Strategi Pencegahan Stunting Melalui Digitalisasi: Penerimaan Dan Dampak Positif Aplikasi Elsimil Di Nagari Air Bangis

(1) * Aufial Hidayat Mail (Universitas Negeri Padang, Indonesia)
(2) Aldri Frinaldi Mail (Universitas Negeri Padang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia, sehingga pemerintah mengembangkan berbagai strategi pencegahan, salah satunya melalui digitalisasi kesehatan menggunakan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi implementasi aplikasi Elsimil, faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan masyarakat, serta dampak penggunaannya dalam pencegahan stunting di Nagari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang terdiri atas kader kesehatan, bidan desa, calon pengantin pengguna aplikasi Elsimil, aparat nagari, dan petugas Kantor Urusan Agama (KUA). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan kerangka analisis Technology Acceptance Model (TAM) dan teori street-level bureaucracy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aplikasi Elsimil di Nagari Air Bangis berlangsung melalui pola hybrid implementation, yaitu kombinasi antara kebijakan nasional yang bersifat top-down dan adaptasi lokal yang dilakukan oleh kader kesehatan, bidan desa, serta petugas KUA. Penerimaan masyarakat terhadap aplikasi dipengaruhi oleh persepsi manfaat (perceived usefulness) yang tinggi, terutama dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi dan deteksi dini risiko kesehatan sebelum kehamilan, meskipun persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) masih terbatas akibat rendahnya literasi digital dan keterbatasan akses internet. Penggunaan aplikasi Elsimil berdampak pada meningkatnya kesadaran kesehatan reproduksi, penguatan mekanisme skrining kesehatan calon pengantin, serta transformasi peran kader kesehatan sebagai fasilitator teknologi. Penelitian ini menemukan pola assisted adoption, yaitu adopsi teknologi yang sangat bergantung pada pendampingan kader kesehatan dalam menjembatani penggunaan aplikasi oleh masyarakat. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi kesehatan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh dukungan sosial, kapasitas aktor lokal, dan kesiapan infrastruktur digital

Keywords


Stunting; Digitalisasi Kesehatan; Elsimil; Technology Acceptance Model (TAM); Kader Kesehatan; Nagari Air Bangis

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jim.v10i3.2026.2288-2298
      

Article metrics

10.31604/jim.v10i3.2026.2288-2298 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Andriani, R., Pertiwi, J., & Johar, S. A. (2024). Penggunaan mobile health untuk pencegahan stunting. Jambura Journal of Health Science and Research, 6(4), 350–364.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2022). Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). BKKBN.

Gustina, M., Yorita, E., Sari, A. K., Utama, F., & Haryono. (2025). The Android mobile application to assess mothers' knowledge, attitudes, and behaviors related to the prevention of stunting in children under two years old.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia tahun 2021. Kementerian Kesehatan RI.

Kustriyanti, D., Fitriyanti, A. R., Apriliyanti, R., Dani, Y. A. M., Saputra, B. A., Setyawan, M. A., Nadani, D. P. A., & Jumadi, D. P. (2026). Implementasi Digital Health Literacy Program (IDEAL-P) untuk peningkatan tumbuh kembang dan pencegahan stunting pada anak usia dini.

Nasution, A., & Sari, D. (2022). Digital health implementation challenges in developing regions. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 123–135.

OECD. (2019). Health in the 21st century: Putting data to work for stronger health systems. OECD Publishing.

Pratama, R., & Widodo, A. (2021). Determinan stunting di Indonesia dalam perspektif kebijakan publik. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 13(1), 45–56.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.

Roswendi, A. S., Suryati, Y., Nabila, Q. A., & Safarina, L. (2025). Assessing the need for mobile application development in stunting prevention among vulnerable populations.

Sari, M., & Yuliani, R. (2022). Peran kader kesehatan dalam implementasi program digital kesehatan masyarakat. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 10(1), 67–78.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

UNICEF. (2021). The state of the world's children 2021. UNICEF.

Venkatesh, V., & Davis, F. D. (2000). A theoretical extension of the Technology Acceptance Model: Four longitudinal field studies. Management Science, 46(2), 186–204.

Wardani, I. K. F., Julianti, N., & Elizabeth, B. (2026). Digital Posyandu berbasis web untuk peningkatan peran kader dalam pencegahan stunting.

World Bank. (2020). World development report 2020: Trading for development in the age of global value chains. World Bank.

World Bank. (2021). Digital development overview. World Bank.

World Health Organization. (2020). Levels and trends in child malnutrition. WHO.

Yenita, R. N., Anggraini, V., Islami, A., & Ansyari, K. (2025). Anaceting mobile health application: An innovative digital solution for early stunting detection in Indonesian children.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.