Kualitas Interior dan Eksterior Telur Setelah Diberikan Ransum Rendah Protein (Low Crude Protein Diets)

(1) Desiria Gea Mail (Universitas Graha Nusantara, Indonesia)
(2) Zakiyah Nasution Mail (Universitas Graha Nusantara, Indonesia)
(3) * Doharni Pane Mail (Universitas Graha Nusantara, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas interior   (albumen,   yolk dan haugh unit) dan kualitas eksterior (berat telur dan ketebalan kerabang/thickness) telur ayam layer setelah diberikan ransum rendah protein. Penelitian tersebut dilaksanakan selama 14 hari selama periode koleksi telur dan pengujian secara berkala. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yang terdiri dari R0 (Ransum dengan Protein Kasar 17%), P1 (Ransum dengan Protein Kasar 15%). Penelitian ini menggunakan alat pengujian kualitas interior dan eksterior yakni Egg Analyzer Unit (EAU) Orka Food Technology Ltd, UT 84010, USA. Variabelyang diamati adalah skor kuning telur,tinggi albumen, kekuatan kerabang dan ketebalan kerabang telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum dengan protein yang diturunkan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kualitas interior dan eksterior telur yang dihasilkan. Kesimpulan pada penelitian ini yakni kualitas telur yang dihasilkan dengan pemberian ransum standar setara dengan ayam diberi ransum dengan protein yang diturunkan (low crude protein diets).


Keywords


Eksterior; Interior; Kualitas Telur; Telur

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jas.v9i1.18959
      

Article metrics

10.31604/jas.v9i1.18959 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Buckle KA, Edward RA, Fleet GH, Wooton M. 1987. Ilmu Pangan. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Cotteril, O. J., dan A. R. Winter. 1954. Egg White Lysozyme. 1). Relative lysozyme activity in fresh eggs having low and high interior quality. Poultry Sci. 33: 607-611.

Djanah, D. 1990. Kualitas ekternal telur ayam petelur yang mendapat pakan dengan penambahan tepung ikan fermentasi menggunakan isolat produser antihistamin. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol. 1 (2):44-55.

Dudung, A. M. 1991. Memelihara ayam kampung sistem battery, Kanisius, Jakarta.

Elvira, S., Soewarno T. Soelcarto dan S. S. Mansjoer. 1994. Studi komparatif sifat mutu dan fungsional telur puyuh dan telur ayam ras. Hasil Penelitian. Bul. T& dan Indwb.I P m, Vd. V no. 3. Tir. 1994.

Fletcher, D. L. 1973. Anevaluation of the A.O.A.C. method of yolk colour analysis. Poultry Sci. Guide. 2005. Layer Isa Brown Management Genetics Co Box Meer Netherlands. EU.

Hargitai, R., R. Mateo, J. Torok. 2011. Shell thickness and pore density in relation to shell colouration female characterstic, and enviroental factors in the collared flyctcher Ficedula albicollis. J. Ornithol. 152:579-588.

Hendrix Genetic Company. 2006. Layer Management Guide. Isa Brown, A Hendrix Genetic Company. Franc.

Karunajeewa, H. 1972. Effect of protein and energi lever on laying performance of strain of different body weight. Australian Journal of Experiment Agriculture and Animal Husbandry, 12:385-391.

Latifah, R. 2007. The increasing of afkir duck’s egg quality with pregnant mare’s serum gonadotropin (pmsg) hormones. The way to increase of layer duck. 4:18.

National Research Council (NRC). 1994. Nutrient Requirement Of Poultry, 9th RevisedEdition. National Academy Press, Washington DC.

Nobel. 1995. Yield and cutting of pekin and muscovy ducks. In: 6th Eur. Symp Poultry Meat Quality, Ploufragan, 352-360.

North, M.O. And D.D Bell. 1990. Commercial Chicken Production Manual. 4th Edition. Published By Van Nostrand Reinhald, New York.

North, MO. 1984. Comercial chicken production manual. 3 rd. AVI Publishing Company Ine. Wesport. Connecticut.

Nuryati, T. 2002. Sukses menetaskan telur ayam. Penebar Swadaya, Jakarta.

Kurtini, T., K. Nova., dan D. Septinova. 2014. Produksi Ternak Unggas. Anugrah Utama Raharja (AURA). Bandar Lampung

Oluyemi, J.A. And R. H. Harms. 1978. Decreasing egg weight by energi or protein restriction and energi requirement for repletion. British Poult Sci. 19:85-91.

Pertanian, K. 2019. Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2019. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kementerian Pertanian RI. Jakarta.

Riyanto, A. 2001. Sukses menetaskan telur ayam. Agromedia Pustaka, Jakarta. Romanoff, A. I. dan A. J. Romanoff. 1963. The Avian Egg. Jhon Willey and Sons. Inc, New York.

Saputri, K. W. 2011. Efektivitas Pengawetan dengan Mengguna kan Minyak Kelapa dalam Mem pertahankan Kualitas Telur Ayam Ras Petelur. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.

Sudaryani, T. 2003. Kualitas Telur. Penebar Swadaya. Cetakan ke-4. Jakarta. Stadelman, W. J., dan O.J. Cotterill. 1977. Egg science and technology, 2nd Ed. Avi Publishing Company Inc. West Port Connecticut.

Stadelman, W. J., dan O.J. Cotterill. 1995. Egg Science and Technology. The Avi Publishing, Westport. Connecticut.

Steward, G.F. and J. C. Abbott. 1972. Marketing Eggs and Poultry.Third Printing. Food and Agricultural Organization (FAO) the United Nation, Rome.

Widyantara, P. R. A., G. K. Dewi, dan I. N. T. Ariana. 2017. Pengaruh Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Telur Konsumsi Ayam Kampung dan Ayam Lohman Brown.Majalah Ilmiah Peternakan, 20(1), 5-11.

Winarno, F. G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia. Jakarta Yuwanta, T. 2004. Dasar Ternak Unggas. Kanisius. Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Jl. Raja Inal Siregar, Tanggal, Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Tel / fax : (0634) 21696 email : jurnal.peternakan@um-tapsel.ac.id
issn  Cetak  : 2548-3129    issn  Online : 2599-1736

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.