KEBERTAHANAN PRAKTIK PENYEMBUHAN PERSONALISTIK DI KELURAHAN LIMAU SUNDAI, KECAMATAN BINJAI BARAT

(1) * Putri Riandini Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) Puspitawati Puspitawati Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan praktik penyembuhan personalistik di Kelurahan Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat. Meskipun masyarakat setempat telah memiliki akses terhadap layanan kesehatan modern, praktik pengobatan berbasis spiritual tetap dipertahankan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap pengobat tradisional, pasien pengobatan non-medis dan medis, serta masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan praktik penyembuhan personalistik didorong oleh kepercayaan masyarakat terhadap penyebab penyakit non-medis, pengalaman penyembuhan yang bersifat personal, kemudahan akses dan biaya yang fleksibel, serta dukungan budaya lokal yang kuat. Para pengobat dipandang tidak hanya sebagai penyembuh tetapi juga sebagai figur sosial yang dihormati. Temuan ini memperlihatkan bahwa pengobatan personalistik tetap relevan dan hidup berdampingan dengan pengobatan modern, karena mampu memenuhi kebutuhan spiritual, emosional, dan budaya masyarakat. Dengan demikian, pengobatan tradisional tetap menjadi bagian penting dalam sistem kesehatan masyarakat, khususnya dalam konteks komunitas yang masih menjunjung nilai-nilai kultural.

Keywords


pengobatan personalistik, kepercayaan budaya, pengobat tradisional, masyarakat lokal, kesehatan spiritual.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i8.2025.3581-3585
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i8.2025.3581-3585 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Amisim, dkk. (2020). Persepsi sakit dan sistem pengobatan tradisional dan modern pada orang Amungme (Studi kasus di Kecamatan Alama Kabupaten Mimika). Jurnal Holistik. 13: 1–18.

Bhasin, V. (2007). Medical anthropology: A review. Studies on Ethno-Medicine. 1(1): 1–20.

Creswell, J. W. (2021). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Febriani, N. A. (2021). Pajjappi (mantra) sebagai pengobatan tradisional masyarakat Bugis di Desa Bila. Aceh Anthropological Journal. 5(2): 176–186.

Foster, G. M. & Anderson, B. G. (2009). Antropologi kesehatan: Pendekatan biokultural (Ed. 2). Waveland Press.

Lesmana, H. A., Putri, A. U. & Yuni, R. (2018). Pengobatan tradisional pada masyarakat Tidung Kota Tarakan: Studi kualitatif kearifan lokal bidang kesehatan. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan. 16(1): 31–41.

Lestridewi, N., dkk. (2021). Tinjauan personalistik dan naturalistik dalam pemahaman masyarakat adat mengenai penyakit. Diunduh di https://antro.fisip.unair.ac.id/tinjauan-personalistik-dan-naturalistik-dalam-pemahaman-masyarakat-adat-mengenai-penyakit/ tanggal 25 Juni 2025.

Mailinar, M., Mardiyanti & Aliyas. (2021). Sistem pengobatan tradisional Begijol pada Suku Anak Dalam di Jambi. Nazharat: Jurnal Kebudayaan. 27(2): 1–12.

Masrizal, M. (2023). Pengetahuan masyarakat terhadap pilihan pengobatan antara medis tradisional dan medis modern di Nagari Pauh IX. Disertasi. Universitas Andalas.

Puspitawati, S., Ekomila, S. & Hasanah, N. (2013). Etnomedisin sebagai solusi alternatif pada permasalahan ekonomi dan kesehatan masyarakat di Desa Bagan Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial (JUPIIS). 5(1): 116–126.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.