(2) Widya Lestari
(3) Rizki Fitlya
*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan katarsis dalam meningkatkan self compassion pada wanita dewasa korban broken home di Kota Pontianak. Wanita yang tumbuh dalam kondisi keluarga tidak harmonis sering mengalami luka emosional yang berdampak pada rendahnya penerimaan diri, perasaan tidak berharga, kecenderungan menyalahkan diri, serta kesulitan mengelola emosi negatif. Self compassion sebagai kemampuan untuk bersikap baik kepada diri sendiri (self kindness), menyadari bahwa penderitaan adalah bagian dari pengalaman manusia (common humanity), dan memiliki kesadaran penuh terhadap pengalaman emosional (mindfulness), menjadi aspek penting dalam proses pemulihan psikologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah tiga orang wanita dewasa korban broken home di Kota Pontianak. Instrumen yang digunakan adalah skala self compassion yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Intervensi katarsis diberikan dalam beberapa sesi yang berfokus pada proses pengungkapan pengalaman emosional masa lalu dalam suasana yang aman dan terstruktur. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya perbedaan skor self compassion sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek self compassion setelah penerapan katarsis. Dengan demikian, katarsis efektif dalam meningkatkan self compassion pada wanita dewasa korban broken home di Kota Pontianak
Keywordsbroken home, katarsis, self compassion, wanita dewasa
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v13i6.2026.1274-1279 |
Article metrics10.31604/jips.v13i6.2026.1274-1279 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Akmala, L. A. (2019). Efektivitas pelatihan self-compassion untuk meningkatkan resiliensi pada anak keluarga tidak harmonis. Jurnal Psikologi Islam, 6(1), 13-24.
Annur, C. M. (2023, March 1). Indonesia’s divorce cases surge again in 2022, highest in six years. Databoks Katadata
Auersperg, F., Vlasak, T., Ponocny, I., & Barth, A. (2019). Long-term effects of parental divorce on mental health: A meta-analysis. Journal of Psychiatric Research.
Azwar, S. (2017). Metode penelitian psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Barnard, L.K. & Curry, J.F. (2011). Self- compassion: conceptualization, correlates, & interventions. Review of general Psychology. 15(4), 289 – 303. DOI: 10.1037/a0025754
Breines, J. G., & Chen, S. (2012). Self-compassion increases self-improvement motivation. Personality and social psychology bulletin, 38(9), 1133-1143.
Firmawati, F., Biahimo, N. U. I., Hasan, C. U., Ibrahim, Y., & Yunus, Y. (2021). Positive Affirmation Exercises Against Reducing Anxiety in Facing Vaccination Covid-19. Journal of Universal Community Empowerment Provision, 1(3), 25–29. https://doi.org/10.55885/jucep.v1i3.85.
Freud, S., & Breuer, J. (1955). Studies on hysteria (J. Strachey, Trans.). Basic Books. (Original work published 1895)
Haviland, W. A., Prins, H. E., McBride, B., & Walrath, D. (1996). Cultural anthropology: The human challenge. Boston: Cengage Learning.
Helmawati, (2014). Pendidikan Keluarga (Teoritis dan Praktis). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Marsh, I. C., Chan, S. W., & MacBeth, A. (2018). Self-compassion and psychological distress in adolescents—a meta-analysis. Mindfulness, 9, 1011-1027.
Nasrani, L., & Purnawati, S. (2015). Perbedaan tingkat stres antara laki-laki dan perempuan pada peserta yoga di kota Denpasar. E-Jurnal Medika Udayana, 4(12), 1-7.
Neff, (2003). Self-Compassion: An alternative conceptualization of a healthy attitude toward oneself. Psychology Press: Journal of Self and Identity, 2: 85-101.
Neff, K. D., & Vonk, R. (2009). Selfcompassion versus global selfesteem: Two different ways of relating to oneself. Journal of personality, 77(1), 23-50. 10.1111/j.1467- 6494.2008.00537
Neff, K. (2011). Self-compassion: The proven power of being kind to yourself. Hachette UK. 30.
Pennebaker, J. W., & Smyth, J. M. (2016). Expressive writing: Words that heal. Idyll Arbor.
Rogers, C. R. (1959). A theory of therapy, personality, and interpersonal relationships, as developed in the client-centered framework. In S. Koch (Ed.), Psychology: A study of a science. Vol. 3: Formulations of the person and the social context (184-256). McGraw-Hill.
Santrock, J, W, (2011). Life-Span Development (Perkembangan Masa Hidup). Jakarta: Erlangga.
Scheff, T. J. (1979). Catharsis in healing, ritual, and drama (pp. xvi, 1–246). University of California Press.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, penerbit Alfabeta, Bandung.
Willis, S. Sofyan, (2008). Konseling Keluarga. Jakarta: Alfa Beta
Yarnell, L. M., Stafford, R. E., Neff, K. D., Reilly, E. D., Knox, M. C., & Mullarkey, M. (2015). Meta-analysis of gender differences in self-compassion. Self and identity, 14(5), 499-520.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download