(2) Sudirman Sudirman
*corresponding author
AbstractPenelitian bertujuan untuk melihat analisis Fenomena Childfree dalam Pandangan Masyarakat Suku Batak Toba di Keluarahan Pasar Porsea Kabupaten Toba. Terjadi pergeseran nilai terkait anak pada masyarakat yang disebabkan kehadiran fenomena childfree.Butuh kesiapan mental dan fisik sebelum memutuskan untuk mempunyai anak,karena anak dianggap sebagai beban hidup.Childfree adalah keputusan  atau komitmen seseorang untuk tidak memiliki keturunan.Terdapat 5 faktor yang menjadi alasan seseorang tidak ingin memiliki anak yaitu faktor pribadi,psikologis,ekonomi,filosofis dan lingkungan hidup. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan deskriptif yang mana penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan keadaan lapangan sebagaimana adanya. Hasil penelitian secara umum menyatakan bahwa dari setiap informan memiliki perspektif yang berbeda-beda.Hasilnya disimpulkan bahwa setiap individu ataupun pasangan memiliki hak dalam mengambil keputusan memiliki anak.Keputusan yang  telah   dipilih  tentunya  memiliki   alasan   dari  berbagai   faktor  yang melatarbelakangi keputusan tersebut. Dalam masyarakat suku Batak Toba, Childfree akan menghilangkan fungsi dan peran dari keluarga di mana selama ini keluarga yakni adanya posisi ayah,ibu serta anak. KeywordsFenomena Childfree,Pandangan Masyarakat Suku Batak Toba ,Faktor dan Dampak Childfree
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v12i1.2025.311-315 |
Article metrics10.31604/jips.v12i1.2025.311-315 Abstract views : 0 |
Cite |
References
Badan Pusat Statistik. (2023). Laju Pertumbuhan Penduduk (Persen), 2020-2022. Diakses dari bps.go.id:https://www.bps.go.id/indicator/12/1976/1/laju-pertumbuhan-penduduk.html
Blackstone, A., & Stewart, M. D. (2012). Choosing to be childfree: Research on the decision not to parent. Sociology Compass, 6(9), 718-727.
Feriel, S. A., & Muary, R. (2023). Fenomena Childfree Dalam Perspektif Masyarakat Batak. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 4(1), 22-35.
Hanandita, T. (2022). Konstruksi Masyarakat Tentang Hidup Tanpa Anak Setelah Menikah. Jurnal Analisa Sosiologi, 11(1), 126–136.
https://doktergenz.hipwee.com/forum-genre-wadah-komunitas-kepemudaan- untuk-tekan-angka-pernikahan-anak-usia-dini/ (Diakses pada 24 September 2024)
Luki Fitriani,(2020).“Forum GenRe(Generasi Berencana)Wadah Komunitas Kepemudaan untuk Tekan Angka Pernikahan Anak Usia Diniâ€
Malau, G. (2000).Aneka Ragam Budaya Batak Jakarta: Yayasan Bina Budaya
Manurung, S., & Manurung, P. (2019). Penguatan Pendidikan Karakter dalam Keluarga Batak Toba di Kabupaten Samosir (1st ed.). Perdana Publishing.
Ndona, Y. (2018). Kemanusiaan Dalam Falsafah Hidup Masyarakat Batak Toba (Vol.1, Issue 1). http://journal.uad.ac.id/index.php/citizenship
O. Hasbiansyah, (2005), Pendekatan Fenomenologi: Pengantar Praktik dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. Hlm 167
Rachel Chrastil, (2020) How to Be Childless: A History and Philosophy of Life Without Children, Oxford University Press, 19.
Rahmah, N. F. 2022. Keputusan Pasangan Subur Untuk Tidak Memiliki Anak. Hermeneutika.
Raja Patik Tampubolon, 2002, Pustaha Tumbaga Holing: Adat Batak-Patik Uhum, Jilid I dan II, Cetakan II, Penerbit TB Paung Bona Jaya-Dian Utama, Jakarta
Siswanto, A.W., & Nurhasanah, N. (2022). Analisis Fenomena Childfree di Indonesia. Bandung Conference Series: Islamic Family Law.
Stobert,S.,&Kemeny,A.(2003).Childfree by choice.Statistics Canada.
Sugiyono.(2019).MetodePenelitian Kuantitatif,Kualitatif dan R&D.Bandung.
Tunggono, Victoria. 2021. Childfree & Happy Keputusan Sadar Untuk Bebas Anak. Yogyakarta. Buku Mojok Grup
Verniers, C. (2020). Behind the maternal wall: The hidden backlash toward childfree working women. Journal of Theoretical Social Psychology, 4(3), 107-124.https://doi.org/10.1002/jts5.65.
Refbacks
- There are currently no refbacks.





