(2) Ansori Zaini
(3) Rudy Sutanto
*corresponding author
AbstractTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis lebih lanjut dampak dari pakta keamanan AUKUS di Kawasan Asia Pasifik. Penelitian ini dikembangkan menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama trilateral antara Australia, United Kingdom, dan Amerika Serikat (AUKUS) ini menjadikan Australia sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Asia Pasifik yang membuat Tiongkok bersikap waspada dan menaruh perhatian terhadap Australia. Kesimpulan: Secara umum, AUKUS dibentuk untuk mengimbangi dominasi Tiongkok di Kawasan Asia Pasifik. AUKUS memperkuat posisi geopolitik Australia di kawasan Asia Pasifik dengan meningkatkan kapabilitas militernya dan memperkuat aliansi strategisnya. Dengan demikian Australia dapat memainkan peran yang lebih aktif dan meningkatkan kerjasama keamanan dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan stabilitas regional dan menjadikan Australia sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Asia Pasifik. Namun hal tersebut juga membawa tantangan, termasuk ketegangan dengan Tiongkok dan potensi kekhawatiran di antara negara-negara tetangga. KeywordsAUKUS, Geopolitik, Keamanan Regional.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v11i9.2024.3858-3866 |
Article metrics10.31604/jips.v11i9.2024.3858-3866 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Anadolu. (2023, March 14). Australia beli tiga kapal selam di bawah kemitraan AUKUS (M. R. Rahman (ed.); Y. H. Djohan (trans.)). Antara News. https://www.antaranews.com/berita/3440310/australia-beli-tiga-kapal-selam-di bawah-kemitraan-aukus
Cai, P. (2017). Understanding China's Belt and Road Initiative. Lowy Institute for International Policy.
Friedberg, A. L. (2018). Competing with China. Survival, 60(3), 7-64.
Fravel, M. T. (2015). China's New Military Strategy:'Winning Informationized Local Wars'. China Brief, 15(13), 3-7.
Ihsan, R. (2016). ANALISIS REALISME NEOKLASIK TERHADAP HUBUNGAN INDONESIA–TIONGKOK. Transnasional, 11(1), 15-25.
Medcalf, R. (2020). INDO-PACIFIC EMPIRE: china, america and the contest for the world's pivotal region. Manchester University Press.
Nick, P. (2021, September 16). Nuclear submarine deal will reshape Indo-Pacific relations. Diambil kembali dari AP News: https://apnews.com/article/technology joe-biden-japan-new-zealand-australia c4fa14d44d37fd61e457560343aa0615
Ningsih, S. J., Wadjdi, A. F., & Budiyanto, S. (2022). Kepemimpinan Strategis dalam Pertahanan Indonesia. Citizen: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 2(1), 88–95.
Nugraha, O. N. R. A. C. (2021). Geopolitik Laut Cina Selatan: Strategi Diplomasi Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Politik Wilayah ASEAN. Jurnal Lemhannas RI, 9(4), 25-42.
Perot, E. (2021). The Aukus agreement, what repercussions for the European Union?. European Issues, (608), 28.
Prakoso, L. Y. (2021). AUKUS Peluang dan Kendala bagi Indonesia. Jurnal Maritim
Indonesia (Indonesian Maritime Journal), 9(3), 215-222.
Rehardiningtyas, D. A., Firdaus, M. F., & Sulistyanto, S. (2022). Kompetensi Kepemimpinan Militer di Era Society 5.0. Jurnal Kewarganegaraan, 19(2), 126–138.
Zulkifli, Z. (2014). Kerjasama Ekonomi Internasional Sebagai Solusi Pengelolaan Kawasan Perbatasan Negara (Studi Kasus Indonesia). Cano Ekonomos, 3(2), 139-158.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download