KESERASIAN SOSIAL DAN POLITIK DALAM MASYARAKAT “BERBILANG KAUM†DI KOTA SIBOLGA

(1) * Andes Fuady Dharma Harahap Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(2) Ahmad Husein Nst Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(3) Darmasyah Pulungan Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(4) Novila Sari Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(5) Anggun Fadillah Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(6) Fitri Isnaini Harahap Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(7) Nadia Hasibuan Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(8) Nurpadilah Pulungan Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(9) Khoiruddin Khoiruddin Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(10) Ihwan Riski Ananda Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(11) Halimatussakdiyah Halimatussakdiyah Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(12) Ahmad Alwi Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(13) Novi Sihombing Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(14) Delfina Daulay Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(15) Putri Lestari Koto Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(16) Ahmad Bukhori Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(17) Sofyan Sauri Nasution Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(18) Fajri Alam Sani Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(19) Juliana Simatupang Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(20) Siti Salamah Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(21) Gunawan Sandi Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(22) Dewi Sukma Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(23) Machmul Akbar Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(24) Muhammad Dodi Saputra Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(25) Sindi Silviyani Siregar Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana implementasi konstruksi keragaman masyarakat Indonesia di Kota Sibolga yang dikenal sebagai “Negeri Berbilang Kaumâ€.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahasa pesisir sebagai bahasa pemersatu diantara etnis yang berbeda, sehingga keberadaan bahasa pesisir tersebut dapat mendukung terciptanya masyarakat yang serasi dan rukun. Kondisi keserasian sosial ini juga terlihat dari adanya Adat Sumando sebagai adat pemersatu dalam setiap perkawinan yang dilakukan. Adat Sumando adalah pertambahan atau percampuran satu keluarga dengan keluarga lain yang seagama, yang diikat dengan tali pernikahan menurut hukum Islam dan disahkan dengan suatu acara adat Pesisir. Adat ini merupakan campuran dari hukum Islam, adat Minangkabau, dan adat Batak. Keberadaan Adat Sumando inilah yang membuat kota ini menjadi lebih unik, dimana ketika etnis Batak yang sudah masuk ke dalam Adat Sumando yang notabene beragama Islam, maka marga yang ada tetap dipakai. Hal inilah membuat masyarakat yang bermarga Batak tetapi beretnis Pesisir. Dari hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa ada beberapa faktor pendukung terciptanya keserasian sosial dalam masyarakat multi etnis di Kota Sibolga sebagai berikut: Pertama; faktor historis, dimana sejak berdirinya kota ini telah ramai di kunjungi oleh pendatang dari berbagai daerah dan beragam etnis yang terjalin dalam interaksi sosial yang harmonis sehingga menjadikan kota ini sebagai kota yang dinamis dan terbuka serta menjadi kota yang mapan dalam mengelola masyarakat yang harmonis dalam keberagaman (harmony in diversity). Kedua; faktor adaptasi, dimana kemampuan masyarakat yang tinggal di kota ini dalam menguasai bahasa Pesisir dalam berinteraksi sehari-hari, sehingga kemampuan adaptif inilah yang membuat masyarakat hidup serasi dan rukun. Ketiga; faktor demografi dan pola pemukiman, dimana dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi di kota ini mengakibatkan pola pemukiman membaur yang cenderung meniadakan garis pemisah (border line) atau mereduksi komunikasi yang terbatas, sehingga dapat meningkatkan interaksi dan kontak sosial yang semakin intens.


Keywords


Keserasian Sosial, Adat Sumando, Masyarakat Multi Etnis, Bahasa Pesisir

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v10i12.2023.5414-5427
      

Article metrics

10.31604/jips.v10i12.2023.5414-5427 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Alam, Syahril. 1993. Bandar Dagang Di Pantai Barat Sumatera. Jakarta: Bumi Aksara.

Faisal, Sanafia. 2007. Format-Format Penelitian Sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Furnivall, J. S. 1944. Netherlands India. A Study of Plural Economy. Cambridge: The

University Press.

Geertz, Clifford. 1992. Politik Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Haryanto dkk,. 2010. Sistem Sosial Budaya Indonesia. Edisi I, Cetakan ke-6. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.

Moleong, Lexy J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nasution. 1988. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.

Sujanto, Bedjo. 2007. Pemahaman Kembali Makna Bhinneka Tunggal Ika. Jakarta: Sagung Seto.

Sunarto, Kamanto. 2004. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Wirutomo, Paulus. 2012. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: UI-Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.