(2) Kinanti Adinda Meylani Sinaga
(3) Renny Maisyarah
*corresponding author
AbstractAnggaran publik merupakan instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan dan kualitas pelayanan masyarakat di tingkat daerah. Namun, praktik penyusunan anggaran di banyak pemerintah daerah masih didominasi oleh pendekatan tradisional atau incremental budgeting yang berorientasi pada kesinambungan administratif dibandingkan efektivitas dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, permasalahan, serta implikasi dari penganggaran tradisional pada pemerintah daerah dengan fokus pada Kota Binjai. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai jurnal, buku, dan laporan resmi terkait pengelolaan APBD. Hasil kajian menunjukkan bahwa struktur anggaran Kota Binjai masih didominasi oleh belanja operasional, khususnya belanja pegawai, serta tingginya ketergantungan terhadap dana transfer pusat akibat rendahnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kondisi ini mencerminkan lemahnya kemandirian fiskal dan rendahnya orientasi kinerja dalam pengelolaan anggaran. Selain itu, sistem penganggaran tradisional juga berimplikasi pada rendahnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Oleh karena itu, diperlukan reformasi penganggaran melalui penerapan penganggaran berbasis kinerja dan peningkatan kapasitas fiskal daerah agar anggaran dapat berfungsi secara optimal sebagai instrumen pembangunan yang efektif dan berkelanjutan
KeywordsPenganggaran Tradisional, APBD, Kinerja Keuangan, Pemerintah Daerah, Binjai
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v13i6.2026.1296-1301 |
Article metrics10.31604/jips.v13i6.2026.1296-1301 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Bastian, I. (2019). Akuntansi sektor publik di Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Fitriani, D., Rahmawati, R., & Putra, A. (2020). Pengaruh belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 18(2), 101–112. https://doi.org/10.29259/jep.v18i2.1234 5
Halim, A., & Kusufi, M. S. (2017). Akuntansi sektor publik: Teori dan aplikasi. Jakarta: Salemba Empat.
Hidayat, T., & Arifin, Z. (2022). Reformasi penganggaran daerah berbasis kinerja. Jurnal Administrasi Publik, 12(1), 45–
https://doi.org/10.20473/jap.v12i1.3456 7
Kurniawati, L., & Sari, D. P. (2022). Analisis kemandirian fiskal pemerintah daerah di Indonesia. Jurnal Keuangan Negara, 10(1), 33–47.
https://doi.org/10.1234/jkn.v10i1.5678
Lestari, N. (2023). Implementasi performance-based budgeting pada pemerintah daerah. Jurnal Akuntansi Publik, 15(2), 89–102. https://doi.org/10.5678/jap.v15i2.7890
Mahmudi. (2019). Manajemen kinerja sektor publik. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Mardiasmo. (2018). Akuntansi sektor publik.
Yogyakarta: Andi.
Nasution, R. (2019). Ketergantungan fiskal daerah terhadap pemerintah pusat. Jurnal Ekonomi Regional, 7(2), 120–135. https://doi.org/10.1111/jer.v7i2.2345
Prasetyo, E., & Zuhdi, U. (2021). Struktur belanja daerah dan implikasinya terhadap pembangunan. Jurnal Kebijakan Publik, 9(1), 55–70.
https://doi.org/10.22219/jkp.v9i1.15678
Putri, A. M., & Handayani, S. (2020). Transparansi anggaran dan akuntabilitas publik. Jurnal Akuntansi dan Governance, 5(1), 1–14. https://doi.org/10.33369/jag.v5i1.9876
Rahman, F., Sari, M., & Utami, N. (2021). Pengaruh pengendalian internal terhadap pengelolaan keuangan daerah. Jurnal Ilmu Administrasi, 11(2), 77–90. https://doi.org/10.5678/jia.v11i2.6543
Siregar, B. (2017). Akuntansi sektor publik.
Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Sujarweni, V. W. (2019). Akuntansi sektor publik. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Wibowo, A., & Santosa, H. (2020). Kinerja anggaran berbasis outcome pada pemerintah daerah. Jurnal Manajemen Publik, 8(2), 112–126.
https://doi.org/10.1016/j.jmp.v8i2.2468
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download