Hatobangon and the Settlement of Customary Land Disputes in Sipagabu Village, Lubuk Barumun District

(1) * Ningsih Erlinda Hasibuan Mail (State University of Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


This study aims to understand the role of Customary Stakeholders (Hatobangon) in resolving customary land conflicts between the Sipagabu Village community and a forestry company, and to identify the obstacles they face in carrying out this role. The study was conducted qualitatively using a descriptive approach, collecting data through observation, in-depth interviews, and document studies. Key informants included the village head, traditional leaders, Koran teachers, residents affected by the conflict, and the village's youth. The results indicate that Hatobangon hold a strategic position as leaders of customary deliberations, guardians of customary values, and community representatives in relations with external parties. However, in the case of the transfer of customary land to the company, this role was not carried out collectively and transparently, with decisions made without full community involvement, resulting in disappointment and social conflict. The main obstacles Hatobangon faced in resolving this conflict include limited knowledge, political pressure, and a weak bargaining position in dealing with the company and the government. Nevertheless, the community still holds out hope that customary structures can be revitalized and return to their function as guardians of customary rights in a just and democratic manner.


Keywords


Hatobangon, land, customary law, conflict, customs, Sipagabu

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v%25vi%25i.%25Y.%25p
      

Article metrics

10.31604/jips.v%vi%i.%Y.%p Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. 2021. Profil AMAN. Tersedia online pada https://aman.or.id, diakses pada 16 Januari 2025.

Auliyah, Nurul., Lestari, Rika dan Ulfiah, Hasanah. 2023. Penyelesaian sengketa Tanah Ulayat oleh Ninik Mamak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Seikat: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, vol. 2, no.3, hlm. 200-210.

Badan Register Wilayah Adat. 2021. Laporan Tahunan BRWA: Pengakuan dan perlindungan wilayah adat di Indonesia. Tersedia online pada https://brwa.or.id/, diakses pada 16 Januari 2025.

Bilung, N. 2020. Peranan tokoh adat dalam penyelesaian sengketa tanah Ulayat di desa Lomg Temuyat kecamatan Hulu kabupaten Mlinau provinsi Kalimantan Utara. Journal Ilmu Pemerintahan, vol. 8, no.4, hlm. 15-18.

Damanik, Erond L. 2021a. Tanah Ulayat: Catatan kritis atas penyerobotan dan pendakuan tanah di Simalungun. Medan: Simetri Institute.

Damanik, Erond L. 2021b. Dispute resolution: Pentagonal relationships in the Simalungun ethnic group. Asia-Pacific Social Sciences Review, vol. 21, no.1, hlm. 211-223.

Damanik, Erond L. dan Ndona, Yakobus. 2022. Alignment: Conflict resolution through Sulang-Silima among Pakpaknese, Indonesia. Asian Journal of Social Science, Vol. 50, no. 2, hlm. 96-103 https://doi.org/10.1016/j.ajss.2021.10.002

Effendi, M. 2021. Dinamika konflik tanah ulayat masyarakat adat di Kabupaten Padang Lawas Utara: Studi kasus Desa Simangambat Jae Kecamatan Simangambat Kabupaten Padang Lawas Utara. Tesis Magister, Prodi Ilmu Hukum, Universitas Sumatera Utara. Diakses dari https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789

Giddens, Anthony. 1984. The constitution of Society: Outline of the theory of structuration. Cambridge: Polity Press.

Hardjowigeno, Sarwono. 2017. Ilmu tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.

Hsb, Suryani Juhria. 2023. Metode orangtua membina salat anak dalam keluarga di Desa Sipagabu kecamatan Aek Nabara Barumun Kabupaten Padang Lawas. Tesis S1, Prodi pendidikan agama islam. Universitas Islam Negeri Syekh Ali Ahmad Addary Padang Sidimpuan. Diakses dari https://etd.uinsyahada.ac.id/10121/1/1920100212.pdf

Ikhsan, Edy. 2021. Konflik tanah ulayat dan pluralisme hukum. Jakarta: Obor Indonesia.

Isnaidar, Vita Sari., Rochmiatun, Endang, dan Santosa. 2024. Hatobangon: Perannya dalam Penyelesaian Adat Pernikahan Masyarakat Batak Angkola. Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam, vol. 4, no. 2, hlm. 19-34.

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional. 1960. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104. Jakarta: Sekretariat Negara.

Komang, Ni Putri Sari Sunnari Wangi., Febrianti Komang Dantes., Ketut Sudiatmaka. 2023. Analisis yuridis hak ulayat terhadap kepemilikan tanah adat berdasarkan Undang-Undang nomor 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria. Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, vol.3, no. 3, hlm. 112-116.

Marizal, M., Aulia Pravasta. I dan Hilman Rigel Nugroho. 2022. Dynamics of Customary Land Rights for Public Interest in Indonesia. Widya Pranata Hukum : Jurnal Kajian dan Penelitian Hukum, vol. 4, no.2, hlm. 155–166.

Miles, M. B. & Huberman, M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Muhammad Jalil Lubis. (2025). Wawancara pribadi. Sipagabu, 20 Mei 2025.

Ningsih, Wahyu Sri., Asmawi., dan Chatra, Emerlady. 2023. Komunikasi penanganan konflik tanah ulayat di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Pustaka Komunikasi, vol. 4, no. 2, hlm. 354-368

Nst, Abd Muthalib., & Abd, Mukhsin. 2024. The role of Hatobangon in waqf land dispute resolution: A solution for rural customary conflict in Bangun Purba. Al-risalah: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, vol. 24, no. 2, hlm. 1-15.

Pandapotan Lubis. (2025). Wawancara pribadi. Sipagabu, 20 Mei 2025.

Para Tokoh Masyarakat Angkat Bicara Soal Keberadaan PT SSL dan PT SRL yang Dianggap Meresahkan Warga. (Publikasi di YouTube sekitar 3.6 tahun lalu). Tribun Medan.com. Available via YouTube. Diakses pada Juli 2025.

Parsons, Talcott. 1951. The social system. Glencoe: The Free Press.

Pemerintah Desa Sipagabu. (2020). Buku Profil Desa Sipagabu Tahun 2020. Sipagabu: Pemerintah Desa.

Pulungan, M. Sofyan. 2023. Menelaah masa lalu, menata masa depan: Sejarah hukum tanah ulayat dan model penanganan konflik sosialnya. Undang: Jurnal Hukum, vol. 6, no.1, hlm. 235–267.

Rahman, Abdul Hamid dan Suryana, Asep. 2024. Dinamika konversi hak atas tanah ulayat: studi kasus Tanah Ulayat di Bali. Jurnal Kolaboratif Sains, vol. 7, no. 12, hlm. 739-4750.

Randy, Jordan dan zetdhan pellokia. 2021. Analisis penyelesaian konflik hak ulayat pada masyarakat hukum adat di Kabupaten Jayapura Papua. Sosial Sains: Jurnal Syntax Transformation, vol. 2, no. 8, hlm. 112-1123

Rangkuti, S. S. dkk. (2022). Hatobangon: Character building and revitalization of cultural values in Panyabungan. HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies, 8(2), 119–133.

Shebubakar, A.N. dan Raniah, M.R. 2021. Hukum tanah adat/ulayat. Jurnal Magister Ilmu Hukum, vol. 4, no.1, hlm. 14.

Simamora, I. M. M. dkk. 2023. Perlindungan hukum hak ulayat masyarakat. Social Science, vol. 50, no. 2, hlm. 96-103, https://doi.org/10.1016/j.ajss.2021.10.002

Siregar, Atas. (14 September 2020). Pemkab Palas Diminta Tegas Terhadap SSL dan SRL. Analisadaily.com. Diakses pada Juli 2025.

Siregar, Erwin dan Sormin, Alparis Salman. 2021. Kepemimpinan tradisional masyarakat Batak Angkola di kerajaan luat marancar pada masa pendudukan Belanda dan Jepang (1930-1942). Jurnal Education and Development, vol.2, no.3, hlm. 505-511.

Soekanto, Soerjono. 2002. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. 2016. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabet. Danandjaja

Supardan. 2016. Sosiologi: Memahami dan menganalisis realitas sosial. Bandung: Pustaka Setia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.