaya. Jakarta.

Shantosi, A. 2010. Perkembangan Ternak Kerbau. http://ww.ditjennak.go.id. buletin. Diakses juli 2017.

Talib, C. 2008. Kerbau Ternak Potensial yang dianak tirikan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor.

Winartha, I Made, 2006. Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi. Andi Offset, Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/jac.v7i1.10145

Article Metrics

Abstract view : 639 times
PDF - 507 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl. Raja Inal Siregar, Tanggal, Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Tel / fax : (0634) 21696 email : jurnal.peternakan@um-tapsel.ac.id
issn  Cetak  : 2548-3129    issn  Online : 2599-1736

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.