(2) Catur Suratnoaji
*corresponding author
AbstractFilm “Tilik†adalah salah satu film yang mengangkat isu politik dan hukum dalam ceritanya, film ini dengan jelas menggambarkan sebuah ironi dalam masyarakat yang selama ini terus berkembang. Hadirnya tokoh seperti Bu Tejo dalam film ini merupakan sebuah sindiran terbuka akan merosotnya nilai-nilai kebijaksanaan dan kebenaran ditengah masyarakat. Aturan bagai kehilangan taji nya dihadapan manusia, norma-norma yang lahir untuk ditaati bahkan seperti sudah tidak disadari keberadaannya, manusia tidak lagi memperdulikan adanya aturan dan pengaturan demi kepentingan-kepentingan pribadinya. Fenomena sosial politik dan hukum dalah manifestasi yang nyata bentuk sikap manusia terhadap aturan yang ada. Dengan memanfaatkan fenomena-fenomena yang ironis dari masyarakat, film ini membentuk sebuah parodi. Dan mengajak semua penontonnya ikut menyadari dalam kejenakaan ada sebuah ironi yang nyata berada disekitar mereka. Film ini menjadi sebuah satire dengan pemikiran-pemikiran yang terkesan aneh dan unik untuk bersama-sama menertawakan kondisi sosial yang nyatanya ada di masyarakat. Peneliti mengharapkan, penelitian ini dapat memberikan pengetahuan dari sebuah parodi tentang kehidupan, menjadi  sebuah masukan yang bernilai. KeywordsBu Tejo, Film Tilik, Satire politik
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v8i7.2021.2437-2448 |
Article metrics10.31604/jips.v8i7.2021.2437-2448 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Praktek. Rineka Cipta.
Bungin, B. (2008). Konstruksi Sosial Media Massa: Kekuatan Pengaruh Media Massa, IklanTelevisi, dan Keputusan Konsumen Serta Kritik Terhadap Peter L. Bergerdan Thomas Luckmann. Prenamedia Group.
Cooper, P., & Dencyger, K. (2004). Writing The Short Film (Third Edition). Elsevier Focal Press.
Edhi, narendrari asrining. (2020). GAYA BAHASA SATIRE DALAM FILM ER IST WIEDER DA KARYA DAVID WNENDT. Identitaet, Vol 9 No 3. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/identitaet/article/view/37064
Erlyana, Y., & Bonjoni, M. (2014). PERANCANGAN FILM PENDEK “TANYA SAMA DENGAN.†JURNAL RUPARUPA PROGRA STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS BUNDA MULIA, 3.
Harwantiyoko. (2005). Pengantar Sosiologi dan Ilmu Sosial Dasar. Gunadarma.
Ida, R. (2011). Metode Penelitian : Kajian Media dan Budaya. Airlangga University Press.
KBBI Online. (2021a). Ancam. Kamus Besar Bahasa Indonesia. https://kbbi.web.id/ancam
KBBI Online. (2021b). Hukum. Kamus Besar Bahasa Indonesia. https://kbbi.web.id/hukum
KBBI Online. (2021c). Manipulasi. Kamus Besar Bahasa Indonesia. https://kbbi.web.id/manipulasi
KBBI Online. (2021d). OPINI. Kamus Besar Bahasa Indonesia Online. https://kbbi.web.id/opini
KBBI Online. (2021e). Satire. Kamus Besar Bahasa Indonesia. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/satire
Keraf, G. (2008). Diksi dan Gaya Bahasa. Gramedia Pustaka Utama.
Krisnawati, E. (2021). Apa Itu Satire & Sarkasme: Contoh dan Perbedaannya. Tirto.Id. https://tirto.id/apa-itu-satire-sarkasme-contoh-dan-perbedaannya-ghPG
Mashuri, & Madani, M. T. (2018). PEMANFAATAN RETORIKA DALAM FILM “KEHORMATAN DI BALIK KERUDUNG†KARYA TYA SUBIAKTO SATRIO. Kabilah, Vol 3 No 2. https://doi.org/https://doi.org/10.35127/kbl.v3i2.3406
Muzakky, A. H. (2021). TRADISI TILIK PADA MASYARAKAT JAWA DALAM SOROTAN LIVING HADIS. Jurnal Ilmu-Ilmu Usluhuddin, vol 23 no1. https://scholar.archive.org/work/a3mh2whzarcvhns2oqyto5tesq/access/wayback/https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/substantia/article/download/8499/pdf
Nelmes, J. (2012). Introduction to Film Studies : Fifth Edition. Routledge.
Pradopo, J. R. (1999). SEMIOTIKA : TEORI, METODE DAN PENERAPANNYA DALAM PEMAKNAAN SASTRA.
Rahmiati, D. (2011). SATIRE POLITIK DALAM LAGU “ANDAI KU GAYUS TAMBUNAN.†Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1). http://jurnalfdk.uinsby.ac.id/index.php/JIK/article/download/97/71/606
Sari, Y. P., Missriani, & Wandiyo. (2021). ANALISIS GAYA BAHASA PADA FILM DILAN 1990 KARYA PIDI BAIQ. Jurnal Pembelajaran Bahasa Indonesia, Volume 11. https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/pembahsi/article/view/4317
Septadinusastra, V. A. (2016). ANALISIS KOMUNIKASI POLITIK JELANG PILPRES 2014 (Kajian tentang Strategi Komunikasi Politik Jokowi dalam Menggiring Opini Publik). Jurnal Ilmu Komunikasi Prolistik, Vol 1 No 1. http://103.66.199.204/index.php/ProListik/article/view/136
Siroj, P. A. (2017). REPRESENTASI MASKULINITAS TOKOH UTAMA DALAM FILM “SUPER DIDI.†SKRIPSI ILMU KOMUNIKASI, UPN “VETERAN†JAWA TIMUR.
Surahman, S. (2015). REPRESENTASI FEMINISME DALAM FILM INDONESIA. Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi). https://doi.org/10.25124/liski.v1i2.818
Syafyahya, L. (2018). Makalah Kongres Kbi 2018 Ujaran Kebencian Dalam Bahasa Indonesia : Kajian Bentuk Dan Makna. In Kongres Bahasa Indonesia.
Tamsil, I. S. (2021). Kearifan Lokal Budaya Jawa dalam Film “Tilik.†Jurnal Simbolika, Volume7 No. https://doi.org/https://doi.org/10.31289/simbollika.v7i2.5584
Welianto, A. (2020). Fakta dan Opini: Arti dan Ciri-cirinya. KOMPAS.Com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/03/13/080000869/fakta-dan-opini--arti-dan-ciri-cirinya#
Zuhri, M. F. A., Safira, N., & Kusuma, A. (2020). FILM TILIK DAN KRITIK SOSIAL TERHADAP HOAX. VOXPOP, 3(1), 39–50. http://voxpop.upnjatim.ac.id/index.php/voxpop/article/view/107
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download