PENTINGNYA DUKUNGAN MORAL DAN SOSIAL PADA TINGKAT DEPRESI NARAPIDANA DILEMBAGA PEMASYARAKATAN

(1) * Ovilia Yana Pradipta Mail (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia)
(2) Iman Santoso Mail (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Di dalam Lembaga Pemasyarakatan telah dijelaskan bahwa narapidana mengalami kehilangan kemerdekaan mereka. Narapidana sebisa mungkin harus dapat menyesuaikan dengan keadaan dengan mematuhi peraturan yang telah ditentukan. Biasanya dalam menghadapi keadaannya, terdapat beberapa narapidana yang dapat mengatasi kehidupannya didalam Lembaga Pemasyarakatan, namun ternyata juga terdapat banyak dari narapidana tersebut yang mendapatkan masalah dalam kesehatan mentalnya  yang memperlihatkan sifat seperti depresi yaitu diikuti dengan gangguan kecemasan dan juga kehilangan semangat hidup. Hal ini menyebabkan pentingnya dukungan moral dan sosial yang didapatkan dari orang yang terdekat dan juga lingkungan dari narapidana itu tinggali, merupakan sesuatu yang menjadikan peran sangat penting  dan dibutuhkan untuk narapidana tersebut. Dari pembahasan ini penulis menggunakan metode penelitian yuridis normative atau metode penelitian kepustakaan (library research), yang akan menggunakan dan memanfaatkan data yang dihasilkan dengan mempelajari buku, jurnal hukum dan dokumen tentang peraturan perundang-undangan. Maka dari itu jika telah terjadi dukungan dan jalinan yang terbaik, diharapkan nantinya narapidana tersebut dapat kembali kedalam lingkunganya dengan menjadi masyarakat yang baik, bertanggung jawab dan juga menjadi manusia yang berkualitas sehingga nantinya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.


Keywords


Narapidana, Moral dan Sosial, Tingkat Depresi.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v8i5.2021.1188-1195
      

Article metrics

10.31604/jips.v8i5.2021.1188-1195 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Ancok, D. (2003). Pengantar Dalam Victor E. Frank, Logoterapi: Terapi Psikologi Melalui Pemahaman Eksistensi. Terjemahan M. Murtadlo. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Budiharjo, P. (1997). Mengenal Teori Kepribadian Mutakhir. Yogyakarta: Kanisius.

Lubis, Namora Lumongga. (2009). Depresi : Tinjauan Psikologis. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Ghufron, M. Nur, & Risnawita S, Rini. (2010). Teori-Teori Psikologi. Jakarta : Ar-Ruzz Media Group

Rhapsody Karnovinanda & Tri Suciati . (2014) Prevalensi Depresi pada Narapidana di Lembaga Permasyarakatan Anak. Universitas Sriwijaya

Dzatalina Diya Azhima, Endang Sri Indrawati. (2020) Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga Dengan Subjective Well-Being Pada Narapidana Perempuan Di Lembaga Pemasyarakatan ‘‘X’’. Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro.

Marsudi Utoyo.(2015).Konsep Pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan Analysis Of Prisoners Guidance To Reduce Level. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda

Agustina E. & Nova D. Susanti.(2013).Hubungan Antara Optimisme Dan Penyesuaian Diri Dengan Stress Pada Narapidana Kasus Napza Di Lapas Kelas Iia Bulak Kapal Bekasi

Shintia Oktaviana.(2017).Pembinaan Moral Terhadap Warga Binaan Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Tegal. Universitas Negeri Semarang

Ely Siawati Ping.(2016) Hubungan Dukungan Sosial Dengan Depresi Pada Narapidana Wanita Di Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Kota Tenggarong. Universitas Mulawarman Samarinda

Baldi Bukhorf. Kesehatan Mental Mahasiswa Ditinjau Dari Religiusitas Dan Kebermaknaan Hidup. Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang

Via Rahma. (2019). Hubungan Antara Kelekatan Aman Dengan Ibu Dan Kecenderungan Depresi (Pengertian Depresi menurut Beck dan Alford.2009).

Sri Wulandari.(2015). Fungsi Sistem Pemasyarakatan Dalam Merehabilitasi Dan Mereintegrasi Sosial Warga Binaan Pemasyarakatan.

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan


Refbacks

  • There are currently no refbacks.