POTENSI TEKNOLOGI BETON APUNG DALAM MENDUKUNG KEMANDIRIAN INDUSTRI PERTAHANAN NASIONAL

(1) * Afpriyanto Afpriyanto Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
(2) I Nengah Putra Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
(3) Jupriyanto Jupriyanto Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
(4) Muhamad Asvial Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
(5) Rudy AG Gultom Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
(6) Ulul Azmi Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
(7) Muhammad Afif Al Fayed Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Industri pertahanan nasional memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Dalam menghadapi ketegangan geopolitik dan era globalisasi, kemandirian industri pertahanan menjadi hal yang krusial. Salah satu aspek penting dalam membangun industri pertahanan yang mandiri adalah infrastruktur yang mendukung kegiatan pertahanan, terutama di sektor maritim. Teknologi beton apung muncul sebagai inovasi konstruksi yang menarik dalam membangun infrastruktur maritim. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi beton apung dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan dengan tinjauan literatur dan analisis konten sebagai metode utama. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa beton apung memiliki karakteristik unik, seperti kekuatan struktural yang mumpuni dan kemampuan mobilitas yang tinggi. Penggunaan teknologi ini dalam bidang pertahanan dapat meliputi konstruksi pangkalan militer apung, pelabuhan dan pangkalan udara, pos pengawasan dan intai, serta pabrik atau gudang industri pertahanan. Meskipun memiliki potensi besar, implementasi teknologi beton apung dihadapkan pada tantangan seperti aspek teknis, finansial, lingkungan, dan sosial. Namun, kontribusinya dalam meningkatkan kemandirian industri pertahanan nasional sangat signifikan. Dengan penerapan teknologi beton apung, Indonesia dapat memperkuat pertahanan nasional melalui infrastruktur yang tangguh dan efisien di sektor maritim.


Keywords


Beton Apung, Industri Pertahanan, Infrastruktur Maritim

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v10i6.2023.3028-3034
      

Article metrics

10.31604/jips.v10i6.2023.3028-3034 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Al Syahrin, M. N. (2018). Kebijakan Poros Maritim Jokowi dan Sinergitas Strategi Ekonomi dan Keamanan Laut Indonesia. Indonesian Perspective, 3(1), 1-17.

Blockley, D., & Blockley, D. (2020). Fighting. Creativity, Problem Solving, and Aesthetics in Engineering: Today's Engineers Turning Dreams into Reality, 131-151.

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 3354.

Gould, R. A., & Souza, D. J. (1996). History and archaeology of HM Floating Dock, Bermuda. International Journal of Nautical Archaeology, 25(1), 4-20.

Hadiawan, A., & Inayah, A. (2020). Kesiapan Lampung Sebagai Pusat Industri Pertahanan Nasional Dalam Rangka Menguatkan Pertahanan Indonesia. SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya, 22(1), 24-47.

Hafidz, A., & Soediantono, D. (2022). Benefits of 5S implementation and recommendation in the Defense Industry: A literature review. International Journal of Social and Management Studies, 3(3), 13-26.

Hamdi, F., Lapian, F. E. P., Tumpu, M., Mabui, D. S. S., Raidyarto, A., Sila, A. A., & Rangan, P. R. (2022). Teknologi Beton. Tohar Media.

Handayani, A. (2020). Siklus Produksi (Cycle Time) Beton Pracetak dengan Metode Beton Self Compacting Concrete (SCC). None, 9(1), 18-24.

Hazairin, H., Desmaliana, E., & Meylani, I. A. (2021). Optimasi Bentuk Penopang Pelat Beton Apung. RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil, 7(1), 44.

Herbanu, R. P., & Soediantono, D. (2022). Industri Pertahanan Indonesia Dalam Membangun Kekuatan Maritim Nasional. Journal of Industrial Engineering & Management Research, 3(4), 26-31.

Hikam, M. A., & Praditya, Y. (2018). Globalisasi Dan Pemetaan Kekuatan Strategis Pertahanan Maritim Indonesia Dalam Menghadapi Ancaman Transnasional: Berdasarkan Analisis Model Element Of National Power:(Political, Military, Economic, Social, Infrastructure, And Information/Pmesii).

Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 5(2), 53-70.

Infrastruktur Tingkatkan Pertahanan dan Keamanan Nasional - BPIW. (n.d.). Retrieved July 9, 2023, from https://bpiw.pu.go.id/article/detail/infrastruktur-tingkatkan-pertahanan-dan-keamanan-nasional

Jackson, Z., Grey, S., Adcock, T. A., Taylor, P. H., & Bidlot, J. R. (2017). The waves at the Mulberry Harbours. Journal of Ocean Engineering and Marine Energy, 3, 285-292.

Kim, M. O., Justnes, H., & Qian, X. (2016, December). Application of structural lightweight aggregate concrete in floating marine concrete structures–A review. In The Twenty-Ninth KKHTCNN Symposium on Civil Engineering December (pp. 3-5).

Kusuma, A. W., Prakoso, L. Y., & Sianturi, D. (2021). Relevansi Strategi Pertahanan Laut Berdasarkan Doktrin Jalesveva Jayamahe Terhadap Globalisasi Dan Perkembangan Lingkungan Strategis. Jurnal Strategi Pertahanan Laut, 6(1).

Maldives Floating City - World’s First True Floating Island City. (n.d.). Retrieved June 4, 2023, from https://maldivesfloatingcity.com/

Parasasti, M. A., Yulyanti, R. T., & Palar, A. M. K. (2022). Peningkatan Industri Pertahanan Nasional Indonesia Untuk Mencapai Visi Poros Maritim Dunia. Jurnal Strategi Pertahanan Laut, 8(2), 19-32.

Schofield, J. (2001). D-Day sites in England: an assessment. Antiquity, 75(287), 77-83.

Sekarningtyas, N., Nelfia, L. O., & Sumarno, A. (2022, August). Review Pengaruh Polystrene Beads Dan Vermikulit Terhadap Kuat Tekan Beton Apung. In Prosiding Seminar Intelektual Muda (Vol. 3, No. 2, pp. 250-254).

Shalihati, S. F. (2014). Pemanfaatan Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografi Dalam Pembangunan Sektor Kelautan Serta Pengembangan Sistem Pertahanan Negara Maritim. Geo Edukasi, 3(2).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.