(2) Mirna Nur Alia
(3) Muhammad Retsa Rizaldi Mujayapura
*corresponding author
AbstractVictim blaming dalam kasus pelecehan seksual masih menjadi permasalahan yang terus terjadi di Indonesia. Fenomena ini terjadi ketika korban justru disalahkan atas tindakan yang mereka alami, baik karena pakaian, perilaku, atau situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana victim blaming dalam kasus pelecehan seksual masih dinormalisasi oleh masyarakat, serta faktor-faktor yang memperkuatnya, seperti seksisme, patriarki, dan kurangnya edukasi seksual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, didukung oleh analisis wacana dari berbagai kasus yang terjadi di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa victim blaming tidak hanya berasal dari individu, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya patriarki yang mengakar serta kurangnya pemahaman tentang pelecehan seksual. Namun, media sosial juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan menjadi alat untuk melawan victim blaming. Oleh karena itu, edukasi mengenai pelecehan seksual dan bahaya victim blaming perlu diperluas agar korban mendapatkan dukungan yang layak dan pelak. Keywordsvictim blaming, pelecehan seksual, media sosial.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v12i6.2025.2361-2368 |
Article metrics10.31604/jips.v12i6.2025.2361-2368 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Alhakim, A. (2021). ANALISIS HUKUM CATCALLING DAN PEMENUHAN ASAS BHINNEKA TUNGGAL IKA TERHADAP PERATURAN DAERAH KOTA BATAM DALAM MENCEGAH PELECEHAN SEKSUAL VERBAL. 9(3), 6.
Ardi Wiyatno, Sheila Alma Tasya, Abdul Rahim, S. R. A. (2024). Pengaruh Pemberian Video Informasi Kesamaan antar Gender Terhadap Seksisme Pada Mahasiswa Ardi Wiyatno 1 , Sheila Alma Tasya 2 , Abdul Rahim 3 , Syahirah Rizki Anila 4. 2(1), 26–32.
Cahyanti, E. (2024). Seorang Penyanyi Dangdut Dilecehkan Tapi Malah Dihujat Warganet, Stop Victim Blaming! Konde.Co. https://www.konde.co/2024/08/seorang-penyanyi-dangdut-dilecehkan-tapi-malah-dihujat-warganet-stop-victim-blaming/
Firmanda, H., Azlina, I. I. S., & Septipah, I. (2023). Perlindungan Korban Kekerasan Seksual yang Mengalami Victim Blaming di Media Sosial Berdasarkan Aliran Realisme Hukum. Reformasi Hukum, 27(1), 38–49. https://doi.org/10.46257/jrh.v27i1.489
Halizah, L. R., & Faralita, E. (2023). Budaya patriarki dan kesetaraan gender. Wasaka Hukum, 11(1), 19–32. https://www.ojs.stihsa-bjm.ac.id/index.php/wasaka/article/view/84
Hi.Yusuf, H. (2020). Pentingnya Pendidikan Seks Bagi Anak. Al-Wardah, 13(1), 131. https://doi.org/10.46339/al-wardah.v13i1.163
Isabela, C. C., Nabila, N. A., Evitananda, S., Azizah, S. N., & Kaloeti, D. V. S. (2024). Efektivitas Post Traumatic Growth Pada Wanita Korban Kekerasan Seksual Ditinjau Dari Resiliensi: Systematic Literature Review. Jurnal Darma Agung, 32(2), 812–822.
Jofipasi, T. A., Karneli, Y., & Netrawati, N. (2024). Implementasi Konseling Eksistensial dalam Mengatasi Trauma Pada Korban Pelecehan Seksual. Counselia; Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 5(1), 151–161. https://doi.org/10.31943/counselia.v5i1.108
Latra Wijayanti, N. S. T. P., & Suarya, L. M. K. S. (2023). Fenomena Victim Blaming Pada Korban Kekerasan Seksual. Psychopolytan : Jurnal Psikologi, 7(1), 12–20. https://doi.org/10.36341/psi.v7i1.3072
Meilinda, N., Malinda, F., & Aisyah, S. M. (2020). Literasi Digital Pada Remaja Digital (Sosialisasi Pemanfaatan Media Sosial Bagi Pelajar Sekolah Menengah Atas). Jurnal Abdimas Mandiri, 4(1), 62–69. https://doi.org/10.36982/jam.v4i1.1047
Nugroho, M. A. B., & Rakhman, Y. (2022). Analisis Terjemahan Ujaran Seksisme Dan Pelecehan Seksual Dalam Subtitle Bahasa Indonesia Di Dalam Film Red Sparrow. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 18(1), 26–35. https://doi.org/10.25134/fon.v18i1.4497
Octavia, R., & Yuwono, A. P. (2024). Analisis Resepsi Penonton terhadap Makna Normalisasi Pelecehan Seksual pada Film Dear David. Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(1), 11–23. https://doi.org/10.30596/ji.v8i1.14608
Putri, A., & Kusnadi, S. (2024). PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN VICTIM BLAMING DALAM ALIRAN REALISME HUKUM PADA KASUS KEKERASAN SEKSUAL. Issn (E), 8(1), 2580–3883. https://doi.org/10.24269/ls.v8i1.8545
Retania, V. A., Hasfi, N., & Luqman, Y. (2024). Pendidikan Seksual Online Untuk Remaja: Narasi Konten Dan Komentar Di Tabu.Id. Jurnal Pendidikan Psikologi, 1(2), 1–23.
Rosnawati, E. (2024). Perlindungan Hukum bagi Perempuan Korban Pelecehan Seksual yang Dilakukan di Ruang Publik. Jurnal Mercatoria, 15(2), 95–102. https://doi.org/10.31289/mercatoria.v15i2.7616
Rukman, R., Huriani, Y., & Shamsu, L. S. binti H. (2023). Stigma terhadap Perempuan Korban Kekerasan Seksual. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 3(3), 447–454. https://doi.org/10.15575/jis.v3i3.29853
Shabrina, D. (2024). Sederet Kasus Kekerasan Seksual yang Jadi Sorotan Publik Sepanjang 2024. Tempo. https://www.tempo.co/hukum/sederet-kasus-kekerasan-seksual-yang-jadi-sorotan-publik-sepanjang-2024-1188112
Shopiani, B. S., Wilodati, W., & Supriadi, U. (2021). Fenonema Victim Blaming pada Mahasiswa terhadap Korban Pelecehan Seksual. Sosietas, 11(1), 13–26. https://doi.org/10.17509/sosietas.v11i1.36089
Surya, A. P., & Soegijapranata, U. (2024). PERILAKU MENYALAHKAN DIRI DAN PERSEPSI BUDAYA PATRIARKI PADA PEREMPUAN KORBAN PELECEHAN SEKSUAL SELF-BLAME AND PERCEPTIONS OF PATRIARCHAL CULTURE IN SEXUAL HARASSMENT VICTIMS. 7(2), 152–163.
Wulandari, E. P., & Krisnani, H. (2021). Kecenderungan Menyalahkan Korban (Victim-Blaming) Dalam Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Sebagai Dampak Kekeliruan Atribusi. Share : Social Work Journal, 10(2), 187. https://doi.org/10.24198/share.v10i2.31408
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download