CATCALLING SEBAGAI BLIND SPOT KEBIJAKAN PUBLIK: ANALISIS REGULASI DAN PRAKTIK SOSIAL DI RUANG PUBLIK

(1) * Farrir Ilallah Mail (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia)
(2) Boy Valentino Sihombing Mail (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia)
(3) Ika Arinia Indriyany Mail (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Catcalling merupakan bentuk pelecehan verbal di ruang publik yang sering dianggap sebagai interaksi sosial biasa sehingga jarang dipahami sebagai persoalan kebijakan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis catcalling sebagai blind spot dalam kebijakan publik di Indonesia dengan melihat bagaimana praktik tersebut bekerja dalam relasi sosial di ruang publik serta bagaimana negara meresponsnya dalam kerangka regulasi yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan multiple case study. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, wawancara, dan observasi untuk memahami pengalaman korban serta praktik sosial yang melingkupi fenomena catcalling. Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif teori speech act untuk membaca catcalling sebagai tindakan bahasa yang menghasilkan makna sosial tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa catcalling tidak sekadar komunikasi spontan tetapi merupakan tindakan bahasa yang membangun dominasi simbolik terhadap perempuan di ruang publik. Praktik tersebut sering dinormalisasi dalam kehidupan sosial sehingga pengalaman korban kerap diabaikan oleh masyarakat. Kondisi ini memperlihatkan bahwa negara belum sepenuhnya mampu membaca kekerasan verbal sebagai bentuk kekerasan berbasis gender. Selain itu implementasi regulasi seperti Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual masih belum efektif menjangkau praktik pelecehan verbal di ruang publik. Oleh karena itu diperlukan pendekatan kebijakan yang lebih sensitif terhadap praktik bahasa sebagai bentuk kekerasan simbolik dalam relasi sosial masyarakat.


Keywords


catcalling, kebijakan publik, ruang publik, kekerasan verbal, perempuan.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v13i5.2026.1069-1079
      

Article metrics

10.31604/jips.v13i5.2026.1069-1079 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Alam, S., Ajmal, M., Zeb, S., Mohammed, B. K. I., Shams, A., & Rasheed, T. (2025). Analyzing the Application of Speech Act Theory in Editorial Emails of Rejected Manuscripts. Journal of Education Culture and Society, 16(2), 727–739. https://doi.org/10.15503/jecs2025.3.727.739

Anggreany Haryani Putri, & Dwi Seno Wijanarko. (2021). Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Korban Kekerasan Secara Verbal (Catcalling). Krtha Bhayangkara, 15(1), 143–150. https://doi.org/10.31599/krtha.v15i1.594

Ilahiah, Y. C. S. (2024). Upaya Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual Verbal (Catcalling). Jurnal Hukum Dan Hukum Islam, 2(1), 1–21. https://doi.org/10.20961/jodasc.v4i1.52498

Creswell, J. W. (2015). Qualitative inquiry and research design : choosing among five approaches.

Damayanti, M. R., Lina, C. R. S., Saputra, M. S., Sasmita, D., & Hawa, M. (2025). Bahasa, Gender, dan Kekuasaan: Analisis Sosiolinguistik terhadap Relasi Sosial dalam Tuturan. Seminar Nasional Dan Gelar Karya Produk Hasil Pembelajaran, 3(2), 385–395.

Dewi, A. A. A. W. P. P., Dewi, A. A. S. L., & Suryani, L. P. (2022). Penghapusan Kekerasan Seksual malam Melindungi Korban Pelecehan Seksual Secara Verbal (Catcalling) di Indonesia. Jurnal Preferensi Hukum, 3(1), 108–114. https://doi.org/10.22225/jph.3.1.4663.108-114

Dewi, T. U., & Putri, W. M. (2024). BAHAYA NORMALISASI CANDAAN SEKSUAL DALAM BUDAYA REMAJA. Academia Edu, 1–11.

Dinda, A. Y., Supriyono, & Nugraha, D. M. (2021). The Impact and Legal Role of the Catcalling Phenomenon in Indonesia. Dinamika Sosial Budaya, 23(2), 324–332.

Febrianty, T. (2025). Misogini Dalam Komentar Di Akun Instagram @Claraandjavi: Kajian Semantik. Indonesian Journal of Linguistics, 2, 1.

Ghazali Rahman, M., & Tista, A. (2024). Analisis Yuridis Tentang Penjatuhan Pidana Kepada Pelaku Pelecehan Secara Verbal “Catcalling” di Indonesia. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(1), 295–303. https://doi.org/10.5281/zenodo.13804103

Hapsari, S. N. W. K. M. F. N. (2025). Literasi Kesehatan dalam Mencegah Perilaku Catcalling untuk Remaja SMA. 5(4), 351–359. https://doi.org/10.59395/altifani/t26hn622

Kaban, M. Y. B. B., Putra, I. M. W., & Laksana, I. G. N. D. (2025). SANKSI TERHADAP PELAKU TINDAKAN CATCALLING DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA. Jurnal Kertha Wicara, 15(10), 578–587.

Kadek, N., Shreepadma, A., Putu, N., & Angelina, R. (2026). Catcalling dan Humor Seksis sebagai Bentuk Kekerasan Simbolik Pada Perempuan di Ruang Publik. 3(1), 216–230.

Kartika, Y., & Najemi, A. (2021). Kebijakan Hukum Perbuatan Pelecehan Seksual (Catcalling) dalam Perspektif Hukum Pidana. PAMPAS: Journal of Criminal Law, 1(2), 1–21. https://doi.org/10.22437/pampas.v1i2.9114

Khumairok, M., & soekorini, N. (2024). Catcalling Sebagai Perilaku Pelecehan Seksual Secara Verbal Ditinjau dari Perspektif Hukum Pidana. UNES LAW REVIEW, 7(1), 114–127. https://doi.org/10.31933/unesrev.v7i1

Lorena, A., Selian, S. N., Aulia, D., & Aulia, D. (2024). Analisis Respon Anak Remaja Terhadap Perilaku Catcalling Di Desa Mangkai Baru. Journal of Human And Education, 4(5), 705–711.

Maulana Hardiman, F., Saefudin, Y., & Artikel, R. (2023). Pertanggungjawaban Pelaku Tindak Pidana Pelecehan Seksual secara Verbal terhadap Perempuan di Muka Umum. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(1), 33–40.

Mey, J. L. (2016). Austin’s mantle, or who’s (not) afraid of John L. Austin? On 50 years of speech act theory, and how Rajan saves J.L. Austin from himself and others. DELTA Documentacao de Estudos Em Linguistica Teorica e Aplicada, 32(3), 565–582. https://doi.org/10.1590/0102-445012333902464346

Moruk, S., Mas’Amah, & Roky Konstantin Ara. (2024). Persepsi Mahasiswa Terhadap Perilaku Catcalling. Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi, 4(1), 170–182. https://doi.org/10.59895/deliberatio.v4i1.188

Neri Sri Mayana, Sorikatun, & Arwan Rosyadi. (2022). MAKNA CATCALLING (Studi Fenomenologi di Desa Masbagik Timur Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur) Neli. RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual, 3(2), 210–229. https://doi.org/10.29303/resiprokal.v3i2.80

Noviani, F. (2023). Fenomena Catcalling Di Kota Pontianak: Dampak Bagi Perempuan. Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha, 5(2), 147–157. https://doi.org/10.23887/jpsu.v5i2.67781

Novianita, A. (2022). ANALISIS RESEPSI FOLLOWERS INSTAGRAM @THEBODYSHOPINDO TERHADAP KAMPANYE STOP SEXUAL VIOLENCE. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Nugraha, A., & Zuhriah, Z. (2023). Interaksi sosial catcalling terhadap perempuan berpenampilan syar’i di kota Medan. Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 7(1), 276–284. https://doi.org/10.22219/satwika.v7i1.25781

Nur Hasanah, Muhammad Alridho Lubis, Siti Nahdiatus Soleha, Dwi Maryani, Setiani Nurhayati, Deby Manalu, & Silvia Maharani. (2025). CATCALLING SEBAGAI BENTUK PELECEHAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN SERTA UPAYA PENGENTASANNYA. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia, 11, 236–244.

Nur, M., Abdullah, A., Retsa, M., & Mujayapura, R. (2025). MEMBACA KEKERASAN SEKSUAL DI BALIK SERAGAM SEKOLAH: KAJIAN LITERATUR DALAM PERSPEKTIF HABITUS DAN KEKUASAAN SIMBOLIK. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 12(6), 2185–2192.

Okviana, L., Audrey, S., Setiawanto, A., Ilmu, F., & Universitas, K. (2020). PENGARUH KOMUNIKASI VERBAL ” CATCALLING ” TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI WANITA BERJILBAB DI KOTA DEPOK. BroadComm, 15–27.

Panigoro, F. A. (2025). Implementasi Hukum terhadap Catcalling sebagai Bentuk Pelecehan Seksual terhadap Perempuan di Ruang Publik. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora (AJSH), 5(1), 262–266.

Pitaloka, E. P. T. R., & Putri, A. K. (2021). The Meaning of Symbolic Violence in Verbal Sexual Harassment (Catcalling). Journal of Development and Social Change, 4(1), 91–114.

Prastiti, I. R., & Noorrizki, R. D. (2022). Fenomena Catcalling pada Perempuan Ditinjau dari Persepsi Sosial Korban terhadap Pelaku. Flourishing Journal, 2(5), 355–360. https://doi.org/10.17977/um070v2i52022p355-360

Prianter Jaya Hairi, & Marfuatul Latifah. (2023). Implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Jurnal Negara Hukum, 163–179.

Prihantini, A. F., Nurhidayah, S., Efendi, T. A., Gaze, M., & Visual, M. (2024). ( RE ) KONSTRUKSI DAN REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM MEDIA VISUAL PERIKLANAN INDONESIA : UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP. Jurnal Basataka, 7(2), 585–599.

Purba, G. E., Sembiring, N. M. B., Siboro, S., & ... (2023). Analisis Perbuatan Catcalling Jika Dilihat Dari Sudut Pandang Hukum Pidana. … Homaniora, Sosial Dan …, 1(6), 744–749.

Puspita, A., & Nugraha, W. (2023). PENGARUH BUDAYA PATRIARKI TERHADAP MARAKNYA FENOMENA CATCALLING. JURNAL ILMIAH ILMU AGAMA DAN ILMU SOSIAL BUDAYA, 18(1), 59–64.

Putri, A. A., Sulistio, F., & Farikhah, M. (2024). Penyidikan Tindak Pidana Pelecehan Seksual Pada Ruang Publik (Street Harassment) Di Polda Jakarta. RechtJiva, 1(1), 80–98.

Putri, S. D. K., Handoyo, P., & Ridwan, A. (2025). Pengalaman pelecehan seksual catcalling di Kenjeran Surabaya. SHARE Social Work Journal, 15(2), 55–62. https://doi.org/10.24198/share.v15i2.59988

Rahayu, S. D., Legowo, M., Rahayu, S. D., & Legowo, M. (2022). Perlawanan perempuan menghadapi pelecehan verbal. Jurnal Analisa Sosiologi, 464–480.

Rahma, I. M. (2025). Catcalling dan Kesehatan Mental Berhubungan dengan Kepercayaan Diri Mahasiswi. 15(1), 43–49.

Ramadhania, S. I. (2021). Pengalaman Mahasiswi Berhijab Yang Mengalami Catcalling. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 25(2). https://doi.org/10.46426/jp2kp.v25i2.154

Rizqy Suryasani, & Ikhalasiah Dalimoenthe. (2021). STRATEGI PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL DI RUANG PUBLIK (STUDI KASUS 10 PENGUNJUNG EVENT COSPLAY JEJEPANGAN DI JAKARTA). Basis Invensi Analitik Mahasiswa Sosiologi (BIMALA), 32(3), 167–186.

Salamah, N. H., & Purwokerto, U. M. (2024). Pelecehan Seksual Verbal ( Catcalling ) sebagai Tindak Pidana : Menuju Ruang Publik yang Aman bagi Perempuan dalam Perspektif KUHP dan TPKS. UMP Press, 17. https://doi.org/10.30595/pssh.v17i.1170

Selvia, L. (2025). GAMBARAN HARGA DIRI PADA PEREMPUAN KORBAN CATCALLING. Universitas Islam Negeri Raden Intan.

Srikandi, M. B., & Widianti, M. A. (2022). Anxiety/Uncertainty Management sebagai Pengelolaan Dampak dari Fenomena “ Catcalling ” Pendahuluan. 12(2), 659–669.

Sukrin, & Muhlisina. (2025). BAHASA SEBAGAI ALAT KEKUASAAN: TELAAH KONTEKSTUAL DALAM ANALISIS WACANA KRITIS. Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Kemanusiaan, 9(2), 471–482.

Syavira Dwi Kumala Putri, & Pambudi Handoyo. (2025). Pengalaman Pelecehan Seksual Catcalling di Kenjeran Surabaya. Social Work Journal, 15(2), 55–62.

Triadhari, I., & Rahmawati, F. (2024). Dampak Psikologis Pada Korban Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus. EQUALITA: JURNAL STUDI GENDER DAN ANAK, 6(2).

Vincent Anderson Simanjuntak, Nadila Uly, Gan Godsend, Dewi Herliana Kharisma, & Heni Widiyani. (2021). Tinjauan Kriminologi Terhadap Catcalling di Tanjungpinang: Mengeksplorasi Perilaku Pelecehan Verbal dan Dampaknya Terhadap Perempuan dalam Perspektif Kriminologi. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 32(3), 167–186.

Wahyuni, S., Nurbayani, S., Kesumaningsih, I., & Hargono, D. (2022). Korban Dan/Atau Pelaku: Atribusi Victim Blaming pada Korban Kekerasan Seksual Berbasis Gender di Lingkungan Kampus. Brawijaya Journal of Social Science, 2(01), 1–17. https://doi.org/10.21776/ub.bjss.2022.002.01.1

W.Creswell, J., & N.Poth, C. (2018). Qualitative Inguiry Research Design:Choosing Among Five Approaches. In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53, Number 9).

Yana, R. H., Lestari, R., Sosiologi, P., & Hukum, P. (2025). Fenomena pelecehan seksual catcalling dalam kajian sosiologi gender. Society: Pengamat Perubahan Sosial, 5, 36–45.

Zahro Qila, S., Nur Rahmadina, R., & Azizah, F. (2021). Catcalling sebagai Bentuk Pelecehan Seksual Traumatis. Jurnal Mahasiswa Komunikasi Cantrik, 1(2), 95–106. https://doi.org/10.20885/cantrik.vol1.iss2.art3


Refbacks

  • There are currently no refbacks.