ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE PADA FILM KKN DI DESA PENARI

(1) Muhammad Rasikh Noor ‘Alim Mail (Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia)
(2) * Arif Ardy Wibowo Mail (Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Pengaruh kebiasaan dan adat dalam kehidupan sehari-hari ada pada dunia perfilman. Genre film horor sangat populer di Indonesia karena sering dikaitkan dengan mistisisme. Film KKN di Desa Penari, yang menjadi film terlaris 2022, memanfaatkan unsur adat sebagai pembangun suasana horor dengan menggunakan benda-benda tradisi, rumah, baju, dan alunan musik sinden. Tujuan penelitian adalah menganalisis unsur tanda yang berkaitan dengan budaya atau adat dalam film KKN di Desa Penari. Dalam penelitian ini, digunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka melibatkan pemahaman dan pembelajaran teori-teori yang terdapat dalam berbagai literatur terkait dengan penelitian. Data dikumpulkan melalui pencarian sumber dan rekonstruksi dari beragam referensi. Dengan menggunakan teori semiotika John Fiske yang mengungkapkan analisis terhadap tiga tingkatan, yaitu tingkat realitas yang menjelaskan penampilan pakaian, lingkungan, dan perilaku, tingkat representasi yang meliputi teknik pengambilan gambar, pencahayaan, dan musik, serta tingkat ideologi yang menggambarkan konflik dan alur cerita yang ada dalam film. Hasil penelitian film dilakukan analisis terhadap setiap adegan yang mengacu pada unsur budaya yang terkandung dalam film tersebut. peneliti dapat mempelajari bahwa film tersebut mengandung makna ideologi konservatifme yang berusaha mengembalikan dan mempertahankan tatanan kehidupan yang didasarkan pada nilai nilai tradisional yang telah terbukti mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. 


Keywords


Indonesia; adat; film horor; KKN di Desa Penari

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v10i6.2023.3052-3061
      

Article metrics

10.31604/jips.v10i6.2023.3052-3061 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Adam, U. K., Yusup, A., Fadlullah, S. F., & Nurbayani, S. (2019). Sesajen sebagai Nilai hidup bermasyarakat di Kampung Cipicung Girang Kota Bandung. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 1(1), 27–35. https://doi.org/10.52483/ijsed.v1i1.3

Amin, N. (2019). Optimasi Sistem Pencahayaan dengan Memanfaatkan Cahaya Alami (Studi Kasus Lab. Elektronika dan Mikroprosessor UNTAD). Jurnal Ilmiah Foristek, 1(1), 43–50.

Ari Musnandar, F., & Yatno Karyadi, E. (2021). Vol. 1 No.1, Desember 2021 Offscreen: Film and Television Journal ANALISIS FUNGSI. 1(1).

Asri, R. (2020). Membaca Film Sebagai Sebuah Teks: Analisis Isi Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI).†Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 1(2), 74. https://doi.org/10.36722/jaiss.v1i2.462

Bachtiar, M. (2019). UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. Perancangan Program Acara Televisi Feature Eps. Suling Gamelan Yogyakarta, 1–109.

Bstation. (2022). Film KKN di Desa Penari. https://www.bilibili.tv/id/video/2046723583

Debby, Y., Hartiana, T. I. P., & Krisdinanto, N. (2020). Desakralisasi film horor Indonesia dalam kajian reception analysis. ProTVF, 4(1), 1. https://doi.org/10.24198/ptvf.v4i1.24171

Dwiyani, P. &. (2016). Penelitian Dosen Muda Analisa Three Point Lighting Pada Film Cerita Si Joko. Onesearch, November. https://repo.isi-dps.ac.id/2370/

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075

Fathonah, S., Paramita, S., & Utami, L. S. S. (2019). Makna Pesan dalam Tari Tradisional (Analisis Deskriptif Kualitatif Makna Pesan dalam Kesenian Tari Piring). Koneksi, 3(1), 99. https://doi.org/10.24912/kn.v3i1.6151

Hananto, F. (2020). Gamelan Sebagai Simbol Estetis Kebudayaan Masyarakat Jawa. Representamen, 6(01). https://doi.org/10.30996/representamen.v6i01.3511

Herwanto, A. P., & Sutrisno, A. A. (2019). Continous Light Dan Artificial Light Pada Karya Portrait Fotografi Bantengan. JADECS (Jurnal of Art, Design, Art Education & Cultural Studies), 4(1), 32. https://doi.org/10.17977/um037v4i1p32-38

Jeddawi, & Rahman. (2020). Identifikasi Hukum Adat yang Masih Berlaku Dalam Penyelesaian Persoalan Sosial di Desa Kawo Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Konstituen, 2(2), 89.

Manesah, D., & Damanik, A. B. (2021). Analisis Suara Pada Film Train To Busan Sutradara Yeon Sang-Ho. PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia Dan Industri Kreatif, 7(1), 01–12. https://doi.org/10.22303/proporsi.7.1.2021.01-12

Nurhalim, S. (2022). 15 Film Indonesia Terlaris di 2022. Detik.Com. https://www.detik.com/jatim/berita/d-6418918/15-film-indonesia-terlaris-di-2022

Pah, T., & Darmastuti, R. (2019). Analisis Semiotika John Fiske Dalam Tayangan Lentera Indonesia Episode Membina Potensi Para Penerus Bangsa Di Kepulauan Sula. Communicare : Journal of Communication Studies, 6(1), 1. https://doi.org/10.37535/101006120191

Rahmaniar, R., & Mardi, M. (2019). Ideologi Konservatisme Dalam Pendidikan Seni Musik. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 2(2), 38–48. https://doi.org/10.37368/tonika.v2i2.108

Rozak, A., & Pratama, H. N. (2021). Fungsi Musik pada Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (The Function of Music in the Sinking of the Van Der Wijck Ship). MUSICA: Journal of Music, 1026, 140–147. http://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/MSC/article/view/2101

Sari. (2020). Persepsi Masyarakat Terhadap Tradisi Kemben Dalam Pesta Perkawinan Pada Masyarakatadat Jawa Di Tinjau Dari Hukum Islam. Institusional Repositor. https://repository.uin-suska.ac.id/30031/1/gbungna kecuali bab iv.pdf

Setiawati. (2017). Eksistensi Kebudayaan Dan Religius Ritual Petilasan Syekh Jambukarang Dalam Rangka Meningkatkan Nilai Budaya Di Masyarakat Desa Panusupan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. Onesearch. http://repository.upy.ac.id/1520/1/ARTIKEL WIDA SETIYAWATI.pdf

Sigiyono, A. (2016). Dampak Keberadaan IT di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kab. Sleman. 32–41.

Supriatin, H. U., & Setiawan, I. (2017). Persepsi Mengenai Hukum Pidana Adat. Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, 4(2), 198. https://doi.org/10.25157/jigj.v4i2.323

Taufikurrrahman, B., Rahman, A. L., Rahman, A. L., Hakim, L. R., & Hakim, L. R. (2021). Tata Cahaya High Contrast Sebagai Pendukung Unsur Dramatis Pada Film Horor “Derana Dara.†Sense: Journal of Film and Television Studies, 4(1), 1–19. https://doi.org/10.24821/sense.v4i1.5850


Refbacks

  • There are currently no refbacks.