IMPLEMENTASI GREEN INDUSTRY PADA KAWASAN BERIKAT

(1) * Herman Wily Mail (Universitas Sumatera Utara, Indonesia)
(2) Irsad Irsad Mail (Universitas Sumatera Utara, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Kawasan berikat merupakan salah satu fasilitas yang diberikan pemerintah dalam sektor industri manufaktur. Kontribusi perusahaan kawasan berikat terhadap perekonomian negara selalu meningkat baik terhadap produk domestik bruto, penerimaan negara dari sektor perpajakan, peningkatan investasi, dan penyerapan tenaga kerja. Selain berkontribusi terhadap perekonomian negara, pertumbuhan kawasan berikat juga berkontribusi terhadap penurunan kualitas lingkungan. Oleh karena hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan konsep yang lebih baik dalam pengembangan kawasan berikat yaitu berdasarkan konsep green industry. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan kondisi perusahaan kawasan berikat di Kota Medan dan Deli Serdang sebagai objek penelitian. Penerapan konsep green industry pada kawasan berikat selain berdampak positif kepada lingkungan, juga akan tetap berpengaruh positif terhadap perekonomian negara dari peningkatan keuntungan perusahaan sebab adanya green satisfication dan green loyalty konsumen. Penerapan green industry pada kawasan berikat dapat terwujud dengan adanya peran serta pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, serta masyarakat konsep atau dikenal dengan Quadruple Helix.  


Keywords


Green Industry; Kawasan Berikat; Quadruple Helix

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v10i1.2023.126-132
      

Article metrics

10.31604/jips.v10i1.2023.126-132 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Amaranti, R., Irianro, D., & Govindaraju, R. (2017). Green Manufacturing: Kajian Literatur. Seminar dan Konferensi Nasional IDEC 2017. Surakarta 8-9 Mei 2017.

Arsyad, Lincolin. (2016). Ekonomi Pembangunan. Edisi V. Yogyakarta: UPP STIM YPKN.

Firmansah, L. N, Welsa, H. & Ningrum, N.K. (2021). Pengaruh green brand image, green satisfaction, dan green trust terhadap green loyalty. Journal FEB UNMUL.18(4):834-839.

Handayani, N.A. & Ariyanti, D. (2012). Potency of Solar Energy Applications in Indonesia.Int. Journal of Renewable Energy Development (IJRED).1(2):33-38.

Jhingan, M.L. (2016). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Nabila, R. & Arinta, Y.N. 2020. Development Green Economy Model For Welfare Indonesia. Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (SENTRINOV) Ke-6.

Prasetyo, A.S. (2021). Penerapan Kebijakan Green Economy Pada 7 Sektor Industri Kecil & Menengah Di Jawa Timur. Universitas Trunojoyo Madura.

Purwoto, B.H., dkk. (2000). Efisiensi Penggunaan Panel Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif. Jurnal Teknik Elektro. 18(1):10-14

.

Sugianto, Ribut & Arfin. (2022). Mengenal Fasilitas Kawasan Berikat. Jakarta: Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Supriyanto, R., dkk. (2019) Consumer Behavior Model for Green Product Consumption: Determinant and Impact of Green Satisfaction on Green Loyalty.The 5th Conference on Communication, Culture and Media Studies. Yogyakarta 14-16 April 2019.

Todaro, M.P. & Smith, S.C. (2006) Pembangunan Ekonomi. Edisi 9. Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Wibowo, I.D., Purwanto, & Suherman. (2020). Implementasi Industri Hijau pada Perusahaan Kertas. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Hijau dan Perizinan: Diplomasi, kesiapan perangkat dan pola standarisasiâ€. Semarang 2 Desember 2020.

Widyantoro, Sigit. (2017). Implementasi Kerjasama Indonesia dan jepang dalam Kebijakan Green Industry. Jurnal Bisnis Dan Manajemen. 5(1):95-106.

Zulkifli, Arif. (2020). Green Industry. Jakarta: Salemba Teknika.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.