(2) Rithaony Rithaony
(3) Hubari Gulo
*corresponding author
AbstractMusik dalam tradisi kepercayaan Batak Toba tidak sekadar berfungsi sebagai estetika hiburan, melainkan sebagai teknologi spiritual yang memetakan tatanan alam semesta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis simbolisme kosmologis dalam ensambel Gondang Sapotang yang digunakan pada ritual Ulaon Gondang Saborginoleh komunitas Parbaringin Isumbaon di Desa Lobu Rappa, Kabupaten Asahan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi, penelitian ini membedah struktur organologi dan pola musikal berdasarkan konsep "Trilogi Banua" (Tiga Dunia). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gondang Sapotang berfungsi sebagai "kosmogram bunyi" yang merepresentasikan struktur mikrokosmos dan makrokosmos. Secara spesifik, bunyi Ogung yang siklis merepresentasikan Banua Toru (Dunia Bawah) sebagai fondasi bumi, ritme Tagading merepresentasikan dinamika Banua Tonga (Dunia Tengah/Manusia), dan melodi Sarunemerepresentasikan suara Banua Ginjang (Dunia Atas/Ilahi). Selain itu, ditemukan adanya eskalasi tempo (accelerando) dalam repertoar yang menyimbolkan pendakian spiritual untuk mencapai transendensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bagi penganut Parbaringin, memainkan musik adalah upaya merawat keseimbangan kosmis dan harmonisasi hubungan antara manusia, alam, dan pencipta. KeywordsGondang Sapotang; Parbaringin Isumbaon; Batak Cosmology; Trilogy Banua; Sonic Symbolism
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v13i2.2026.655-660 |
Article metrics10.31604/jips.v13i2.2026.655-660 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Boni, H., Simbolon, E. T., & Lumbantobing, R. (2023). Dinamika penghayat Ugamo Malim dalam memperjuangkan hak sipil di Kabupaten Toba. Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial, 7(1), 155–172.
Harahap, I. (2016). Hata ni Debata: Etnografi kebudayaan spiritual musikal Parmalim Batak Toba.
Medan: Semai.
Hutabarat, H. V. (2020). Deskripsi fungsi dan struktur musikal Gondang Parungguhon dalam upacara ritual Gondang Sapotang pada masyarakat penganut Ugamo Malim Najumanghon Uras di Desa Meranti Timur Kecamatan Pintu Pohan Meranti Kabupaten Toba (Skripsi tidak diterbitkan).
Universitas Sumatera Utara, Medan.
Hutajulu, T. (2010). Musik Batak Toba dalam konteks sosial budaya masyarakatnya.
Jakarta: Direktorat Kesenian, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Koentjaraningrat. (2005). Pengantar antropologi: Pokok-pokok etnografi II.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Manurung, N. (2015). Bentuk dan fungsi musik Gondang Sabangunan Batak Toba pada grup Horas Rapolo Musik di Semarang. Jurnal Seni Musik.
Merriam, A. P. (1964). The anthropology of music.
Evanston: Northwestern University Press.
Nettl, B. (1983). The study of ethnomusicology: Thirty-one issues and concepts.
Urbana: University of Illinois Press.
Purba, M. (2002). Gondang Sabangunan di kalangan masyarakat Batak Toba Protestan pada tahun 1990-an. Jurnal Penelitian Musik, 5–22.
Putri, M. A. (2024). Fungsi Gondang Mula-mula pada upacara adat Saurmatua masyarakat Batak Toba di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah.
Sianipar, J. (2017). Fungsi dan makna Gondang dalam upacara adat Batak Toba. Jurnal Seni Musik Tradisi Nusantara, 8(2), 134–148.
Simanjuntak, D. P. (2020). Makna musik Gondang dalam upacara tradisional Batak Malim di Tapanuli Utara.
Medan: Universitas Sumatera Utara.
Sinaga, M. S. (2010). Makna simbolik Gondang Mula Jadi Na Bolon dalam upacara Pameleon Bolon masyarakat Parmalim di Hutatinggi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir (Tesis).
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Siregar, R. A. (2018). Gondang Sabangunan sebagai media komunikasi sakral masyarakat Batak. Jurnal Ilmiah Kebudayaan, 12(1), 45–60.
Sitorus, T. S. (2018). Analisis fungsi dan repertoar musik dalam konteks ritual Gondang Sapotang pada Ugamo Malim Najumanghon Uras di Desa Meranti Timur, Kecamatan Pintupohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir (Skripsi).
Universitas Sumatera Utara, Medan.
Situmorang, R. (2015). Struktur dan fungsi ansambel Gondang Batak Toba dalam ritual Parmalim. Jurnal Humaniora Budaya, 4(3), 210–225.
Situmorang, S. (2012). Pengantar etnomusikologi: Musik, budaya, dan identitas.
Bandung: CV Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download