(2) Khaerudin Khaerudin
(3) Ade Muhammad
(4) Rudy AG Gultom
(5) Wulan Nurfitriani
*corresponding author
AbstractDalam membangun kemandirian industri pertahanan, Indonesia sudah seharusnya mewujudkan interdependensi di antara berbagai industri agar dapat menyokong kemandirian industri pertahanan itu sendiri. Interdependensi tersebut adalah kondisi saling ketergantungan pada suatu hubungan dan menyebabkan terjadinya efek timbal balik antar perusahaan atau antar aktor pada perusahaan yang berbeda. Tujuan penulisan ini adalah mengurai secara sistemik masalah PT. Inalum belum dapat memenuhi kebutuhan PT. Dirgantara Indonesia. Tujuan penulisan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesiapan PT. Inalum dalam menjadi rantai pasok material aluminium untuk kepentingan pertahanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan menggunakan metode System Thinking yang dilakukan pada kebijakan dan strategi, karena bergantung pada pemodelan deduksi logis. Setelah menggunakan Systems Thinking maka penelitian akan melanjutkan dengan menggunakan Analisis SWOT dan PESTEL. Hasil penelitian ini menjawab tentang penyebab struktural dari fenomena underachievement dan under capacity industri aluminium khususnya PT Inalum ke PT Dirgantara Indonesia adalah sebagai berikut, yaitu perbedaan spesifikasi produk, kurangnya investasi pada peralatan produksi, kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas, perbedaan dalam hal efisiensi dan produktivitas dan Langkah solutif untuk memperbaiki kemampuan produksi aluminium PT Inalum agar dapat memasok kebutuhan PT Dirgantara Indonesia, yaitu penambahan fasilitas produksi dan mesin-mesin baru yang lebih efisien dan modern, peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan sistem manajemen dan proses produksi. PT Inalum harus memiliki sistem manajemen dan proses produksi yang terstruktur, efektif, dan efisien, kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan penelitian. KeywordsAluminium, Industri Pertahanan, PT Inalum, PT Dirgantara Indonesi
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v10i7.2023.3703-3717 |
Article metrics10.31604/jips.v10i7.2023.3703-3717 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Aguilar F. J. (1967), “Scanning the Business Environment,†MacMillan Co., New York, 1967.
Dinçer, Ö. (2004). Stratejik yönetim ve işletme politikası. Beta Yayınları, İstanbul.
Fitri, A., & Debora, S. (2018). Pemberdayaan Industri Pertahanan Nasional dalam
Humphrey, Albert (2005). SWOT Analysis for Management Consulting. SRI Alumni Newsletter. SRI International
Informan#1, Pejabat madya PT Dirgantara Indonesia, Komunikasi Informal, 2023
Karim, S. (2014). Membangun Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia. Kepustakaan Populer Gramedia.
Kim, Daniel H.(1999), Introduction to System Thinking, P.1-17, Pegassus Communications, MA USA.
Lynch, R. (2009). Strategic management (England).
Moleong, LJ (2011), Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
Muhammad A, Hartati S, Bayu K, Tasrif M (2014), Indonesian Defense Industry Model Concept; A Study Framework for Defense Industry Building, Journal of Advanced Management Science, Vol 2 no 4
Susdarwono, E. T. (2020). Pembangunan Pengangkutan Multimoda Sebagai Penunjang Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia: Akselerasi Pembangunan Industri Pertahanan. Kajen: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan, 4(01), 1-19.
Tarigan, Oktavianus (2023). Aluminium Sebagai Industri Strategi Nasional, Slide Paparan Pada KKDN 2023
Ülgen, H., & Mirze, S. K. (2007). İşletmelerde Stratejik Yönetim (4. Baskı). İstanbul: Arıkan Yayınları.
Xavier, S.-i.-M., Doppelhofer, G., & Miller, R. I. (2004). Determinants of Long-Term Growth: A Bayesian Averaging of Classical Estimates (BACE) Approach. The American Economic Review, 94(4), 813-835.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download