PELAKSANAAN BIMBINGAN PRIBADI UNTUK MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN SISWA

Yuliana Nelisma, Wahidah Fitriani

Sari


Bimbingan dan konseling pada dasarnya merupakan suatu upaya pemberian bantuan untuk mewujudkan perkembangan manusia secara optimal baik itu individu maupun kelompok. Pelaksanaan bimbingan pribadi untuk mengembangkan kemandirian siswa perlu diperhatikan dengan keberhasilan siswa dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan dan mampu menceritakan masalahnya kepada guru BK, pelaksanaan bimbingan pribadi usaha guru BK dalam memberikan bantuan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kemandirian suatu sikap seorang anak yang mampu untuk bertindak bebas melakukan sesuatu atas dorongan sendiri untuk kebutuhannya sendiri tanpa adanya bantuan dari orang lain maupun befikir serta bertindak secara kreatif sehingga mempunyai rasa percaya diri dalam belajar. Masalah yang terjadi di SMAN 2 Aceh Barat Daya bahwasannya siswa sering terjadi keributan dikelas apabila guru tidak masuk mengajar di kelas, adanya keributan dari siswa-siswi yang malas belajar untuk menganggu teman-temannya yang sedang belajar dan membuat tugas yang belum diselesaikan, terkadang ada juga siswa yang malas belajar tersebut membuat keributan diluar kelas sehingga memicu siswa-siswi lain untuk keluar kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan bimbingan pribadi untuk mengembangkan kemandirian siswa di SMAN 2 Aceh Barat Daya, untuk mengetahui metode mengembangkan kemandirian siswa di SMAN 2 Aceh Barat Daya dan untuk mengetahui kendala-kendala apasaja yang dihadapi guru dalam bimbingan pribadi untuk mengembangkan kemandirian siswa di SMAN 2 Aceh Barat Daya. Jenis penelitian yang digunakan bersifak kualitatif, metode pengumpulan datadigunakan dengan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi, dan yang menjadi subjek ini adalah tiga orang guru BK, 30 siswa SMAN 2 Aceh Barat Daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK sangat berperan penting disekolah dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling seorang guru BK sangat menetukan masa depan siswa dalam mengembangkan kemandirian siswa dalam bidang belajar untuk mewujudkan potensi belajarnya yang berkaitan dengan pelaksanaan bimbingan pribadi sehingga tercapainya tujuan pendidikan yang menghasilkan peserta yang cemerlang dan mempunyai karakter yang unggul. Kendala- kendala yang ditemukan yaitu siswa merasa segan untuk masuk keruang BK untuk menjumpai guru BK, ruang BK belum terlalu memadai, guru BK di anggap sebagai polisi sekolah.

Kata Kunci


Bimbingan dan Konseling

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Achmad Juntika Nurihsa,2006. Bimbingan & Konseling Dalam Berbagai Latar Kehidupan, Cet 2, Bandung : PT Aditama.

Rakhman Natawijaya. (1972) Bimbingan Pendidikan dalam Sekolah. Semarang: IKIP.

Tohirin. (2017). Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Walgito, B. (2004). Bimbingan dan Konseling Studi dan Karir. Yogyakarta: Andi Offset.

Wina Sanjaya, (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana.

Winkel, W. S., & Hastuti, M. S. (2005). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Media Abadi




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/ristekdik.2021.v6i2.219-222

Article Metrics

Sari view : 368 times
PDF - 223 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

Ristekdik (Jurnal Bimbingan dan Konseling)
ISSN 2541-206X (online), ISSN 2548-4311 (print)
Email: ristekdik@um-tapsel.ac.id

Ristekdik (Jurnal Bimbingan dan Konseling) is indexed by:

pkpp.png

Ristekdik (Jurnal Bimbingan dan Konseling) licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.