PERAN KONSELOR DALAM MEMFASILITASI PENGEMBANGAN KONSEP DIRI POSITIF BAGI REMAJA

(1) * M David Kurniawan Mail (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia)
(2) Linda Linda Mail (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia)
(3) Gusman Lesmana Mail (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Pengembangan konsep diri positif sangat penting untuk menjadi remaja yang sehat. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa konsep diri positif sangat penting bagi remaja untuk menjadi orang yang sehat dan mencapai potensi terbaik mereka. Konsep diri positif juga membantu mereka membangun hubungan interpersonal yang positif. Melalui proses konseling, konselor dapat memberikan dukungan, bimbingan, dan umpan balik yang bermanfaat kepada remaja. Meningkatkan kesadaran diri, refleksi perasaan, klarifikasi, hubungan terapeutik, keterampilan interpersonal, dan dukungan dalam transisi perkembangan adalah beberapa teknik yang dapat digunakan. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi konseling yang berpusat pada pembentukan konsep diri positif dapat meningkatkan harga diri, motivasi, kinerja akademik, dan kesejahteraan psikologis remaja secara keseluruhan. Konsekuensinya, konselor memiliki peran penting dalam membantu remaja mengembangkan proses ini, yang akan berdampak besar pada hubungan interpersonal mereka, kesehatan mental, dan pencapaian masa depan mereka.


Keywords


peran konselor, pengembangan konsep diri positif, remaja

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v11i6.2024.2362-2366
      

Article metrics

10.31604/jips.v11i6.2024.2362-2366 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Bitter, J.R., Pianta, R.C., Marsh, A.A., Krahm, A.R. & Lindel, M.K. (2019). Evaluating and training school-based family services staff: A trauma-informed approach. School Mental Health, 11(3), 546-558. https://doi.org/10.1007/s12310-019-09324-y

Bor, W., Stallman, H.M., Swarbreck, M.C., Smith, R.A., McGregor, S. & Ferras, K. (2014). The impact of a university-based well-being program on self-esteem and life satisfaction. Journal of American College Health, 62(8), 561-569.

https://doi.org/10.1080/07448481.2014.937464

Corey, G. (2013). Theory and practice of counseling and psychotherapy (9th ed.). Cengage Learning.

Creed, P.A., Muller, J. & Patton, W. (2004). The development and initial validation of a scale to measure self-concept in career development for adolescents. Australian Journal of Guidance and Counselling, 14(2), 180-194.

https://doi.org/10.1017/S1037291100002965

Epstein, J.L., Sanders, M.G., Sheldon, S.B., Simon, B.S., Salinas, K.C., Jansorn, N.R., ... & Williams, K.J. (2019). School, family, and community partnerships: Your handbook for action (4th ed.). Corwin Press.

Erikson, E.H. (1968). Identity: Youth and crisis. W.W. Norton & Company.

Fitts, W.H. (1971). The self-concept and self-actualization. Western Psychological Services.

Gerrard, B. & Soriano, M. (2013). School-based family counseling: Transforming family-school relationships. Institute of Education Press.

Gladding, S.T. (2018). Family therapy: History, theory, and practice (7th ed.). Pearson Education.

Kazdin, A.E. (2017). Parent management training and problem-solving skills training for child and adolescent conduct problems. In J.R. Weisz & A.E. Kazdin (Eds.), Evidence-based psychotherapies for children and adolescents (3rd ed., pp. 141-158). Guilford Press.

Reasoner, R.W. (2010). The true enhancing self-concept. In R.W. Reasoner (Ed.), Building self-respect: A manual for educators and parents (pp. 3-30). National Dropout Prevention Center.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.