MEMAKNAI QUARTER LIFE CRISIS PADA EMERGING ADULTHOOD: DARI KRISIS MENUJU PERENCANAAN HIDUP YANG LEBIH TERARAH

(1) Elsa Adanti Mail (Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia)
(2) Salisa Almudhia Mail (Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia)
(3) * Mohammad Irvan Mail (Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia)
(4) Mirna Nur Alia Abdullah Mail (Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Quarter life crisis merupakan kondisi yang sering kali terjadi pada individu. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman mengenai fenomena quarter life crisis yang dialami pada fase emerging adulthood dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quarter life crisis umumnya dirasakan sebagai kondisi yang ditandai oleh munculnya rasa cemas, kebingungan, serta ketidakpastian dalam menentukan arah hidup, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, karier, dan masa depan. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain tuntutan sosial, harapan dari keluarga, keterbatasan peluang kerja, serta kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain yang semakin diperkuat oleh penggunaan media sosial. Meskipun menimbulkan tekanan secara psikologis, pengalaman ini tidak selalu berdampak negatif, karena juga dapat menjadi sarana refleksi bagi individu untuk lebih mengenali diri, merencanakan kembali pilihan hidup untuk masa depan yang lebih terarah. Dalam menghadapi situasi tersebut, individu melakukan berbagai cara, seperti mencari dukungan dari orang terdekat, melakukan kegiatan positif, serta mengatur penggunaan media sosial. Dengan demikian, Quarter life crisis tidak hanya dapat dipandang sebagai fase yang penuh tantangan, tetapi juga sebagai bagian dari proses perkembangan yang membantu individu menjadi lebih siap dan matang dalam menjalani kehidupan dewasa.


Keywords


Quarter life crisis, Masa dewasa awal, Kecerdasan emosional

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v13i4.2026.975-985
      

Article metrics

10.31604/jips.v13i4.2026.975-985 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Afnan, A., Fauzia, R., & Tanau, M. U. (2020). Hubungan antara efikasi diri dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Jurnal Psikologi: Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, 7(2), 107-120. https://doi.org/10.35891/jip.v7i2.2355

Arnett, J. J. (1997). Young people's conceptions of the transition to adulthood. Youth & society, 29(1), 3-23.

Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469-480. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469

Arnett, J. J., & Putri, A. K. (2021). Masa dewasa awal dan tantangan transisi di Indonesia: Sebuah tinjauan sosiopsikologis. Jurnal Psikologi Sosial, 19(1), 32-48. https://doi.org/10.7454/jps.2021.04

Arnett, J. J., Žukauskien?, R., & Sugimura, K. (2014). The new life stage of emerging adulthood at ages 18–29 years: Implications for mental health. The Lancet Psychiatry, 1(7), 569-576.

Fatchurrahmi, R., & Urbayatun, S. (2022). Peran kecerdasan emosi terhadap quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Jurnal psikologi teori dan terapan, 13(2), 102-113.

Habibi, A., & Sawitri, D. R. (2021). Hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan quarter-life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Jurnal Empati, 10(4), 252-258. https://doi.org/10.14710/empati.2021.32623

Habibie, A., Syakarofath, N. A., & Anwar, Z. (2019). Quarter-life crisis pada mahasiswa: Apakah mereka siap menghadapi masa dewasa?. Journal of Psychological Perspective, 1(2), 67-76. https://doi.org/10.29077/jpp.v1i2.12

Jati, W. R. (2015). Bonus demografi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi: Jendela peluang atau jendela bencana di Indonesia?. Jurnal Populasi, 26(1), 1-19. https://doi.org/10.22146/jp.15692

Pratama, M. R., & Setyari, N. P. W. (2020). Analisis ketimpangan pembangunan antarwilayah di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 9(1), 1-15. https://doi.org/10.23887/ekonomi.v9i1.24032

Rahman, A. S., & Prawoto, N. (2020). Dampak urbanisasi terhadap perubahan perilaku sosial masyarakat di era digital. Jurnal Sosiologi Reflektif, 15(1), 89-110. https://doi.org/10.14421/jsr.v15i1.1923

Rahmasari, D. (2020). Fenomena quarter-life crisis: Tantangan transisi menuju dewasa di era disrupsi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 6(2), 115-130. https://doi.org/10.33369/jsn.6.2.115-130

Safitri, A., & Setyowati, E. (2023). Transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja: Tantangan lulusan perguruan tinggi di era disrupsi. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 8(1), 45-60. https://doi.org/10.17977/um021v8i1p45-60

Siburian, E. S., Ginting, E. M., & Syahfitri, M. D. (2025). Bonus Demografi Sebagai Peluang dan Tantangan Bagi Indonesia. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(1.D), 123-128. https://doi.org/10.56248/wahana.v11i1.D.9738

Syahri, L. M., Netrawati, N., & Syahrial, S. (2022). Layanan Konseling Kelompok dengan Pendekatan Gestalt untuk Mengatasi Quarter Life Crisis pada Mahasiswa. Jurnal Bimbingan Konseling Dan Psikologi, 2(1), 13-20. https://doi.org/10.56185/jubikops

Syakarofath, N. A., & Anwar, Z. (2020). Analisis krisis identitas pada dewasa awal dalam perspektif Erik Erikson. Jurnal Psikologi: Teori dan Terapan, 11(2), 156-170. https://doi.org/10.26740/jptt.v11n2.p156-170

Valentino, K., & Hendrawan, D. (2025). Tinjauan Sistematis : Gambaran Quarter-life Crisis , Dampak , serta Faktor-faktor yang Memengaruhinya A Systematic Review : An Overview of Quarter-Life Crisis , Its Impacts , and Influencing Factors. 33, 26–47. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.98848


Refbacks

  • There are currently no refbacks.