JARINGAN SOSIAL MASYARAKAT PEDULI BENCANA (MPB) DALAM MITIGASI BENCANA KEBAKARAN LAHAN GAMBUT DI DESA TANJUNG BELIT KECAMATAN SIAK KECIL KABUPATEN BENGKALIS

(1) * Haziq Hidayatullah Mail (Universitas Riau, Indonesia)
(2) Ashaluddin Jalil Mail (Universitas Riau, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan bencana yang sering terjadi diberbagai wilayah Indonesia. Provinsi Riau merupakan salah satu wilayah yang rawan terhadap bencana kebaran hutan dan lahan, hal itu disebabkan karna Provinsi Riau memiliki kawasan ekosistem gambut gambut yang luas terutama pada wilayah perdesaannya. Jaringan sosial Masyarakat Peduli Bencana (MPB) Desa Tanjung Belit, Kabupaten Bengkalis saat ini berada dalam upaya mitigasi bencana kebakaran lahan gambut. Dikarenakan wilayah ini rentan akan terjadinya kebakaran lahan gambut setiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan dinamika jaringan sosial internal dan eksternal MPB, termasuk peran dan fungsinya dalam pencegahan bencana. Subjek dalam penelitian ini meliputi anggota MPB, masyarakat lokal, serta mitra eksternal seperti Pemerintah Desa, PT.SPM, dan lembaga terkait, yang dipilih menggunakan teknik purposive. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikatan kuat dalam jaringan sosial MPB tercermin dari rasa kekeluargaan, kepercayaan, transparansi, dan motivasi kolektif, yang menunjukkan adanya hubungan emosional di samping hubungan formal. Sementara itu, ikatan lemah terlihat dalam kerja sama MPB dengan pihak eksternal, seperti Pemerintah Desa dan lembaga terkait. Meskipun ikatan kuat berperan sebagai jembatan untuk mengakses informasi, ide-ide baru, dan sumber daya tambahan, kerja sama dengan pihak eksternal cenderung tidak konsisten, sehingga memengaruhi efektivitas MPB dalam mitigasi bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ikatan kuat dan lemah dalam jaringan sosial memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas MPB untuk melakukan mitigasi bencana kebakaran lahan gambut.


Keywords


Jaringan Sosial, Mitigasi Bencana, Lahan Gambut.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i6.2025.2274-2283
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i6.2025.2274-2283 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Adiputra, A., & Barus, B. (2018). Analisis Risiko Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Pulau Bengkalis. Jurnal Geografi, Edukasi Dan Lingkungan(JGEL),2(1), 1–8. http://journal.uhamka.ac.id/index.php/jgel

Arisman. (2020). Analisis Tren Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Periode Tahun 2015-2019 Trend Analysis of Forest and Land Fires in Indonesia periods 2015-2019. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 6(1), 1–9.

Sudiana, N. (2019). Analysis of Potential Hazards of Peatland Fire in Bengkalis Island, Bengkalis District, Riau Province. 3(2), 2548–8635.

Simarmata, N., Nadzir, Z. A., & Agustina, L. K. (2024). Analisis spasial risiko bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pesawaran. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/388641766

Trinirmalaningrum. (2015). Di Balik Tragedi Asap: Catatan Kebakaran Hutan dan Lahan 2015. Jakarta (ID): Asia Foundation. September.

Wacana, U. K. S. (2004). Jaringan sebagai Modal Sosial. 11–22.

Rohma, F. A., Pratiwi, F. I., Aznor, A., & Alunaza, S. D. H. (2024). Mengatasi perubahan iklim: Bom waktu deforestasi di Indonesia. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/381109450

Rahmayana, R., & Mukhlis, R. (2024). Penegakan hukum dan dampak sosial-ekonomi Karhutla di Rokan Hilir. Jurnal Ilmiah Wahana Penelitian. http://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/11413


Refbacks

  • There are currently no refbacks.