Remaja dan Pendidikan Seks

ADE MARTA PUTRA

Sari


Pendidikan seks dipandang oleh remaja sebagaisesuatu hal yang menarik, bernilai positif, serta bermanfaat bagi mereka dalammembantu persoalan hidup remaja. Melalui pendidikan seks remaja mampumengarahkan perilaku seksualnya agar tidak menyimpang dari norma yang adaserta dapat terhindar dari hal-hal yang negatif. Dengan kata lain remajamemandang pendidikan seks sebagai alat untuk mencegah terjadinyapenyalahgunaan seks. Remaja menganggap pendidikan seks mampu menjawabkeingintahuan dan rasa penasaran mereka akan segala hal yang berkaitan denganseks. Oleh karena itu remaja menganggap pendidikan seks sebagai suatukebutuhan dan mereka tidak tabu. Sumber pendidikan seks yangdigunakan oleh remaja adalah media massa baik media cetak seperti koran,majalah, dan buku maupun media elektronik seperti televisi dan internet sertateman sebaya atau peer group. Remaja banyak mendapatkan informasi dan pengetahuan seks dari media massa dan teman sebaya karena sumber pendidikantersebut dapat memberikan transparan pada mereka. Pendidikan seks justru tidak didapat remaja dari lingkungan keluarga ataupun sekolah. Pengetahuan seputar seks yang dicari dan dibutuhkan oleh remaja adalah pengetahuan tentang HIV AIDS, menstruasi, penyakit kelamin, dampak atau resiko melakukan seks bebas, proses reproduksi atau hubungan seks dan gaya pacaran sehat.

Kata Kunci: Remaja, Pendidikan Seks.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdullah Nashih Ulwan dan Hassan Hathout. 1992. Pendidikan Anak Menurut Islam Pendidikan Seks. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Alimatul Qibtiyah. 2006. Paradigma Pendidikan Seksualitas. Penerbit Kurnia Kalam Semesta.

Bambang Mulyono. Y. 1993. Mengatasi Kenakalan Remaja. Yogyakarta:

Yayasan Andi . 1997. Pendekatan Analisis Kenakalan Remaja dan Pendekatannya. Yogyakarta: Kanisius

Bimo Walgito. 1997. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset.

Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Yogyakarta : Andi Offset. Bgd. Armaidi Tanjung. 2007. Free Sex No Nikah Yes. Jakarta : Amzah.

Burhan Bungin. 2001. Erotika Media Massa. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2007. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Burhanuddin Salam. 2005. Pengantar Filsafat. Jakarta : Bumi Akasara Deddy Mulyana & Jalaludin Rakhmat. 1998. Komunikasi Antarbudaya. Bandung: Remaja Rosdakarya. Didik Hermawan. 2007. Ngerumpi Sex Yuk. Solo : Smart Media.

Dimyati Mahmud. 1990. Psikologi Pendidikan: suatu Pendekatan Terapan. Yogyakarta: BPFEE

Elizabeth Hurlock. 2000. Psikologi Perkembangan. Jakarta : PT Erlangga. George Ritzer. 2004. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Hikmat Budiman. 2002. Lubang Hitam Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Idi Subandi Ibrahim. 1997. Estacy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. Bandung: Penerbit Mizan.

I Nyoman Sukma Arida, dkk. 2005. Seks dan Kehamilan Pranikah. Yogyakarta: Iniversitas Yogyakarta.

Irwan Abdullah. 2006. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jalaludin Rakhmat. 2007. Psikologi Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Kartini Kartono. 1990. Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan). Bandung : Mandar Maju.

Lexy. J. Moleong. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja.] Marzuki Umur Sa’abah. 2001. Perilaku Seks Menyimpang dan Seksualitas Kontemporer Umat Islam. Jogjakarta : UII Press.

Moh. Nasir. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Monks F.J, dkk. 1991. Psikologi Perkembangan Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya.


Article Metrics

Sari view : 38 times
PDF - 37 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Ristekdik (Jurnal Bimbingan dan Konseling)
ISSN 2541-206X (online), ISSN 2548-4311 (print)
Email: ristekdik@um-tapsel.ac.id

Ristekdik (Jurnal Bimbingan dan Konseling) is indexed by:

pkpp.png

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.