*corresponding author
AbstractTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran resiliensi penyandang tunanetra dewasa agar dapat memahami dan mendeskripsikan resiliensi yang terbentuk. Fokus penelitian ini adalah menggunakan studi kasus pada komunitas Sahabat Mata untuk menggambarkan diagram resiliensi bentuk kebutaan pertama pada orang dewasa, faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi, dan karakteristik subjek yang menjadi resilien. Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam dan detail gambaran proses resiliensi yang dialami subjek, dari mampu melihat hingga menjadi buta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan pencatatan. Subyek penelitian ini berjumlah tiga orang yang semuanya adalah orang dewasa. Ada 15 informan penelitian yang memberikan informasi pendukung untuk data penelitian, yang berasal dari orang-orang yang terkait erat dengan subjek penelitian. Dari subjek yang diteliti, peneliti menemukan gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi subjek dan karakteristik subjek yang sudah resilien, serta didukung oleh informasi tambahan dari informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan faktor dominan yang mempengaruhi resiliensi antar subjek, dan karakteristik resiliensi yang menonjol. KeywordsResiliensi, Disabilitas Netra, Dewasa
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v8i7.2021.2096-2106 |
Article metrics10.31604/jips.v8i7.2021.2096-2106 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Cahyani & Rahmayani (2018). Resiliensi Pada Remaja Awal Yang Orangtuanya Bercerai. Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Volume 05. Nomor 03
Desiningrum. Dinie Ratri (2016). Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus Jogya, Psikosin
Glantz. (2002). Resilience and development positif life adaptations. New York. Kluwer Academic Publishers
Hadianti, dkk. (2018). Karakteristik Individu Resilien Pada Remaja Berprestasi Yang Memiliki Latar Belakang Orang Tua Bercerai, Jurnal Penelitian & PPM Vol 5, No: 1 Hal: 67 – 72
Hasanah & Retnowati (2017). Dinamika Resiliensi Ibu Single parent dengan Anak Tuna Ganda. Gadjah Mada Journal Of Psychology Volume 3, NO. 3, 2017: 151-161
Hendriani. W. (2018). Resiliensi Psikologis Sebuah Pengantar. Jakarta: Prenamedia Group
Irwanto, dkk. (2010). Analisis Situasi Penyandang Disabilitas Di Indonesia: Sebuah Desk-Review. Pusat Kajian Disabilitas Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia
Iqbal. Muhammad (2011). Hubungan Antara Self-Esteem Dan Religiusitas Terhadap Resiliensi Pada Remaja Di Yayasan Himmata. Skripsi. Tidak diterbitkan. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Kirana. Laksmi Anindya (2016). Dukungan Sosial Dan Resiliensi Pada Pasien Kanker Payudara (Studi Kasus Pada Pasien Kanker Payudara Yang Sedang Menjalani Kemoterapi), PSIKOBORNEO, 2016, 4 (4): 829 – 837
Masna. (2013). Resiliensi Remaja Penyandang Kebutaan Pada SLB A Ruhui Rahayu di Samarinda. Psikoborneo, Vol 1, No 1, 2013 halaman 28-32
Mir’atannisa. Intan Mutiara (2017). Resiliensi Mahasiswa Kebutaan (Studi Kasus Terhadap Mahasiswa Kebutaan Tidak Dari Lahir Di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta). E-Journal Bimbingan dan Konseling Edisi 3 Tahun ke-6 Tahun 2017
Mustofa. (2016). Perkembangan Jiwa Beragama Pada Masa Dewasa. Jurnal Edukasi Vol 2, Nomor 1, Januari 2016
Patima. (2015). Resiliensi Anak Usia Dini. Bandung: Alfabeta Bandung
Papadopoulos. Konstantinos, dkk. (2014). Sosial Support, Sosial Networks, and Happiness of Individuals With Visual Impairments. Rehabilitation Counseling Bulletin 1–10
Riyani, Tutut. (2018). Dukungan Keluarga Dalam Membangun Kepercayaan Diri Anak Berkebutuhan Khusus Penyandang Kebutaan Di Iain Surakarta. Skripsi. Tidak diterbitkan. Surakarta: IAIN Surakarta.
Senra. Hugo dkk. (2011). From self-awareness to self-identification with visual impairment: a qualitative study with working age adults at a rehabilitation setting. Clinical Rehabilitation 25(12) 1140–1151
Sobur, Alex. (2016). Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia
Suyitno. (2018). Metode Penelitian Kualitatif Konsep, Prinsip Dan Operasionalnya. Tulungagung: Akademia Pustaka
Tarsidi. (2009). Model Konseling Rehabilitasi bagi Individu Kebutaan Dewasa. ]AJSI Anakku, Volume 8: Nomor 1 Tahun 2009
Veerman, dkk. (2019). Intra- and Interpersonal Faktors in Adolescence Predicting Loneliness among Young Adults with Visual Impairments. Journal of Visual Impairment & Blindness 2019, Vol. 113(1) 7-18
Vegawati & Suprihatin. (2019). Resiliensi Pada Mahasiswi Bercadar Di Kota Semarang, Proyeksi, Vol. 14 (1) 2019, 43-52
Wilig. Carla (2008). Introducing Qualitative Research in Psychology Adventures In Theory And Method, 2008:19
Kementerian Kesehatan. 2020. “Katarak Penyebab Tertinggi Kebutaan di Indonesiaâ€. https://www.kemkes.go.id/article/view/19100800004/katarak-penyebab-tertinggi-kebutaan-di-indonesia.html diakses tanggal 15 Juli 2020
WHO. 2021. “Blindness-and-vision-lossâ€. https://www.who.int/health-topics/blindness-and-vision-loss#tab=tab_1 diakses pada tanggal 24 Juli 2020
WHO. 2021. “Blindness-and-visual-impairmentâ€. https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/blindness-and-visual-impairment diakses pada tanggal 24 Juli 2020
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download