(2) Nina Kardina
(3) Beni Azwar
(4) Hartini Hartini
*corresponding author
AbstractSeseorang yang termasuk atau dikucilkan dari suatu kelompok disebut sebagai perilaku terisolir selama bulan remaja . WHOtermasuk atau dikeluarkan dari suatu kelompok disebut sebagai perilaku terisolir selama bulan remaja . Seorang terisolir memiliki kapasitas kapasitas mental ituyang menghalangi mereka untuk melakukan sosialisasi mencegahefektif , sehingga sulit bagi mereka untuk memuaskan diri sendiri .mereka dari terlibat dalam sosialisasi secara efektif, sehingga sulit bagi mereka untuk memuaskan diri mereka sendiri. Individu individudengan perilaku terisolir secara alami akan lebih mudah menerima untuk terlibat dan berpartisipasi dalam aktivitas tanpa menyinggung orang dengan .perilaku terisolir secara alami akan lebih reseptif untuk terlibat dan berpartisipasi dalam aktivitas tanpa menyinggung orang lain . Sebelum diberikan makhlukpenataan kembali realitas pada kategori tinggi, sedang, dan rendah, tujuan penelitian ini adalah untuk memahami penataan kembali realitas guna mengatasi perilaku terisolir siswa diberikanSMA Negeri penataan kembaliRejang Lebong tahun akademik. realitas ke dalam kategori tinggi , sedang , dan rendah , tujuan kajian ini adalah untuk memahami penataan kembali realitas agar mengatasi perilaku terisolir siswa X SMA Negeri 2 Rejang Lebong tahun pelajaran 2022/2023. Setelah selesainya penyelesaianproses pengecekan realitas , ditentukan bahwa orang yang dimaksud termasuk dalam kategori berikut . dari Akibatnya , siswa telah mengumumkan peningkatan tingkat interaksi sosial minimum yang diperlukan untuk dikenali oleh setiap individu proses pengecekan realitas , ditentukan bahwa orang yang dimaksud termasuk dalam kategori berikut. Akibatnya , siswa sudah mengumumkan peningkatan tingkat interaksi sosial minimum yang diperlukan setiap individu untuk mengenali diri mereka sendiri , dan mereka juga mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama . KeywordsKonseling Realitas, Perilaku Terisolir, Remaja
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v10i6.2023.2997-3004 |
Article metrics10.31604/jips.v10i6.2023.2997-3004 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Fadila, Fadila, Beni Azwar, and Hartini Hartini. “Counseling Service in Overcoming Faith and Morality Issues for Inmates Child.†Jurnal Konseling dan Pendidikan 8, no. 3 (2020): 234–237.
Hartini, Hartini. “Perkembangan Fisik Dan Body Image Remaja.†Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling Islam 1, no. 2 (2017): 27.
Mardianto. Psikologi Pendidikan. Medan: Perdana Publishing, 2014.
W. A. Gerungan, Dipl. “Psych, Psikologi Sosial.†In (Bandung: Refika Aditama, Edisi ketiga cetakan pertama, hlm. 58–60, 2016.
Akhmad, “Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Praktek Pendidikan Di Indonesiaâ€, Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol.3, No. 1, 2017, h. 73, n.d.
Fadhila, Abdul Munir, Munifah, “Jurnal Konseling Dan Psikoedukasiâ€. Jurnal Untad, Vol. 1, No. 2, Desember 2016. h. 82 – 97. Diakses Pada 11 Maret 2020, n.d.
Gunarsa Dan Yulia Singgih, Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003) h. 98, n.d.
Idianto Muin, Sosiologi SMA/MA Jilid I Untuk SMA/MA Kelas X, (Jakarta: Erlangga,2006) h. 46, n.d.
“Kartono, Kartini, Psikologi Abnormaldan Abnormalitas Seksual,(Bandung: Mandar Maju, 2009), p. 124†(n.d.).
Mappiare, Psikologi Remaja, ( Surabaya: Bina Usaha, 2000), h. 76, n.d.
Mappiere, Pengantar Bimbingan Konseling Di Sekolah, (Surabaya: Usaha National, 1982), h. 172-173, n.d.
Namora Lumongga Lubis, Memahami Dasar-Dasar Konseling, (Jakarta: Kencana,2011), h. 187, n.d.
Petersen, Bagaimana Memotivasi Anak Belajar: Stop And Think Learning. (Jakarta: Gramedia, 2004), h. 36, n.d.
Risnawati Dan Ghufron, Teori Psikologi, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2010) h. 49, n.d.
Safira, Interpersonal Intelligence, (Yogyakarta: Asmara Book), 2005, h. 39, n.d.
Syamsu Yusuf. Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja, (Bandung: Remaja Rosdakarya,2003), h. 126, n.d.
Syamsu Yusuf Dan Juntika, Landasan Bimbingan Dan Konseling, (Bandung:Remaja Rosdakarya,2010), h.11, n.d.
Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan, (Jakarta: Kencana, 2011), h. 219, n.d.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download