REFORMASI EKLESIOLOGI KONTEMPORER: MEMBONGKAR SEKSISME DALAM SISTEM KEPEMIMPINAN ADAT BATAK TOBA

(1) * Hastuti H. Anak Ampun Mail (Sekolah Tinggi Pastoral Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan, Indonesia)
(2) Kornelius Anton Kefi Mail (Sekolah Tinggi Pastoral Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Artikel ini memberikan analisis kritis terhadap seksisme struktural dalam sistem kepemimpinan adat Batak Toba, situasi yang menjadikan perempuan secara sistematis dikecualikan dari peran kuasa formal seperti Raja Bius dan Raja Parhata. Eksklusi berbasis gender ini dinilai menciptakan kontradiksi tajam terhadap tuntutan reformasi eklesiologis modern yang menjunjung tinggi martabat setara (Imago Dei). Menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (CDA) dan teori disiplin kuasa Michel Foucault, penelitian ini mengungkapkan bahwa pembatasan peran perempuan bukanlah sekadar tradisi, melainkan mekanisme kuasa untuk menginternalisasi inferioritas dan membatasi otonomi perempuan. Melalui kerangka etis Teologi Feminis Elizabeth A. Johnson, struktur androsentris ini dikritik sebagai pelanggaran nyata terhadap martabat manusia. Penulis menyimpulkan bahwa Gereja lokal wajib bertindak sebagai agen dekonstruksi patriarki dan menolak sinkretisme wacana yang melegitimasi diskriminasi. Selaras dengan dokumen Gaudium et Spes dan Familiaris Consorsio, Gereja dituntut mewujudkan eklesiologi yang membebaskan dan relasi timbal balik yang adil. Reformasi ini tidak boleh berhenti pada perubahan posisi formal saja, melainkan harus menyasar transformasi menyeluruh pada sistem nilai agar perempuan sepenuhnya diakui sebagai subjek yang memiliki kuasa dan martabat setara.

Keywords


Reformasi Eklesiologis; Kepemimpinan Adat Batak; Seksisme Struktural; Teologi Feminis Elizabeth A. Johnson

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v13i5.2026.1152-1158
      

Article metrics

10.31604/jips.v13i5.2026.1152-1158 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Creswell, J. W. (2018). Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran, (Judul Asli Research Design) (A. Fawaid; & R. Kusmini (eds.)). Pustaka Pelajar.

Faucault, M. (1977). Discipline and Punish. Vintage Books.

Faucault, M. (1980). Two Lectures, Power/Knowledge: Selected Interviews and Other Writings 1972-1977. Pantheon Books.

Firmando, H. B. (2021). Status dan Peranan Perempuan Setelah Berumah Tangga dalam Masyarakat Batak Toba di Tapanuli Utara (Analisis Sosiologis) Status and Role of Women After Married at Toba Batak Community in North Tapanuli (Sociological Analysis). Jurnal Intervensi Sosial Dan Pembangunan (JISP), 2(1), 29. http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/JISP

Haryatmoko. (2016). CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS (Analisa Wacana Kritis) Landasan Teori, Metodologi dan Pembahasan (1st ed., Vol. 334, Issue 1951). Rajawali Pers.

Johnson, E. A. (1993a). She who is: The Mystery of God in Feminist Theological Discourse. Three Perspectives - II. In Horizons (Vol. 20, Issue 2). https://doi.org/10.1017/S0360966900027481

Johnson, E. A. (1993b). She who is: the mystery of God in feminist theological discourse. In Choice Reviews Online (Vol. 30, Issue 06). https://doi.org/10.5860/choice.30-3232

Johnson, E. A. (2003). Kristologi Di Mata Kaum Feminis: Gelombang Pembaruan dalam Kristologi.

Kartini. (2023). Pendekatan Historis dan Pendekatan Filosofis dalam Studi Islam,” Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2, no. 3 (2023). 3(3), 2023.

Meszaros, A. M. (2022). Gaudium et Spes. In The Oxford Dictionary of the Christian Church (Vol. 1, Issue 19). https://doi.org/10.5840/jcathsoc20161327

Norman fairclough. (2010). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language (2nd ed.). Pearson Education Limited.

Paus Yohanes Paulus II. (2021). Familiaris Consortio (Keluarga). In R. Hardawiryana (Ed.), Voprosy Filosofii (5th ed., Vol. 5, Issue 4). Departemen Dokumentasi KWI. https://doi.org/10.21146/0042-8744-2022-4-93-104

Sibarani, R., & Gulo, Y. (2020). Subordinasi Kepemimpinan Perempuan dalam Budaya Batak Toba Subordination of Women ’ s Leadership in the Toba Batak Culture. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial Dan Budaya (Journal of Sosial and Cultural Anthropology), 6(1), 73–83. https://doi.org/10.24114/antro.v6i1.16636

Siburian, D. (2021). Menggugat Perceraian: Aspek-aspek Kekerasan Gender Dalam Praktek Perceraian Pada Masyarakat Batak. Sosiologi: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial Dan Budaya, 23(2), 211–225.

Simatupang, J. B. (2021). Perempuan dalam Budaya Adat Batak Toba. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5, 10288–10296.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.