PERAN YAYASAN DALAM PENGEMBANGAN KOMUNITAS KADER TUBERKULOSIS UNTUK MENGELIMINASI TB DI KOTA MEDAN

(1) * Eryasti Apriliani Mail (Universitas Sumatera Utara, Indonesia)
(2) Fajar Utama Ritonga Mail (Universitas Sumatera Utara, Indonesia)
(3) Randa Putra Kasea Sinaga Mail (Universitas Sumatera Utara, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan keterlibatan aktif komunitas melalui penguatan peran kader. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran Yayasan Mentari Meraki Asa SSR Kota Medan dalam pengembangan komunitas kader tuberkulosis sebagai upaya mendukung eliminasi TB di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola yayasan dan kader tuberkulosis yang terlibat langsung dalam kegiatan pendampingan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yayasan menjalankan empat peran utama dalam penguatan komunitas kader, yaitu peran fasilitatif, edukatif, representatif, dan teknis. Keempat peran tersebut diwujudkan melalui peningkatan partisipasi kader, penguatan kapasitas melalui pelatihan, advokasi dan kemitraan lintas sektor, serta penyediaan dukungan teknis dan administratif. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peran Yayasan Mentari Meraki Asa SSR Kota Medan cukup efektif dalam memperkuat komunitas kader tuberkulosis dan berkontribusi terhadap upaya eliminasi TB di Kota Medan

Keywords


Peran, Pengembangan Komunitas, Kader, Tuberkulosis, Yayasan

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v13i7.2026.1703-1707
      

Article metrics

10.31604/jips.v13i7.2026.1703-1707 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Ayu, N., Sari, D., & Rizki, A. (2020). Peran kader kesehatan dalam pendampingan penderita tuberkulosis di komunitas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 145–152.

Artama, W. T., Putri, R. N., & Hidayat, T. (2023). Faktor kepatuhan pengobatan tuberkulosis di wilayah urban Indonesia. Jurnal Penelitian Kesehatan, 11(1), 59–68.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2022). Profil kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2022. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

Girsang, F. M., Lubis, N. F., & Siahaan, R. (2023). Stigma sosial terhadap penderita tuberkulosis di kota Medan. Jurnal Sosial dan Humaniora, 8(1), 29–37.

Ife, J., & Tesoriero, F. (2006). Community Development: Community-based Alternatives in an Age of Globalization (2nd ed.). Pearson Education.

Lestari, P., & Tarmali, N. (2019). Tantangan peran kader dalam program DOTS di daerah endemis tuberkulosis. Jurnal Ilmu Kesehatan, 14(3), 89–98.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Lembaran Negara Republik Indonesia, 2021.

World Health Organization. (2023). Global Tuberculosis Report 2023. WHO


Refbacks

  • There are currently no refbacks.