(2) Maulana Mukhlis
(3) Pitojo Budiono
(4) Feni Rosalia
*corresponding author
AbstractMasalah kerusakan lingkungan terus menjadi isu utama yang terjadi di abad sekarang. Semakin banyak kerusakan lingkungan, semakin banyak muncul gerakan perlindungan lingkungan Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kolaborasi antara pemerintah dengan NGO melakukan aksi peduli lingkungan sebagai upaya indoktrinasi masyarakat agar peduli terhadap lingkunganya sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan bersih-bersih adalah dengan metode observasi, deskriptif dan partisipasi. Hasil tulisan ini menjelaskan bahwa gerakan sosial Lampung Sweeping Community maupun Pandawara dilakukan dengan bentuk program aksi peduli lingkungan. Aksi tersebut meliputi aksi bersih-bersih Program aksi bersih-bersih sampah di daerah pesisir pantai Kabarti dan pantai Sukaraja di Kecamatan Panjang Utara, dan penanaman magrove di hutan magrove Petengoran, Desa Gebang, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Program aksi tersebut melibatkan beberapa stakeholder seperti Dinas Lingkungan Hidup, PLN Kota Bandar Lampung, Perusahaan swasta lainnya. Aksi sebagai untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan serta kesadaran itulah yang akan membentuk sikap dan partisipasi masyarakat pada khususnya dalam menolak setiap ada rencana atau tindakan yang mengancam ekosistem lingkungan mereka. KeywordsKolaborasi, Lingkungan, Non Government Organization
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v11i5.2024.1976-1989 |
Article metrics10.31604/jips.v11i5.2024.1976-1989 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Afriyani, A., Fauziyah, F., Mazidah, M., & Wijayanti, R. (2017). Keanekaragaman Vegetasi Hutan Mangrove di Pulau Payung Sungsang Banyuasin Sumatera Selatan. Jurnal Lahan Suboptimal, 6(3), 113–119.
Barry, J. (2006). Resistance Is Fertile: From Environmental To Sustainability Citizenship. MIT Press.
Bibin, M., & Ardian, A. (2020). Pengembangan Potensi Wisata Mangrove Melalui Kegiatan Penanaman Mangrove di Kawasan Pesisir Suppa. Jurnal Pemberdayaan Pariwisata, 2(1), 36–41.
Budimansyah, D. (2015). Fundamental Sociological Symptoms as a Source of Occurrence of Turbulence Indonesian Society During The Post-Reform. Proceedings of the 1st UPI International Conference on Sociology Education (UPI ICSE 2015), 63–66. https://doi.org/10.2991/icse-15.2016.13
Certomà , C., & Notteboom, B. (2015). Informal planning in a transactive governmentality. Re-reading planning practices through Ghent’s community gardens. SAGE Journals, 16 ,(1), 51–73.
Citrasari, N., Oktavitri, N. I., & Aniwindira, N. A. (2012). Analisis Laju Timbunan dan Komposisi Sampah di Permukiman Pesisir Kenjeran Surabaya. Berkala Penelitian Hayati, 18 No 1 (2.
Darwati, S. (2019). Pengelolaan Sampah Kawasan Pantai. Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) ke-IV 2019.
Delamater., M. and. (1999). Social Psychology. Fortworth: Harcourt Brace College Publ.
Dobson, A. (2007). Environmental Citizenship: Towards Sustainable Development. Journal Sustainable Development, 15, hh. 276-285.
Halidah. (2014). Avicennia marina (Forssk.) Vierh Jenis Mangrove yang Kaya Manfaat. Buletin Eboni, Vol 11, No.
Hetherington, M. J. (2005). Why trust matters: Declining political trust and the demise of American liberalism. Princeton University Press.
Isin, E. F., & Turner, B. S. (2002). HANDBOOK of Citizenship Studies. SAGE Publications.
Kompas.com. (2023). Pantai Sukaraja Disebut Pantai Terkotor Nomor 2 di Indonesia, 300 Ton Sampah Dibersihkan. https://regional.kompas.com/read/2023/07/10/193647178/pantai-sukaraja-disebut-pantai-terkotor-nomor-2-di-indonesia-300-ton-sampah
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) (2022)
M apriliani, I., P Purba, N., P Dewanti, L., Herawati, H., & Faizal, I. (2017). Aksi Besih Pantai Rangka Penanggulangan Pencemaran Pesisir di Pantai Pangandaran. Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(No 2), 77–80.
Murdiantum, & Daryanto. (2015). Pengelolaan kesehatan lingkungan. Penerbit Gava Media.
Natamiharja, R., Rudy, R., Putri, R. W., & Sabatira, F. (2022). Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Perlindungan Hukum Hak Lingkungan Yang Baik Dan Sehat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan, 6(2), 101. https://doi.org/10.23960/jss.v6i2.353
Nicolas, J., Schaduw, W., Bachmid, F., Ronoko, S., Legi, K., Oroh, D., Gedoan, V., Valentino, H., Kainde, F., & Tungka, A. (2021). Author : schaduw@unsrat.ac.id. 9(1), 89–99.
Nurmayanti, I., & Harmanto. (2017). Strategi Yayasan Mangrove Center Tuban Dalam Mengembangkan Ecological Citizenship Pada Masyarakat Tuban. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 5(2), 83–97.
Odum, E. P. (1996). Fundamentals of ecology. Philadelphia: W. B. Saunders Company. Science Education.
Ohkura, Y., & Kojima. (2007). International Coastal Cleanup Campaign Coordinated by JEAN in Japan Present state and future prospects. The 2nd NOWPAP Workshop on Marine Litter. 28-29 March.
Pesawaran.co.id. (2021). Pesona hutan mangrove petengoran di desa gebang.
Priyono, A. (2010). Panduan Praktis Teknik Rehabilitasi Mangrove di Kawasan Pesisir Indonesia. KeSEMat.
Rahman, R., Baskoro, D. P. T., & Tjahjono, B. (2015). Perencanaan Penggunaan Lahan Pertanian Berbasis Komoditas Unggulan di Wilayah Boliyohuto Kabupaten Gorontalo. Institut Pertanian Bogor.
Rayhan, A., Widjaya, R., & Lita, T. (2023). Partisipasi NGO Pandawara Group Dalam Mengelola Lingkungan Di Pantai Teluk Labuan Sebagai Upaya Mewujudkan Welfare State. Proceeding: 5TH NATIONAL CONFERENCE on Law Studies , 5(1), 31–54.
Rusydi, J., Januri, J., & Santina, R. (2023). Tanggungjawab Pemerintah Dalam Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Di Tinjau Dari Persepektif Hukum Administrasi Negara. Audi Et AP : Jurnal Penelitian Hukum, 2(01), 54–63. https://doi.org/10.24967/jaeap.v2i01.2064
Sarbaini, & Fahlevi, R. (2022). Gerakan Sosial Aliansi Meratus Sebagai Upaya Perlawanan Warga Negara Untuk Menyelamatkan Lingkungan Di Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 7(April), 135–142.
Smith, M. J., & Pangsapa, P. (2008). Environment and Citizenship: Integrating Justice, Responsibility and Civic Engagement. Zed Books.
Stokke, K. (2018). Politics of Citizenship In Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Syafiie, I. K. (2019). Ekologi Pemerintahan Di Indonesia. Pustaka Reka Cipta.
Szerszynski, & Bronislaw. (2006). Local landscapes and global belonging: Toward a situated citizenship of the environment. In, Andrew Dobson and Derek Bell (eds.), Environmental Citizenship. Cambridge, MA: The MIT Press.
Tuwo, A. (2011). Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut (Pendekatan Ekologi, Sosial-Ekonomi, Kelembagaan dan Sarana Wilayah. Brilian Internasional.
Warton, D. I., Blanchet, F. G., O’Hara, R., Ovaskainen, O., Taskinen, S., Walker, S. C., & Hui, F. K. C. (2016). Extending Joint Models in Community Ecology: A Response to Beissinger et al. Trends in Ecology and Evolution, 31(10), 737–738.
Wijayanti, T. (2011). Konservasi Hutan Mangrove Sebagai Wisata Pendidikan. Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 1, 15–25.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download