STRATEGI KPU KOTA PEKANBARU DALAM MENINGKATKAN ANGKA PARTISIPASI PEMILIH DALAM PILWAKO TAHUN 2017

(1) * Fitri Andriani Mail (Program Magister Konsentrasi Tata Kelola Pemilu , Universitas Andalas, Padang, Indonesia, Indonesia)
(2) Emeraldy Chatra Mail (Program Magister Konsentrasi Tata Kelola Pemilu , Universitas Andalas, Padang, Indonesia, Indonesia)
(3) Syahrizal Syahrizal Mail (Program Magister Konsentrasi Tata Kelola Pemilu , Universitas Andalas, Padang, Indonesia, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Partisipasi pemilih menjadi salah satu indikator sebuah hasil pemilihan umum dengan derajat legitimasi yang kuat. Angka partisipasi seringkali menjadi acuan bagi penyelenggara pemilu apakah pemilu yang diselenggarakannya memiliki daya Tarik yang kuat kepada warga negara untuk terlibat di dalamnya. Tidak heran jika kemudian KPU sebagai penyelenggara pemilu memandang angka partisipasi sebagai nominal yang akan selalu diusahakan meningkat dari pemilu ke pemilu. Question Researchny adalah bagaimana strategi KPU Kota Pekanbaru dalam meningkatkan angka partisipasi pemilih?. Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota tahun 2017 berjalan dengan lancar dan damai. Firdaus-Ayat Cahyadi keluar sebagai pemenang pesta demokrasi yang diselenggarakan dalam sekali limatahun itu. Dalam Pilwako kali ini angka partisipasi pemilih hanya 51,9% tentunya ini masih jauh dari angka yang diharapkan dan sudah dipatok oleh KPU RI yaitu 77,5%. KPU Kota Pekanbaru sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mendongkrak angka partisipasi pemilih ini sehingga target nasional tercapai. KPU Kota Pekanbaru menggunakan strategi on dan strategi off. Strategi on  adalah dengan memaksimalkan fungsi ICT dan pemanfaatan media social dalam bersosialisasi. Sedangkan strategi off adalah strategi konvensional yang selalu digunakan oleh hampir semua KPU yang ada di Indonesia yaitu dengan cara memasifkan sosialisasi di instansi-instansi, sosialisasi melalui ceramah-ceramah pemuka agama di masjid dan mushallah, sosialisasi ke kampus-kampus dan institusi pendidikan lainnya, sosialisasi di mall-mall, jalan raya, tempat keramian, memaksimalkan fungsi FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), membuat Focus Discussion Group (FGD), Membuat diskusi-diskusi komunitas seperti Komunitas Buzzer Pekanbaru, MDI, Mahasiswa, iklan dan ajakan di media massa, poster dan baliho yang disebarkan di masyarakat.

 Key word: KPU Pekanbaru, Pilkada, Partisipasi Pemilih


   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v6i2.2019.238-252
      

Article metrics

10.31604/jips.v6i2.2019.238-252 Abstract views : 3 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Andrew Ellis, et al., Engaging the Electorate Inhabitants to Promote Voter Turnout from Around the World, (Stockholm: International IDEA, 2006).

David H. Hopman, Christian Elmelund-Prastekaer, Erik Albaek, Rens Vligenthart, dan Claes H. de Vreese, Party Media Agenda-setting: How Parties Influence Election News Coverage, dalam Party Politics, Volume 18, Nomor 2 , edisi Maret 2012, h. 173-192.

Husein, Harun. (2014). Pemilu Indonesia, Fakta, Angka, Analisis, dan Studi Banding. Jakarta: Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi

Civic and Voter Education, ACE The Electoral Knowledge Network; dan Yerevan, The Concepts of Civic Education, Electoral Education and Voter Awareness, (Stockhold, Swedia: Internasional IDEA, 2006). Sebagaimana dikutip oleh Surbakti, Ramlan., & Supriyanto, Didik. (2013). Partisipasi Warga Masyarakat Dalam Proses Penyelenggaran Pemilihan Umum. Jakarta: Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan.

John H. Aldrich and Kathleen M. McGraw, Eds., Improving Public Opinion Surveys: Interdisciplinary Innovation and the American National Election Studies, (Princeton: Princeton University Press, 2012).

Indeks Demokrasi Indonesia yang diterbitkan atas kerjasama Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, BPS, dan UNDP, 2013

Junaidi, Veri. (2013). Pelibatan dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan Pemilu. Jakarta: Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)

Kompas. Pemilih Pemula Diincar Parpol, edisi Kamis 24 Oktober 2013, h. 2.

Mar’iyah, Chusnul. 2012. Menggugat Politik Dinasti dalam Pemerintahan Indonesia, Jurnal Ilmu Pemerintahan, Hal, 64

Melissa Estok, Neil Nevitte dan Glen Cowan, The Quick Count and Election Observation: An NDI Guide for Civil Organizations and Political Parties, (Washington, DC: NDI for International Affairs, 2002).

Ramadhanil, Fadli., Junaidi, Veri., & Ibrohim. (2015). Desain Partisipasi Masyarakat Dalam Pemantauan Pemilu. Jakarta: Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan di Indonesia atas kerjasama dengan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Rafael Lopez Pinto dan Maria Gratschew, Voter Registration and Inclusive Democracy: Analyzing Registration Practice Worldwide, tanpa penerbit dan tahun;

Samuel P. Huntington, The Third Wave: Democratization in the Late. Twentieth Century (University of Oklahoma Press, 1991 - first paperback printing, 1993)

Surbakti, Ramlan & Karim, Abdul Gaffar. (2014). Integritas Pemilu 2014; Kajian Pelanggaran, Kekerasan, dan Penyelahgunaan Uang pada Pemilu 2014. Jakarta, Kemitraan Bagi Pembaruan Tata Pemerintah

Surbakti, Ramlan., & Supriyanto, Didik. (2013). Partisipasi Warga Masyarakat Dalam Proses Penyelenggaran Pemilihan Umum. Jakarta: Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.