(2) Mirna Nur Alia Abdullah
(3) Muhammad Retsa Rizaldi Mujayapura
*corresponding author
AbstractPenelitian ini membahas self-injury pada mahasiswa yang dipicu oleh kurangnya dukungan sosial, serta peran kelembagaan sosial dalam mengatasi permasalahan ini. Studi ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan. Berdasarkan kajian literatur, mahasiswa yang memiliki dukungan sosial yang rendah lebih rentan mengalami tekanan emosional yang memicu depresi karena adanya perasaan terisolasi sehingga mengalami stres emosional yang berlebihan, serta sulit untuk mengendalikan tekanan akademik dan personal, yang dalam beberapa kasus dapat memicu potensi bunuh diri. Lembaga sosial seperti keluarga dan institusi pendidikan sangat penting untuk memberikan dukungan psikologis dan menciptakan lingkungan yang lebih suportif. Kesimpulannya, dengan meningkatkan dukungan sosial dan peran kelembagaan sosial dalam kehidupan mahasiswa, risiko self-injury dapat berkurang dan kesejahteraan mental mahasiswa semakin meningkat
Keywordsself-injury, mahasiswa, kelembagaan sosial, dukungan sosial, depresi.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v12i4.2025.1452-1457 |
Article metrics10.31604/jips.v12i4.2025.1452-1457 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Andini, R., & Sari, M. (2022). Efektivitas Terapi Kelompok dalam Penanganan Self-Injury pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi Indonesia, 15(2), 75-89.
Arslan, G., Yıldırım, M., Tanhan, A., Buluş, M., & Allen, K. A. (2022). Pandemi COVID-19, Kesejahteraan Psikologis, dan Peran Dukungan Sosial: Sebuah Tinjauan. Current Psychology, 41, 103-115.
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2): 27-40.
Hidayati, N., & Prasetyo, A. (2019). Peran Organisasi Kemahasiswaan dalam Mengurangi Stres Akademik. Jurnal Pendidikan Sosial, 10(3), 112-128.
Kemendikbud. (2021). Pedoman Pelayanan Konseling di Perguruan Tinggi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Lestari, D., & Wijaya, H. (2023). Akses Layanan Konseling dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa. Jurnal Konseling Indonesia, 18(1), 45-63.
Palinkas, L. A., Horwitz, S. M., Green, C. A., Wisdom, J. P., Duan, N., & Hoagwood, K. (2015). Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method implementation research. Administration and Policy in Mental Health and Mental Health Services Research, 42(5): 533-544.
Putra, E., & Santoso, B. (2021). Aktivitas Organisasi dan Hubungannya dengan Tingkat Stres Mahasiswa. Jurnal Psikologi Terapan, 7(4), 91-104.
Rahmawati, I., & Setyawan, H. (2023). Dukungan sosial pada mahasiswi dengan perilaku self-injury. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 9(8): 45-56
Rahmawati, T., & Putri, L. (2020). Pengaruh Layanan Konseling terhadap Perilaku Self-Injury Mahasiswa. Jurnal Bimbingan Konseling, 14(2), 67-81.
Sari, D. P. (2022). Hubungan antara dukungan sosial dan stres akademik pada mahasiswa baru. Humanitas: Jurnal Psikologi Indonesia, 18(9): 112-125.
Snyder, C. R., & Lopez, S. J. (2007). Positive psychology: The scientific and practical explorations of human strengths. (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Pratama, A. (2023). Peran dukungan sosial terhadap kecenderungan self-injury pada mahasiswa. Tesis, Universitas Gadjah Mada.
Santoso, B. (2023). Strategi pencegahan self-injury di kalangan mahasiswa: Perspektif psikologi sosial. Prosiding Seminar Nasional Psikologi Universitas Indonesia, Depok, 15 September 2023.
Setyawan, A., & Nugroho, Y. (2022). Hubungan Antara Dosen Pembimbing dengan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20(1), 34-48.
Sundawati, I., & Oktaviana, W. (2024). Peran dukungan sosial terhadap perilaku self-injury pada remaja. Prosiding Konferensi Nasional Kesehatan Mental, Surabaya, 10 Februari 2024.
Yusuf, M., & Anwar, S. (2020). Dukungan Keluarga sebagai Faktor Protektif Terhadap Depresi Mahasiswa. Jurnal Psikologi Sosial, 11(3), 205-220.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download