MENELUSURI MAKNA HIDUP PENGHAYAT KEJAWEN DARI PUNCAK SRANDIL

(1) * Tiyas Indah Yuwati Mail (Universitas Teknologi Yogyakarta, Indonesia, Indonesia)
(2) Tabah Aris Nurjaman Mail (Universitas Teknologi Yogyakarta, Indonesia, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna hidup yang dialami oleh penghayat kejawen yang berperan sebagai juru kunci di Gunung Srandil, Cilacap. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan teori Bastaman (1996) yang melibatkan enam aspek: pemahaman diri, makna hidup, perubahan sikap, komitmen diri, kegiatan terarah, dan dukungan sosial. Subjek penelitian adalah enam individu yang terdiri dari tiga juru kunci dan tiga significant others yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa makna hidup bagi para juru kunci berakar pada kepercayaan terhadap leluhur, yang diwariskan secara turun-temurun. Agama hanya dianggap sebagai identitas, sedangkan budaya Kejawen tetap menjadi panduan spiritual utama. Meskipun menghadapi stigma sosial, kurangnya penghargaan materi, dan kecemburuan sosial antar juru kunci, mereka tetap bangga menjalankan tugas mereka sebagai bentuk pengabdian. Penelitian ini mengilustrasikan bagaimana makna hidup dapat ditemukan melalui pemahaman diri, aktivitas bermakna, dan dukungan sosial, yang semuanya berkontribusi pada keberlanjutan tradisi kejawen.


Keywords


makna hidup, kejawen, kuncen gunung.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i3.2025.862-867
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i3.2025.862-867 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Bastaman. (2007). Logoterapi: Psikologi untuk menemukan makna hidup dan meraih hidup bermakna. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Bastaman. (1996). Meraih hidup bermakna. Jakarta: Paramadina.

Frankl, V. E. (2017). Man's search for meaning. Jakarta Selatan: Naura Books.

Indriyawati, E. (2009). Antropologi. In Saronto, Antropologi (p. 10). Jakarta: CV. Usaha Makmur.

Kahija, Y. L. (2017). Penelitian fenomenologis jalan memahami pengalaman hidup. Sleman: PT Kanisius.

Richeson, J. A., & Shelton, J. N. (2006). A social psychological perspective on the stigmatization of older adults. National Library of medicine.

Setyarini, R., & Atamimi, N. (2011). Self-esteem dan makna hidup pada pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jurnal Psikologi, 176-184.

So'imah, N. F., Pravitasari, N. V., & Winaryati, E. (2020). Analisis praktik-praktik Islam Kejawen terhadap kehidupan sosial masyarakat era modern (Studi Kasus di Desa X Kabupaten Grobogan). Sosial Budaya, 1-2.

Steger, M. F., Oishi, S., & Kashdan, T. B. (2009). Meaning in life across the life span: Levels and correlates of meaning in life from emerging adulthood to older adulthood. The Journal of Positive Psychology, 43-52.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan r&d. Yogyakarta: Alfabeta.

Sushmita, C. I. (2022, January 17). Ritual dan Pesugihan di Gunung Srandil Cilacap. Retrieved from SoloposJateng: https://jateng.solopos.com/ritual-dan-pesugihan-di-gunung-srandil-cilacap-1237614


Refbacks

  • There are currently no refbacks.