(2) Afriva Khaidir
*corresponding author
AbstractTransformasi administrasi publik dari paradigma government menuju governance menjadi salah satu karakteristik utama perkembangan tata kelola pemerintahan kontemporer. Paradigma governance menempatkan pemerintah tidak lagi sebagai aktor tunggal dalam penyelenggaraan pemerintahan, melainkan sebagai fasilitator yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses pembangunan dan pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi paradigma administrasi publik kontemporer pada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam perspektif transformasi dari government menuju governance. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis dokumen pemerintah, publikasi Badan Pusat Statistik, regulasi, laporan kinerja instansi pemerintah, dan berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan terhadap implementasi prinsip-prinsip governance yang meliputi partisipasi masyarakat, transparansi, akuntabilitas, efektivitas pelayanan publik, kolaborasi antaraktor, dan digitalisasi pemerintahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah mengimplementasikan berbagai prinsip governance melalui penguatan pemerintahan nagari, pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), peningkatan keterbukaan informasi publik, serta pengembangan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pembangunan daerah. Namun demikian, implementasi governance masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan kapasitas aparatur, kesenjangan akses teknologi informasi, dan belum optimalnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi dari government menuju governance di Kabupaten Pasaman Barat telah menunjukkan perkembangan yang positif, meskipun masih memerlukan penguatan kapasitas kelembagaan, inovasi pelayanan publik, dan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, partisipatif, akuntabel, dan berkelanjutan
KeywordsAdministrasi Publik; Governance; Government; Pemerintah Daerah; Pasaman Barat
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jim.v10i3.2026.2279-2287 |
Article metrics10.31604/jim.v10i3.2026.2279-2287 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Ansell, C., Sørensen, E., & Torfing, J. (2023). The democratic quality of co-creation: A theoretical exploration. International Review of Administrative Sciences, 89(2), 343–360.
Ansell, C., & Torfing, J. (2021). Public Governance as Co-Creation: A Strategy for Revitalizing the Public Sector and Rejuvenating Democracy. Cambridge University Press.
Arfita, S., Valentina, T. R., & Putera, R. E. (2024). Collaborative governance in nagari development in West Sumatra. Jurnal Analisis Kebijakan dan Pelayanan Publik, 9(2), 125–139.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat. (2025). Kabupaten Pasaman Barat dalam angka 2025. BPS Kabupaten Pasaman Barat.
Haug, N., Dan, S., & Mergel, I. (2023). Digitally induced change in the public sector: A systematic review and research agenda. Public Management Review, 26(10), 1963–1987.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2023). Laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2023. Kemendagri.
Osborne, S. P. (2021). Public service logic: Creating value for public service users, citizens and society through public service delivery. Routledge.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. (2025). Profil Kabupaten Pasaman Barat tahun 2025. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










Download