(2) Resdati Resdati
*corresponding author
AbstractIndonesia merupakan salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki bentang alam yang beragam. Salah satu lanskap tersebut ialah Geopark. Ada beberapa kawasan seperti ini di Indonesia, salah satunya berada di Nagari Silokek Kabupaten Sijunjung yakni Geopark Silokek. Potensi akan kekayaan alam geopark Silokek ini belum banyak diketahui wisatawan. Perempuan merupakan salah satu elemen penting dalam pembangunan pariwisata. Melalui pengembangan Geopark Silokek melibatkan aktor yang berperan ialah perempuan pengelola Dewi Silokek dalam pengembangan kawasan ini akan efektif jika prosesnya dibangun dengan menanamkan unsur-unsur modal sosial. Â Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur modal sosial pengelola Dewi Silokek yang dibangun dan saling bekerja sama dengan aktor yang terlibat dalam pengembangan objek wisata Geopark Silokek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yaitu 4 perempuan pengelola Dewi, dan 4 informan triangulasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori Robert D. Putnam yang menjelaskan 3 Unsur Modal Sosial. Hasil dari penelitian ini terdapat unsur-unsur modal sosial yang dibangun oleh perempuan pengelola Dewi yaitu jaringan sosial, kepercayaan, dan norma. Dengan adanya modal sosial tersebut dapat menjalin hubungan kerja sama yang baik antara sesama Pengelola Dewi, dengan mitra, serta pengelola Dewi dengan masyarakat. Dengan adanya keterikatan hubungan relasi kerja sama yang terjalin dengan memberikan dukungan berupa pengadaan fasilitas, tenaga, dan ilmu bisa memaksimalkan potensi wisata, adanya kepercayaan dapat memperkuat hubungan kerja sama antara sesama pengelola dewi, pengelola dewi dengan mitra, serta pengelola dewi dengan masyarakat. Serta dengan adanya norma kerja sama bisa terjalin dengan terarah dan teratur. KeywordsModal Sosial, Perempuan, Geopark Silokek
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v11i11.2024.4545-4557 |
Article metrics10.31604/jips.v11i11.2024.4545-4557 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Damsar, D. I. (2009). Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta: Prenadamedia Group.
Handayani, S. T., Marnelly, T. R., & Resdati, R. (2022). Modal Sosial Pelaku Usaha Ikan Bakar Kapiek Ndak Batulang Di Desa Pulau Jambu Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 13(2), 666. https://doi.org/10.26418/j-psh.v13i2.57491
Hasbullah, J. (2006). Social Capital (Menuju Keunggulan Budaya Manusia Indonesia). Jakarta: MR-United Press.
Haslinda, H. (2019). Partisipasi Perempuan Dalam Dunia Pariwisata. An-Nisa, 10(1), 92–98. https://doi.org/10.30863/annisa.v10i1.387
Hermawan, H., & Ghani, A. Y. (2018). GEOWISATA Solusi Pemanfaatan Kekayaan Geologi yang Berwawasan Lingkungan. 3(3), 391–408.
Kusuma, U. A., Satria, D., & Manzilati, A. (2017). Modal sosial dan ekowisata : Studi Kasus Di Bangsring Underwater, Kabupaten Banyuwangi. Jiep, 17(2), 1–30.
Prambudi, Y., Widiyastuti, D., & Fandeli, C. (2023). Kajian Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Geopark Silokek ,. 10, 1–15. https://doi.org/10.34013/b arista.v10i1.1209
Robert Putnam, D. (1993). Making Democracy Work: civic traditions in Italy. Princeton: Princeton University Press.
Soekanto S, D. B. (2015). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sunarto, K. (2004). Pengantar Sosiologi (revisi). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download