(2) Ulfa Nikmatia
(3) Zakiyah Nasution
*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tanaman rimpang enkapsulasi (sari temu kunyit, sari temu kunyit putih, sari temu lawak dan sari temu ireng) pada ransum terhadap performa ayam broiler. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan, yaitu P1 : Ransum komplit (tanpa penambahan sari rimpang enkapsulasi), P2 : Ransum komplit (penambahan 0,80% sari kunyit enkapsulasi), P3 : Ransum komplit (penambahan 0,80% sari kunyit putih enkapsulasi), P4 : Ransum komplit (penambahan 0,80% sari temulawak enkapsulasi), P5 : ransum komplit (penambahan 0,80% sari temu ireng enkapsulasi). Parameter yang diamati yaitu pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian sari tanaman rimpang enkapsulasi terhadap konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan ayam broiler berbeda nyata (P<0,05), sedangkan konversi ransum berbeda tidak nyata (P>0,05). Oleh karena itu pemberian beberapa sari tanaman rimpang (sari temu kunyit, sari temu kunyit putih, sari temu lawak, dan sari temu ireng) sebagai feed aditif alami dapat ditambahkan pada ransum ayam broiler guna untuk meningkatkan konsumsi dan pertambahan bobot badan serta bisa mempertahankan konsumsi ransum. KeywordsAyam Broiler; Tanaman rimpang enkapsulasi; Pertambahan Bobot Badan; Konsumsi Ransum
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jas.v10i1.23270 |
Article metrics10.31604/jas.v10i1.23270 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Adi, R. 2009. Efektivitas betain pada pakam ayam broiler rendah metionin berdasarkan parameter berat badan dan karkas. Fakultas Pertanian, Universitas Sebalas Maret, Solo.
Anggorodi, R. 1995. Nutrisi aneka ternak ungags. PT.Gramedi Pustaka Utama, Jakarta.
Badan Pusat Statistik. 2025. Produksi ayam pedaginng menurut provinsi, https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDg4IzI=/broiler-meat-production-by-province. Diakses tangal 2 Februari 2025.
Bintang, I, K. and A.G.Nataamijaya. 2005. Pengaruh penambahan tepung kunyit (Curcuma domestica Val) dalam ransum broiler. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 12-13 September 2005 Puslitbang Peternakan, Bogor : 733-736.
Hartati,S.Y.2013. Khasiat kunyit sebagai obat tradisional dan manfaat lainnya. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri. 19 (2) : 5-9.
James, R. G. 2004. Modem livestock and poultry production. 7th Edition. Thomson Delmar Learninng Inc. FFA Activities, London.
Nahrowi dan Jayanegara A. 2014. Performan ayam broiler yang diberi pakan aditif asal tanaman sebagai alternatif antibiotic [Laporan Akhir] Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Fakultas Peternakan, Intitut Pertanian Bogor. Bogor.
Montesqrit dan Mirzah. 2015. The effect of addition of fish oil microencapsules for carcass quality and meat cholesterol level from local broiler duck of West Sumatera Indonesia. World’s Poultry Science Journal.
Murwani, R. 2010.Broiler modern. Widya Karya. Semarang (ID).
Rasyaf, M. 2004. Beternak ayam pedaging. Penebar Swadaya, Jakarta.
Steel, R. G. D dan J.H.Torrie. 1991. Prinsip dan prosedur statistika. Edisi ke-4. Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
(Diterjemahkan oleh B. Sumantri).
Wahju, J. 1997. Ilmu nutrisi ungags. Cetakan keempat. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Waldroup P. W, Rondon E. O dan Fritts C.A. 2003. Comparison of Bio-Mos and antibiotic fedding programs in broiler diets containing copper sulfate. International Journal of Poultry Science 2 (1) : 28-31.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl. Raja Inal Siregar, Tanggal, Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Tel / fax : (0634) 21696 email : jurnal.peternakan@um-tapsel.ac.id
issn Cetak : 2548-3129   issn Online : 2599-1736

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






Download