EFISIENSI PRODUKSI: STUDI KASUS PADA USAHA KULINER RAI KAJOL DI SENTRA KULINER BALI

(1) * Muizzati Kaila Syahrani Mail (Universitas Trisakti, Indonesia)
(2) Rowlan Takaya Mail (Universitas Trisakti, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi produksi di industri makanan dan minuman yang berlokasi di area wisata dan sentra kuliner Bali, dengan fokus pada usaha kuliner Rai Kajol yang memproduksi betutu khas Bali dan ayam panggang. Usaha ini dimulai oleh Bapak I Made Rai Sukanata setelah mengalami pemutusan hubungan kerja akibat pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengkaji tantangan yang dihadapi dalam proses produksi, terutama pada saat permintaan tinggi saat hari raya, serta bagaimana lokasi usaha yang strategis berkontribusi pada peningkatan efisiensi produksi. Selain itu, penelitian ini juga membahas pentingnya kemasan sebagai alat komunikasi visual yang dapat menarik minat konsumen dengan memperkenalkan citra budaya lokal Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun usaha kuliner ini mengalami tantangan keterbatasan peralatan pada musim puncak, lokasi yang strategis dan inovasi dalam kemasan dapat meningkatkan daya tarik produk di pasar wisatawan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengusaha kuliner di Bali untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memanfaatkan potensi budaya lokal dalam mempromosikan produk mereka. 

Keywords


Efisiensi produksi, industri makanan dan minuman, sentra kuliner, budaya lokal, kemasan, wisata kuliner Bali

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i2.2025.622-628
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i2.2025.622-628 Abstract views : 0

   

Cite

   

References


Arcana, K. T. P. (2016). Persepsi masyarakat lokal terhadap perkembangan akomodasi pariwisata: Studi kasus Desa Adat Seminyak, Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, Bali. Analisis Pariwisata, 16(1), 52-60.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2012). Prinsip-prinsip pemasaran (Edisi ke-13, Jilid 1). Erlangga.

Putra, I. N. D. (2014). Empat srikandi kuliner Bali: Peran perempuan dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 01(01), Juli 2014.

Pitanatri, P. D. S. (2016). Inovasi dalam kompetisi: Usaha kuliner lokal menciptakan keunggulan kompetitif di Ubud. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 3, 1-14. https://doi.org/10.24843/jumpa.2016.v03.i01.p01

Samodro. (2018). Upaya meningkatkan daya tarik produk makanan dan minuman oleh-oleh di tempat destinasi wisata melalui kajian tanda pada desain kemasan. Widyakala, 5(1), 66. https://doi.org/10.1234/widyakala.2018.5.1

Suwena, I. K., & Widyatmaja, I. G. N. (2017). Pengetahuan dasar ilmu pariwisata. Pustaka Larasan.

Ummah, A. R. (2014). Makanan jadi faktor penentu tujuan wisata. Investor Daily, 19 Februari 2014. https://investor.id/national/makanan-jadi-faktor-penentu-tujuan-wisata


Refbacks

  • There are currently no refbacks.