(2) * Decky Inanti
(3) Nafilah Nur Afiilianti
(4) Syifa Salsabila Khoirunnisa
(5) Haykal Muhamad Fawaid
(6) Geovani Adiyatma
*corresponding author
AbstractMasalah pendidikan merupakan salah satu isu krusial yang berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. Di Indonesia, angka putus sekolah masih menjadi tantangan serius, dengan berbagai faktor yang berkontribusi pada fenomena ini. Selain aspek ekonomi, yang sering kali menjadi alasan utama, faktor sosial seperti pandangan negatif masyarakat juga memainkan peranan penting. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa dampak negatif dari pandangan masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai faktor pemicu, tetapi juga sebagai penghalang bagi upaya perbaikan. Anak-anak yang mengalami tekanan sosial ini mungkin enggan mencari bantuan atau dukungan dari orang dewasa karena takut akan penilaian negatif. Hal ini menciptakan siklus yang sulit diputus, di mana stigma terus berlanjut dan menghambat proses pemulihan. Penelitian kami dilakukan dengan menggunakan metode wawancara langsung untuk mengumpulkan data. Penelitian ini dilakukan kepada masyarakat dan anak yang tidak melanjutkan sekolah tingkat SD-SMA dengan kriteria umur 7-18 tahun. Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan terdapat beberapa penyebab terjdinya anak putus sekolah tetapi yang menjadi factor utamanya yaitu lingkungan. Selain itu, dukungan orang tua juga sangat berdampak dalam hal ini. Tetapi factor yang paling menonjol dalam penelitian kami yaitu mental anak putus sekolah yang memang terisolasi dan terasingkan. Untuk itu diharapkan semoga Masyarakat bisa berpartisipasi dalam mengatasi hal ini dengan cara tidak terlalu banyak berkomentar kepada anak putus sekolah karena itu sangat berpengaruh terhadap mental anak. KeywordsKesenjangan, Pendidikan, Putus Sekolah, Psikis, Masyarakat
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v12i1.2025.192-200 |
Article metrics10.31604/jips.v12i1.2025.192-200 Abstract views : 0 |
Cite |
References
Herdiani, R. T., & Budisiwi, H. (2020). Dukungan Psikologi pada Anak Putus Sekolah Psyichosocial Support For School Dropout. Jurnal of Social Dedication, 3(2), 49–53.
Istiqomah, F., & Amin, A. (2021). Konsep Diri dan Kecemasan Remaja Putus Sekolah. Jurnal Psikologi : Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, 7(2), 104–121.
https://doi.org/10.35891/jip.v7i2.2419
Kumparan, P. (2023). Mengapa Faktor Ekonomi Menjadi Penyebab Utama Meningkatnya Angka Putus Sekolah? Berita Terkini.
https://kumparan.com/berita-terkini/mengapa-faktor-ekonomi-menjadi-penyebab-utama-meningkatnya-angka-putus-sekolah-20q9wErW2BD
Madani, M., & Risfaisal, R. (2017). Perilaku Sosial Anak Putus Sekolah. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 4(2), 184–193.
https://doi.org/10.26618/equilibrium.v4i2.500
Mufid, A. F. (2024). Kasus Anak Putus Sekolah, Tantangan Mencapai Indonesia Emas 2045. GoodStats Data.
https://data.goodstats.id/statistic/kasus-anak-putus-sekolah-tantangan-mencapai-indonesia-emas-2045-ApdYc
NISP, R. O. (2022). Bonus Demografi adalah: Pengertian, Dampak, dan Strategi. OCBC.
https://www.ocbc.id/id/article/2022/03/11/bonus-demografi-adalah
Sazali, S., & Setiawan, H. D. (2022). Pemberdayaan Terprogram Anak Terlantar Putus Sekolah di Rumah Yatim Al Abqo Aziyadah Depok. Populis : Jurnal Sosial Dan Humaniora, 7(1), 126–147.
https://doi.org/10.47313/pjsh.v7i1.1643
UNICEF. (2019). Pendidikan dan Remaja. UNICEF INDONESIA. https://www.unicef.org/indonesia/id/pendidikan-dan-remaja
Refbacks
- There are currently no refbacks.





