Representasi Konflik Keluarga dalam Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis: Analisis Semiotika Roland Barthes

(1) * Muhammad Andra Syahputra Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(2) Nurhanifah Nurhanifah Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Konflik keluarga merupakan fenomena yang masih sering terjadi di Indonesia, baik dalam bentuk kekerasan verbal, psikologis, maupun fisik yang kerap dinormalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Film sebagai media representasi memiliki peran penting dalam merefleksikan sekaligus mengonstruksi realitas sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi konflik keluarga dalam film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis karya Reka Wijaya melalui pendekatan semiotika Roland Barthes yang mengkaji makna pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi nonpartisipan dan dokumentasi terhadap adegan, dialog, serta gestur yang merepresentasikan konflik keluarga. Hasil penelitian pada tingkat denotasi dan konotasi menunjukkan adanya eskalasi pola konflik berulang (perpetual conflict) dari kekerasan verbal hingga fisik yang merefleksikan ketimpangan kuasa, trauma, serta hilangnya rasa aman korban. Temuan ideologis mendasar pada tingkat mitos membongkar bagaimana film ini mereproduksi sekaligus mendekonstruksi ideologi patriarki yang menempatkan figur ayah sebagai otoritas mutlak serta melegitimasi kekerasan sebagai instrumen pendisiplinan. Implikasinya terhadap kajian gender politics di Indonesia ditunjukkan melalui kehadiran mitos tandingan (counter-myth), di mana keputusan korban untuk keluar dari relasi yang abusif menjadi bentuk pendistribusian ulang relasi kuasa yang setara sekaligus perlawanan nyata terhadap normalisasi kekerasan domestik demi tuntutan keutuhan keluarga. Penelitian ini menegaskan pentingnya membangun komunikasi keluarga yang empatik, terbuka,dan bebas dari kekerasan serta menunjukkan bahwa film dapat menjadi media kritik sosial yang transformatif bagi penguatan hak-hak perempuan dan anak di ranah domestik.


Keywords


Film; Konflik keluarga; Komunikasi keluarga; Representasi; Semiotika Roland Barthes

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jim.v10i3.2026.1830-1841
      

Article metrics

10.31604/jim.v10i3.2026.1830-1841 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Ainul Mardiyah, Juli Rismayana Lubis, Icka Bella Sriwahyun, & Nur Asia Sihombing. (2026). Trauma Emosional pada Korban Kekerasan Verbal. Aksi Nyata?: Jurnal Pengabdian Sosial Dan Kemanusiaan, 3(1), 20–29.

Amarsanaa, K., Kovács, M., & Rácz, J. (2024). “I established a life; I can re-establish it again”: Lived experiences of intimate partner violence in Mongolia. Acta Psychologica, 242.

Ayomi, P. N. (2021). Gosip, hoaks, dan perempuan: Representasi dan resepsi khalayak terhadap film pendek “Tilik.” Rekam, 17(1), 51–61.

Ayuanda, W., Sidabalok, D., & Perangin-angin, A. B. (2024). Budaya Jawa dalam Film Primbon: Analisis Representasi Stuart Hall. ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, 7(2), 440–449.

Barthes, R. (2012). Elemen-elemen semiologi. Yogyakarta: Basabasi.

Billah, M. R. M., & Sukmono, F. G. (2022). Wacana Relasi Kuasa dalam Keluarga pada Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Komuniti: Jurnal Komunikasi Dan Teknologi Informasi, 14(1), 120–145.

Fathia, M., Aziz, M. I., & Surasa, A. (2023). Konflik dalam Keluarga Modern dan Akar Permasalahannya. NALAR FIQH: Jurnal Hukum Islam, 14 (1), 13–20.

Grace, S. B., Tandra, A. G. K., & Mary, M. (2020). Komunikasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental. Jurnal Komunikasi, 12(2), 191–210.

Imelda, P., & Nurhanifah, N. (2025). Komunikasi Interpersonal Orang Tua dalam Meningkatkan Pendidikan Anak di Dusun XV Kurandak, Kabupaten Deli Serdang. Al-Hikmah: Jurnal Agama Dan Ilmu Pengetahuan, 22(2), 276–289.

Kanougiya, S., Sivakami, M., & Rai, S. (2021). Predictors of spousal coercive control and its association with intimate partner violence evidence from National Family Health Survey-4 (2015-2016) India. BMC Public Health, 21(1), 2185.

Kevinia, C., Aulia, S., & Astari, T. (2022). Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Dalam Film Miracle in Cell No. 7 Versi Indonesia. COMMUSTY Journal of Communication Studies and Society, 1(2), 38–43.

Kurniati, D., & Jailani, M. S. (2023). Kajian Literatur: Referensi Kunci, State Of Art, Keterbaruan Penelitian (Novelty). QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 1–6.

Komnas Perempuan. (2025). Menata Data, Menajamkan Arah. Diakses pada 20 Februari 2026 dari https://komnasperempuan.go.id/publikasi-catatan-tahunan

Kurniati, N., Rejeki, S., Nizar, M., Purwanti, O. S., & Fitria, C. N. (2023). Pengaruh pola asuh orang tua “toxic parents” bagi kesehatan mental anak Sanggar Bimbingan Kepong Kuala Lumpur Malaysia. Buletin KKN Pendidikan, 157–166.

Liemansyaputri, M. A., Muliadi, M., & Majid, A. (2022). SEMIOTIC ANALYSIS IN FAMILY CONFLICTS ON THE FILM" ALI & RATU RATU QUEENS". RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI, 3(2), 88–101.

Martatotu, N. A. H., & Setianingrum, V. M. (2026). Pola Komunikasi Anak Keluarga Disfungsional di Surabaya. The Commercium, 10(1), 484–502.

Montesanti, S., Goveas, D., Bali, K., & Campbell, S. (2025). Exploring factors shaping primary health care readiness to respond to family violence: Findings from a rapid evidence assessment. Journal of Family Violence, 40(5), 963–985.

Mukhlis, M., Budiawan, R. Y. S., Ulfiyani, S., & Mualafina, R. F. (2021). KESANTUNAN DALAM KOMUNIKASI PADA RANAH KELUARGA. Sasindo: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 9(2).

Novarisa, G. (2019). Dominasi patriarki berbentuk kekerasan simbolik terhadap perempuan pada sinetron. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 5(02), 195–211.

Pradopo, R. D. (1999). Semiotika: teori, metode, dan penerapannya dalam pemaknaan sastra. Humaniora, 11(1), 11705.

Pramono, F. (2020). Analysis of the family’s communication pattern and the benefits of mother school program for building a harmonious family. Informasi, 50(1), 1–14.

Prasetya, L. T. (2022). Representasi kelas sosial dalam film Gundala (Analisis semiotika Roland Barthes). Jurnal Audiens, 3(3), 91–105.

Rachmah, A. O. P., & Dewi, P. A. R. (2025). REPRESENTASI KONFLIK KOMUNIKASI KELUARGA MUDA DALAM FILM DUA HATI BIRU. The Commercium, 9(3), 589–604.

Ramadhiani, R. A. (2024). Representasi konflik keluarga pada film Ali dan Ratu Ratu Queens karya Lucky Kuswandi (Analisis semiotika Charles Sanders Peirce) (Skripsi, Universitas Mercu Buana). UMB Repository

Rismawati, S. D., Hardini, I., Mustakim, Z., Adawiyah, R., & Ladyanna, S. (2025). Distorted Meanings, Misplaced Justice: A Socio-Legal Approach of the Delegitimization of Domestic Violence Law in Pekalongan, Indonesia. Nurani: Jurnal Kajian Syari’ah Dan Masyarakat, 25(2), 671–689.

Rizky, A. A., Suparto, D., & Florina, I. D. (2025). Analisis Pola Komunikasi dalam Disfungsional Family & Resiliensi pada Anak Kota Tegal (Communication Patterns in Dysfunctional Families and Their Impact on Children’s Resilience in Tegal City). Jurnal Studi Ilmu Sosial Dan Politik (JASISPOL), 5(1), 69–84.

Rohmatulloh, M. Y., & Rahman, A. (2024). Representasi penyelesaian konflik keluarga dalam film Ngeri-Ngeri Sedap (Analisis semiotika John Fiske). Artikel ilmiah, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Esa Unggul. Universitas Esa Unggul Digital Repository

Sibarani, R., & Gulo, Y. (2020). Subordinasi kepemimpinan perempuan dalam budaya Batak Toba. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial Dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 6(1), 73–83.

Talani, N. S., Kamuli, S., & Juniarti, G. (2023). Problem tafsir semiotika dalam kajian media dan komunikasi: Sebuah tinjauan kritis. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 9(1), 103–116.

Thenata, S., & Santyaputri, L. (2020). PENERAPAN TEORI SEMIOTIKA DALAM PERANCANGAN TATA ARTISTIK FILM PENDEK FIKSI “DIPETHUK.” Prosiding Konferensi Mahasiswa Desain Komunikasi Visual, 127.

Utami, R. S., Na’im, M., & Sukidin, S. (2026). The Dynamics of Gender Power Relationships and the Potential for Domestic Violence: A Case Study of Women in the Kepanjen Region. International Journal of Social Science and Human Research, 09(01).

Wibisono, P., & Sari, Y. (2021). Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Film Bintang Ketjil Karya Wim Umboh Dan Misbach Yusa Bira. Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi, 7(1), 30–43.

Widodo, W. R. S. M., & Yutanti, W. (2021). Kesetaraan gender dalam konstruksi media sosial. Jurnal Komunikasi Nusantara, 3(1), 44–55.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.