(2) Herlina Suksmawati
*corresponding author
AbstractTeknologi yang kini tengah memunculkan fenomena new media salah satunya Yotube, menjadikan media sosial Yotube menjadi sebuah fenomena baru dalam masyarakat, dimana fenomena ini membuat masyarakat saling berlomba untuk membuat konten yang menghasilkan uang, dan orang-orang tersebut disebut sebagai Youtuber. Status sosial menjadi hal yang perlu dipertahankan untuk menjadi terkenal dan populer di kalangan masyarakat. Banyak cara yang mereka lakukan untuk mempertahankan status sosial mereka seperti, pamer kekayaan, pamer kemesraan dengan pasangan, hingga membuat konten bagi-bagi uang. Hal ini biasanya banyak dilakukan oleh para selebriti. Adapun Channel Youtube CokroTV segmen Logika Ade Armando: Hentikan Pamer Kemewahan hadir untuk mengkritisi hal-hal tersebut. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat pandangan penonton Youtube CokroTV dalam menilai argumentasi Ade Armando mengenai pamer kemewahan pada segmen 199 dan 201. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknin Analisa data analisis resepsi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua narasumber yang berada pada posisi negotiated code, dua narasumber pada posisi opposite code, dan tidak ada narasumber yang dominan hegemonic posisinya terhadap konten Youtube CokroTV Logika Ade Armando segmen 199 dan 201. KeywordsAnalisis Resepsi,Konten Youtube,Pameran Kemewahan
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v10i4.2023.1630-1638 |
Article metrics10.31604/jips.v10i4.2023.1630-1638 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Angelia, Diva. (2022, 15 Mei). YouTube Jadi Platform Hiburan Favorit Masyarakat Indonesia 2022 https://goodstats.id/article/youtube-jadi-platform-hiburan-favorit-masyarakat-indonesia-2022-kWz6C
Desiderato, O, D,B. Howieson, J,H, Jackson. (1976). Investigating Behavior: Principles Psychology. New York: Harper and Row Publishers
Fauzi, V. P. (2016). Pemanfaatan Instagram Sebagai Social Media Marketing Er-Corner Boutique Dalam Membangun Brand Awareness Di Kota Pekanbaru. Jom Fisip, 3(1), 1–15.
Kotler, P and G. Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran. Jilid 1.Edisi 12. Penerbit: Erlangga. Jakarta.
Littlejohn, Stephen W & Karen A. Foss.2009. Teori Komunikasi, edisi 9. Jakarta: Salemba Humanika
Nasrullah, R. (2015). Media Sosial: Perspektif komunikasi, budaya dan sositeknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Suryani, A. (2013). Analisis Resepsi Penonton Atas Popularitas Instan Video Youtube Keong Racun Sinta dan Jojoe. Jurnal The Messenger, 5(1), 39. https://doi.org/10.26623/themessenger.v5i1.142
Tjanatjantia. Widika. (2013). Sejarah Berdirinya Youtube _ Sejarah Dunia. Retrieved from https://canacantya.wordpress.com/sejarah/ sejarah-berdirinya-Youtube.
Wiedmann, K. P., Hennigs, N., & Siebels, A. (2009). Value-based segmentation of luxury consumption behavior. Psychology & Marketing.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download