PERAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA TOBEK PEBAUN DI DESA PEBAUN HILIR KECAMATAN KUANTAN MUDIK KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

(1) * Jeris Harpens Harpens Mail (Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Indonesia)
(2) Yusmar Yusuf Mail (Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pengembangan Objek Wisata Tobek Pebaun di Desa Pebaun Hilir dan untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pengembangan Objek Wisata Tobek Pebaun di Desa Pebaun Hilir.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan hasil yang disajikan dalam bentuk deskriptif. Pengumpulan data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian terdiri dari pengurus dan anggota Pokdarwis, Kepala Desa Pebaun Hilir, tokoh masyarakat Desa Pebaun Hilir, dan pengunjung. Pembuktian keabsahan data menggunakan metode triangulasi sumber. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, teori yang digunakan adalah teori yang dikemukakan oleh James s Coleman tentang proses pilihan rasional yang dilakukan Pokdarwis untuk berperan dalam pengembangan objek wisata. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Peran Pokdarwis dalam pengembangan Objek Wisata Tobek Pebaun di Desa Pebaun Hilir, yakni dengan melakukan langkah-langkah: (a). mengadakan musyawarah dengan melibatkan masyarakat untuk membahas permasalahan dan mencari solusi bersama, (b).  meningkatkan pengetahuan serta keterampilan para anggota dan masyarakat, (c). pengembangan fasilitas bermain serta spot foto dengan menarik (d). memberikan kontribusi dalam menciptakan iklim yang kondusif di kawasan wisata. 2) Faktor pendukung Pokdarwis dalam pengembangan Objek Wisata Tobek Pebaun di Desa Pebaun Hilir, yaitu: semangat dan motivasi dari pengurus serta anggota, sikap gotong royong dan rasa kekeluargaan yang kuat, serta adanya atraksi tambahan. Sedangkan Faktor penghambatnya, yaitu: kurangnya SDM di bidang pariwisata, partisipasi masyarakat yang masih rendah serta kurangnya kesadaran dan aktualisasi masyarakat terhadap nilai-nilai sapta pesona, dan minimnya dukungan dari pihak pemerintah.

Keywords


Peran, Kelompok Sadar Wisata, Pengembangan Objek Wisata.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i5.2025.1741-1750
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i5.2025.1741-1750 Abstract views : 0

   

Cite

   

References


Adhimah, S. (2020). Peran orang tua dalam menghilangkan rasa canggung anak usia dini (studi kasus di desa karangbong rt. 06 rw. 02 Gedangan-Sidoarjo). Jurnal Pendidikan Anak, 9(1), 57–62. https://doi.org/10.21831/jpa.v9i1.31618

Chaerunissa, S. F., & Yuniningsih, T. (2020). Analisis Komponen Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Wonopolo Kota Semarang. Journal Of Public Policy And Management Review, 9(4), 159–175.

Dakwah, J., & Desa, P. M. (2021). Jurnal at-taghyir. 4, 93–116.

Indonesia, R. (2008). Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM. 04/UM. 001/MKP/2008 Tentang Sadar Wisata.

Jayanti, N. P. (2019). Pengembangan Objek Wisata Pantai Gandoriah Kota Pariaman. Jurnal Khatulistiwa Informatika, 6(2), 141-146.

Sugiyono, M. P. P., & Kuantitatif, P. (2009). Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta. Cet. Vii.

Tapatfeto, M. A. K., Bessie, J. L., & Kasim, A. (2018). Strategi Pengembangan Objek Wisata Dalam Upaya Peningkatan Kunjungan (Studi Pada Objek Wisata Pantai Oetune Kabupaten TTS). Journal of Management, 6(1), 1–20.

Tantoro, S., Yesi, Y., Syafrizal, S., Kadarisman, Y., & Hidir, A. (2019, September). Model pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan kelembagaan kelompok sadar wisata di Desa Tanjung Belit. In Unri Conference Series: Community Engagement (Vol. 1, pp. 56-60).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.