HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DENGAN KECEMASAN AKADEMIS PADA MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIKMISI DI KOTA PADANG

(1) * Septhio Fadlurahman Mail (Universitas Negeri Padang, Indonesia)
(2) Farah Aulia Mail (Universitas Negeri Padang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dengan kecemasan akademis pada mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi di Kota Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian kuantitatif korelasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk pengambilan sampel penelitian ialah teknik proportional sampling. Partisipan dalam penelitian ini merupakan mahasiswa mahasiswa penerima bidikmisi di Kota Padang. Sampel yang berkontribusi dalam penelitian ini berjumlah 263 mahasiswa. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala adversity quotient dan skala kecemasan akademis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif antara variabel adversity quotient dengan variabel dibuktikan dengan perolehan nilai koefisien korelasi sebesar -0,179 dan p 0,004 (p < 0,05), menunjukkan hipotesis alternatif diterima. Artinya, semakin tinggi adversity quotient, semakin rendah pula tingkat kecemasan akademis mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi di Kota Padang.

 


Keywords


Kecemasan akademis, adversity quotient, Mahasiswa.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i2.2025.687-691
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i2.2025.687-691 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Bandura. (1997). Self-efficacy (the exercise of control.). New York: W.H. Freeman and Company.

Bedewy, D., & Gabriel, A. (2015). Examining perceptions of academic stress and its sources among university students: The Perception of Academic Stress Scale. Health Psychology Open, 2(2).

Dewantari, A. G., & Soetjiningsih, C. H. (2022). Adversity Quotient dan Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja Pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 10(3), 629-636.

Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Greene, B. (2005). Psikologi Abnormal. Jakarta: Erlangga

Norman, W. (1998). Meredakan Emosi Jiwa. Yogyakarta: Yayasan ANDI.

Novilita, H. & Suharnan, S. (2013). Konsep diri adversity quotient dan kemandirian belajar siswa. Jurnal Psikologi, 8(1), 619-632

Permata, A. N. (2022). Pengaruh scoial support dan adversity quotient terhadap academic anxiety. Universitas Negeri Sunan Ampel. Skripsi

Permata, K. A., & Widiasavitri, P. N. (2019). Hubungan antara kecemasan akademis dan sleep paralysis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tahun pertama. Jurnal Psikologi Udayana, 6(1), 1.

Putri, Y. K., & Akbar, S. (2022). Adversity Quotient Dan Kecemasan Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Tugas Akhir. Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik), 5(1), 50-54.

Rizky, N. J., & Soetjiningsih, C. H. (2021). Kepribadian (Five Factor Model) dan Psychological Distress pada Mahasiswa Penerima dan Bukan Penerima Beasiswa. Philanthropy: Journal of Psychology, 5(2), 276-294.

Setiawan, W, A., & Suratno. (2020). Analisis Diskriminan Faktor Kecemasan Karyawan Menghadapi Dampak Pandemi COVID-19: Kasus Perusahaan Manufacturing Dan Jasa Survey. Operations Excellence: Journal Of Applied Industrial Engineering , 12(2), 1-10.

Stoltz, G.P. (2007). Adversity Quotient: Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. Jakarta: PT Grasindo.

Stoltz, P. G. (2005). Adversity Quotient: Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. Jakarta: Grasindo.

Tian, Y. & Fan, X. (2014). Adversity quotients, environmental variables and career adaptability in student nurses. Journal of Vocational Behavior, 85, 251-257

Wahyuni, S. (2013). Hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa psikologi. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(4).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.