REPRESENTASI MASKULINITAS TOKOH UTAMA DALAM FILM LIVE ACTION MULAN

(1) * Jessica Wiguna Mail (Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia)
(2) Herlina Suksmawati Mail (Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Isu terkait dengan kesetaraan gender dan maskulinitas yang melekat para perempuan masih menjadi topik yang krusial di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana representasi maskulinitas Disney Princess dalam Film Live Action Mulan. Tidak hanya sebagai film Disney sederhana seperti pada umumnya yang menceritakan kehidupan seorang princess dengan ciri feminism lainnya, tetapi dalam film ini ada cerita yang lebih besar dan lebih dalam bahwa Film Live Action Mulan ingin mendobrak dominasi laki – laki di Tiongkok di mana laki-laki selalu dianggap lebih unggul dari perempuan dengan menghadirkan sisi maskulinitas dalam salah satu sosok karakter Disney princess. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ditemukan representasi maskulinitas Disney princess dapat dilihat dari unsur penampilan, pakaian atau kostum, make up, lingkungan, gesture, dan ekspresi. Tokoh Mulan digambarkan sebagai sosok princess yang pandai menunggang kuda, dapat memimpin jalannya perang, menggunakan senjata dengan baik, dan dapat melindungi serta menyelamatkan rekan prajurit, Kaisar, dan dinasti. Mulan tidak membutuhkan sosok pangeran seperti princess pada umumnya karena Mulan dapat menjadi sosok seorang princess yang dapat diandalkan. Telah terjadi pergeseran moderat dalam penggambaran tokoh princess klasik ke princess kontemporer dengan sosok perempuan yang cantik dan superior yang diwakilkan oleh tokoh Mulan.

Keywords


Representasi, Maskulinitas, Disney princess, Film Live Action Mulan.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v9i10.2022.3731-3745
      

Article metrics

10.31604/jips.v9i10.2022.3731-3745 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Asri, R. (2020). Membaca Film Sebagai Sebuah Teks: Analisis Isi Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI).†Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 1(2), 74. https://doi.org/10.36722/jaiss.v1i2.462

Bossler, Beverly. (2017). Gender & Chinese History : Transformative Encounters. Seattle: University of Washington Press

Fathurizki, A., & Malau, R. M. U. (2018). Pornografi Dalam Film : Analisis Resepsi Film “Men, Women & Children.†ProTVF, 2(1), 19. https://doi.org/10.24198/ptvf.v2i1.11347

Hoed, Benny, J. (2011). Semiotika dan Dinamika Sosial Budaya. Komunitas Bambu.

Lips, Hillary. (2020). Sex & Gender: An Introduxction.

Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif (cetakan 36). PT. Remaja Rosdakarya Offset.

Ria, K. D., Studi, P., Komunikasi, I., Ilmu, F., Dan, S., & Tunggadewi, U. T. (2021). Identitas Perempuan Pada Film Mulan Live Action ( Analisis Wacana Sara Mills ). 1–15.

Salsabil, L. S. (2019). Analisis Makna Perempuan Maskulin Pada Film Disney Brave Dan Moana. DIALEKTIKA KOMUNIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Pembangunan Daerah, 7(2), 157–174. https://doi.org/10.33592/dk.v7i2.368

Sawyer, N. (2013). Feminist Outlooks at Disney Princess‘s. James Madison University. Np. Web, 13, 1–19. http://www.jmu.edu/commstudies/conflictanalysis/wm_library/SawyerFinal.pdf

Sobur, A. (2009). Semiotika Komunikasi (Cetakan Ke). PT. Remaja Rosdakarya.

Subardja, N. C., & Arviani, H. (2021). Representasi Postfeminime dalam Film; Intelektualitas, Kepemimpinan dan Kedudukan Princess “Mulan.†Representamen, 7(02), 46–61. https://doi.org/10.30996/representamen.v7i02.5725

Vera, N. (2014). Semiotika dalam Riset Komunikasi. Ghalia Indonesia.

Wibowo, I. S. W. (2013). Semiotika Komunikasi 2 : Aplikasi Praktis Bagi Penelitian dan Skripsi Komunikasi. Mitra Wacana Media.

Yunizar, C. H. (2014). Wacana Perempuan Dalam Film Animasi Disney Princess “Brave.†Jurnal Commonline Departemen Komunikasi, 3(3), 684–695.

https://en.wikipedia.org/wiki/The_Walt_Disney_Company

https://princess.disney.com/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.