(2) Yuliarma Yuliarma
*corresponding author
AbstractPenelitian ini mendeskripsikan perubahan yang terjadi dalam busana adat tradisional wanita takuluak barembai kabupaten Kuantan Singingi. Fokus utama dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perubahan desain hiasan dalam elemen motif dan teknik hias pada busana adat tradisional wanita takuluak barembai Kabupaten Kuantan Singingi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer dan skunder melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) motif yang digunakan pada busana adat tradisional wanita takuluak barembai dulunya menggunkan motif anyaman, motif bunga tanjung, motif tampuk manggis dan motif lebah begayut berganti menjadi motif anyaman modifikasi, motif tampuk manggis, dan motif siku tunggal, 2) teknik hias busana adat tradisional wanita takuluak barembai dahulunya menggunakan teknik hias lekapan renda dan bordir berganti menjadi tekni hias lekapan renda dan payet. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana busana tradisional dapat beradaptasi seiring peruban zaman, sekaligus menunjukan pengaruh budaya modren terhadap tradisi lokal. KeywordsTakuluak barembai, Attire changes, Tradisional attire
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v11i11.2024.4893-4903 |
Article metrics10.31604/jips.v11i11.2024.4893-4903 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Amira, D., & Suci, P. H. (2024). STUDI TENTANG BUSANA PENGANTIN PRIA ADAT BASANDIANG DUO DI NAGARI AIR BANGIS KABUPATEN PASAMAN BARAT STUDY OF THE TRADITIONAL GROOM ’ S CLOTHING BASANDIANG DUO IN NAGARI AIR BANGIS WEST PASAMAN REGENCY. 13.
Andriani, R., Budiwirman, M., & Erwin, A. (2016). Perubahan Pakaian Pengantin Nagari Taluak Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Serupa The Journal of Art Education, 5(1).
Andustin, E. T. (2022). Makna Simbolik Busana Takuluak Barembai di Kabupaten kuantan Singingi. Universitas Islam Riau.
Fitri, Y., & Nelmira, W. (2024). HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA DESIGN AND MEANING OF PENGHULU CLOTHING IN NAGARI TARAM , HARAU , LIMA PULUH KOTA REGENCY. 13(September 2023).
Harmelia, C., & Yuliarma, Y. (2021). Perubahan Desain Busana Adat Pengantin Wanita Di Kota Pariaman Sumatera Barat. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 10(2), 515. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.29093
Hestiworo, Sumaryati, C., & Dwijanti. (n.d.). Dasar desain 1.
Maulia, R. (2015). WISATA BUDAYA DALAM TRADISI TENUN DI KECAMATAN MEMPURA KABUPATEN SIAK. 2, 1–11.
Purnasari, D., Wikarya, Y., & Zubaidah. (2015). Studi Tentang Nama, Bentuk, Penempatan Dan Makna Motif Pada Pakaian Raja Kerajaan Siak Sri Indrapura Provinsi Riau. The Journal of Art and Education, 3(2), 1–14.
Putri, rada natalia, & yuliarma. (2023). Perubahan kombinasi warna busana adat pengantin tradisional wanita lintau buo sumetera barat. Sospendis, 1(1), 21–26.
Ramadhani, Y. (2024). KAJIAN BATIK GAMBIR SEBAGAI PRODUK BATIK MINANGKABAU Study of Batik Gambir as Minangkabau Batik Innovative Product. 41(1), 89–102. https://doi.org/10.22322/dkb.v41i1.8435.g6450
Samsu. (2021). Metode Penelitian. Pusat Studi Agama dan Kemasyarakatan (PUSAKA).
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Alfabeta.
Wiguna, F. T. (2018). Nilai Estetika Pada Busana Adat Tradisional Takuluak Barembai di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Unersitas Islam Riau.
Yuliarma. (2016). Dasar-Dasar Teknik Pembuatan Busana. Kencana.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download