(1) * tulus hendra Kadir Mail (Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Anak yang berkebutuhan khusus, sering dijuluki sebagai “orang luar biasa†ialah mereka yang memiliki kelebihan yang luar biasa, dengan kemampuan intelektual dan kreativitas yang tinggi dalam bidang IPTEK, religius, dan bidang-bidang kehidupan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam dunia pendidikan, anak berkebutuhan khusus
memerlukan pendidikan dan layanan khusus untuk mengembangkan potensi kemanusiaan mereka secara sempurna. Anak berkebutuhan khusus diklasifikasikan atas beberapa kelompok sesuai dengan jenis kelainan anak, mencakup kelompok anak yang mengalami
keterbelakangan mental, ketidak mampuan belajar, gangguan emosional, kelainan fisik, kerusakan atau gangguan pendengaran, kerusakan atau gangguan penglihatan, gangguan bahasa dan wicara, dan kelompok anak yang berbakat. Artikel ini mengemukakan wacana pengembangan proses pembelajaran berbasis teori behavioristik untuk anak berkebutuhan khusus. Pengembangan didasarkan kepada
Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus, loncatan perkembangan, Kasus Anak Berkebutuhan Khusus. Berdasarkan ini dirancang program pembelajaran dengan pendekatan Program Pendidikan Individual (PPI). Tahapannya mencakup tahap: penjaringan dan identifikasi
peserta didik yang berkelainan atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

          

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

Refbacks

  • There are currently no refbacks.