SPIRITUALITAS PADA TRADISI MANGARAGAT BARGOT ETNIK ANGKOLA DI DESA HAMBIRI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA

(1) * Adi Tahir Harahap Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) Daud Daud Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan dan nilai-nilai spiritualitas tradisi mangaragat bargot pada Etnik Angkola didesa Hambiri Kabupaten Padang Lawas Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi partisipan, wawancara kepada informan dan dokumentasi menyajikan gambar nyata. Hasil penilitian terdapat bahwa tradisi mangaragat bargot pada Etnik Angkola didesa Hambiri Kabupaten Padang Lawas Utara masih menjaga dan melestarikan tradisi tersebut, dengan melakukan enam proses tahapan pelaksanaan yakni pemilihan pohon aren, persiapan alat-alat, pajong-jong sige, manggual bargot, tahapan manampul dan tahapan mambabai. Masyarakat desa Hambiri menyakini dan mempercayai nilai-nilai spriritualitas yang dilakukan pada saat parktik-praktik ritual tradisi mangaragat bargot pada Etnik Angkola dengan tujuan agar dapat memaksimalkan hasil penyadapan pada pohon aren. Selain itu, masyarakat masih menggunakan alat-alat tradisional yaitu tempat penampungan tetesan air nira, tangga yang terbuat dari bambu, dan pemukul mayang bargot yang dibentuk serta pakaian yang penuh makna simbolik, dimana pakaian saat proses penyadapan pohon aren harus memakai pakaian awal tahapan pelaksanaan hingga pakaian tersebut tidak bisa digunakan lagi dan menghimbau mencuci pakaian tersebut dengan alasan agar pohon aren selalu merasa kasihan terhadap seorang penyadap pohon aren.


Keywords


Pelaksanaan Mangaragat Bargot, Nilai Spiritualitas.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i7.2025.2740-2744
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i7.2025.2740-2744 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Badan Pusat Statistik Kabupaten Padang Lawas Utara. (2021). Padang Lawas Utara dalam angka 2021. Sibuhuan: BPS Padang Lawas Utara.

Bustami, A. L. (2013). Sasi: Kearifan Lokal masyarakat Maluku Tengah mengelola Lingkungan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya

Durkheim, E. (1912). The Elementary Forms of Religious Life. London: George Allen & Unwin.

Eliade, M. (1959). The Sacred and the Profane: The Nature of Religion. New York: Harcourt, Brace & World.

Foley, D. E. (1991). Reconceptualizing Ethnography: A Cultural Politics of Education. New York: State University of New York Press.

Frazer, J. G. (1890). The Golden Bough: A Study in Magic and Religion. London: Macmillan.

Frazer, J.G. (1890). The Golden Bough: Studi tentang Sihir dan Agama. Terjemahan dari The Golden Bough: A Study in Magic and Religion. Jakarta: LKiS.

Geertz, Clifford (1992) Tafsir Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius

Geertz, Clifford. (1973). Tafsir Kebudayaan: Esai-Esei Terpilih. Terjemahan dari The Interpretation of Cultures: Selected Essays. Yogyakarta: Kanisius.

Harahap, B. (2010). Sejarah dan Budaya Batak Angkola. Medan: Pustaka Medan.

Hartono dan hunt. 1987. Simbolisme dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.

Hasbi, Nurul Annisa. (2023). A’Baju Golla Kaluara : Kreativitas Kelompok Tani Hutan (KTH) Buhung Lali Dalam Pengolahan Tanaman Aren. ( Skripsi Sarjana, Universitas Hasanuddin ).

Hidayana, Iip Sarip Dan Neneng. Y. K. L. (2022). Makna Budaya Pohon Aren Dalam Pendekatan Ekologi Budaya Di Kampung Adat Kukuh, Cikelet, Garut. Jurnal Panggung, Vol. 32, No. 4

Herlina, N, Husin, A, Nurfahasdi, M, S. I. (2020). Strategi Peningkatan Mutu Gula Merah Aren Menjadi Gula Semut Di Lingkungan Lomban Lobu, Kecamatan Arse , Kabupaten Tapanuli Selatan. Talenta, 4(2). https://doi.org/10.32734/lwsa.v4i1.1182

Koentjaraningrat. (1993). Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Koentjaraningrat. (2009). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Lamazi. 2005. “Tradisi Tambe Kampung Dalam Masyarakat Islam di DesaTempapun Kuala Kecamatan Gading Kabupaten Sambas†dalam Skripsi.Pontianak: Jurusan Dakwah STAIN Pontianak.

Made, I. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta: Prenadamedia Group.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Nasution, A. H. (2002). Adat dan Islam dalam Budaya Batak Angkola. Medan: Pustaka Sinar Harapan.

Nasr, S. H. (1987). Islamic Science: An Illustrated Study. London: World Wisdom.

Pujiasmanto, B. (2010). Kearifan Lokal dalam Pemanfaatan Pohon Aren. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sastrapradja, S. (1980). Tanaman Industri di Indonesia. Jakarta: LIPI.

Simamora, R. T. (2008). Kebudayaan Batak Angkola: Struktur Sosial dan Religiusitas. Padangsidimpuan: Universitas Graha Nusantara Press.

Simuh. (1999). Sufisme Jawa: Transformasi tasawuf Islam ke mistik Jawa. Yogyakarta: Bentang Budaya.

Soedjana, T. D. (2002). Komoditas Lokal dan Pembangunan Pedesaan. Jakarta: Bumi Aksara.

Spradley, J. P. (1979). The Ethnographic Interview. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Penerbit CV. Alfabeta: Bandung

Swandewi, N. P., Mudana, I. W., & Sendratari, L. P. (2020). Pengetahuan Tradisional Pengolahan Gula Aren Dalam Perspektif Perubahan Sosial Di Desa Pedawa, Buleleng, Bali. 2(1), 105–115.

Waridah. 2003. Jurnal Filsafat. Yogyakarta: UGM Yogyakarta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.