(2) Renny Nurhasana
*corresponding author
AbstractPerkembangan wilayah perkotaan terjadi setiap tahunnya dan berimplikasi terhadap kebutuhan fasilitas dan utilitas yang berada disekitarnya. Perkembangan jumlah masyarakat/penduduk yang tidak diikuti dengan perkembangan fasilitas serta utilitas yang memadai tentu akan mengakibatkan defisit dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat tersebut. Terdapat isu terkait terbatasnya penawaran (supply) air yang ada di wilayah DKI Jakarta yang disebabkan oleh bertambahnya jumlah penduduk, terbatasnya supply air baku dari luar kota DKI Jakarta, tingginya tingkat pencemaran sebagai sumber air permukaan, eksploitasi air secara besar-besaran, dan berkurangnya daerah tangkapan air akibat menurunnya jumlah wilayah serapan. Artikel ini dimaksudkan untuk menganalisa bagaimana kualitas air minum yang ada di Jabodetabek berdasarkan data sekunder yang didapatkan dari Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) dan keterkaitannya dengan kondisi sosial, ekonomi, dan demografi rumah tangga. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan sumber data berasal dari data sekunder (Data Susenas). Analisis menggunakan Regresi Logistik Multinomial. Hasil menunjukkan terdapat 93,92% rumah tangga Jabodetabek terdapat mengakses air minum layak pada tahun 2017. Namun masih terdapat 55,755 rumah tangga (6,08%) di wilayah Jabodetabek yang tidak mendapatkan akses air minum layak. Adapun faktor yang mempengaruhi Rumah tangga dengan karakteristik tidak dapat mengakses air minum layak secara fisik adalah jenis kelamin laki-laki sebagai kepala rumah tangga, anggota rumah tangga yang berjumlah kurang dari 4 (<4), status dari pendidikan kepala rumah tangga yang tidak memiliki ijazah/tidak sekolah, status pekerjaan tidak bekerja, pelaku non-migran baik pada status migran risen (perbedaan alamat tempat tinggal pada saat pencacahan dengan tempat 5 tahun lalu)  dan migran lifetime (seumur hidup). Analisis regresi menunjukkan faktor seperti jumlah dari anggota rumah tangga art>4, pekerjaan dari kepala rumah tangga, pendidikan terakhir, dan faktor jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap ketersediaan air minum layak secara fisik di wilayah Jabodetabek.  KeywordsAir Minum, Kualitas Fisik, Jabodetabek, SUSENAS.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v8i8.2021.2664-2679 |
Article metrics10.31604/jips.v8i8.2021.2664-2679 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Aris. Tauriatory. 2018. Faktor yang Mempengaruhi Angka Harapan Hidup di Sulawesi Selatan. Universitas Hasanuddin Makassar.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). 2019. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RJPMN) 2020-2024.
Barus, Prima Candra. (2012). Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi dan Demografi terhadap Penggunaan Sumber Air Minum dan Sanitasi Serta Kaitannya dengan Kejadian Diare di Provinsi Banten [Skripsi]. Jakarta: Politeknik Statistik STIS.
BPS RI. 2018. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2017. Jakarta.
Beni â„¢ et al. 2014. Pengaruh Faktor-Faktor Sosial Ekonomi terhadap Perilaku Pengelolaan Sampah Domestik di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan 12(2).
Greene, W. H. 2000. Econometrics Analysis (4 th Edition). New Jersey: Prentice Hall.
Hudori, Muhammad. 2018. Standar Pelayanan Perkotaan (SPP) dalam Rancangan Peraturan Pemerintah Tentang Perkotaan. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Izzati, Yuni. 2013. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dan Pendapatan Kepala Keluarga dengan Tingkat Penyediaan. Universitas Negeri Semarang. Semarang.
Irawati, Dian. 2013. Faktor Karakteristik yang Berpengaruh Terhadap Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Desa Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto. Hospital Majapahit.
Mantra, Ida Bagus. 2003. Demografi Umum. Jakarta: Pustaka Raja.
Mubarak, Wahidiqbal. 2009. Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Notoatmodjo, S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nguyen, Loc Duc, Katharina, Ulrike. 2013. Rural-Urban Migration, Household Vulnerability, and Welfare in Vietnam. Leibniz University Hannover, Germany
Puspitawati, Herein. 2018. Analisis Gender Terhadap Kebiasaan makan dan Faktor Faktor yang mempengaruhi Perilaku Positif Pelajar Sekolah Menengah di Kota Bogor. Media Gizi & Keluarga Juli, 32 (1): 74-86.
Put, Pande. 2018. Pengaruh Pendapatan, Jumlah Anggota keluarga, dan Pendidikan Terhadap Pola Konsumsi Rumah Tangga Miskin di Kecamatan Gianyar. Universitas Udayana. Bali.
Ratnasari, V. 2021. Estimasi Parameter dan Uji Signifikansi Model Probit Bivariat. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Ramdyasari, Intan. 2014. Pengolahan Air Sumur Menjadi Air Siap Minum Melalui Proses Reverse Osmosis. Politeknik Negeri Sriwijaya.
Raju, B.S.N. 1995. Water Supply and Wastewater Engineering. Tata McGraw-Hill.
Sidabutar, Noviyati. 2020. Analisis Tingkat Kelayakan Fasilitas Pembuangan Tinja Pada Rumah Tangga di Provinsi DKI Jakarta. Universitas Indonesia. Jakarta.
Sukirno, Sadono. 2005. Mikroekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Wuryandari, Ratna. 2015. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengeluaran Makanan, Pendidikan, dan Kesehatan Rumah Tangga Indonesia (Analisis Data Susenas 2011). Jurnal Kependudukan Indonesia.
Ziko, Mildulandy. 2018. Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Sumber Air Minum Layak di Bengkulu Tahun 2018. Politeknik Statistika.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download